ilustrasi/google.co.id


***[SABAR DAN ISTIQAMAH]***

“Modal utama menghafal al-Qur’an adalah SABAR dan ISTIQAMAH” [Al-Hafizh al-Ustadz Abdul Azis Abdur Rauf, Lc.]

Menghafal ayat-ayat Allah itu modal dasarnya bukan pintar dulu, atau kualitas cepat menghafal. Justru betapa adanya orang yang Allah berikan kemampuan menghafal cepat, terperdaya dengannya. Dia kehilangan kesabaran di masa menghafal karena pede dengan kemampuannya. Itu pertama. Kedua: dia kehilangan istiqamah untuk menghafal atau muraja’ah karena pede dengan kemampuannya.

Justru buat kamu yang merasa kemampuannya biasa-biasa saja (dan/atau memang sejatinya biasa), bersyukur. Allah menginginkannya untuk menyuburkan kesabaran dan memperbanyak pahala dengan mengulang-ulang sampai mutqin. Banyak dari penghafal yang merasa down dengan kelemahannya menghafal. Padahal, Allah menginginkan kebaikan buat mereka, supaya pahalanya maksimal dan tidak meremehkan al-Qur’an.

Easy comes…easy goes, guys.

Sabar dan istiqamah itu menunjukkan kejujuran seseorang dalam menghafal al-Qur’an. Iya. Sekalipun sedikit. Bahkan, sekalipun ia hanya menghafal sehari satu ayat. Ia tahu kualitas memory-nya tidak seberapa. Tapi ia tetap sabar menghafal, dan rajin dalam istiqamah harian. Inilah penghafal yang jujur. Inilah penghafal yang menggunakan modal utama. Modal yang mewariskan banyak pahala. Modal yang membuat hamba Allah tawadhu’.

Karena:

Jika seorang mengandalkan modal pintar dan mengenyampingkan sabar dan istiqamah, ia akan cepat sombong. Sementara, orang yang mengandalkan modal sabar dan istiqamah, maka insya Allah ia akan kian tawadhu’. Insya Allah.

Maka, teman-teman, saya ada tips sedikit yang semoga bermanfaat.

Gimana supaya kamu bisa sabar dan istiqamah?

Supaya bisa sabar, kamu jangan terlalu membebani kuantitas hafalan rutin. Ingat kadar dan kapasitas kamu. Juga ingat kewajiban lain. Kalau sehari dibebankan satu halaman selalu sementara kamu adalah orang sibuk (azek…masya Allah), maka coba takar sewajarnya. Sepertiga halaman per hari. Dan tidak harus tiap hari. Senin sampai Jum’at saja. Sabtu dan Ahad cukup muraja’ah maksimal. Berat sepertiga? Ya bolehlah seperlima halaman. Lima hari komplit satu halaman. Diatur saja. Asal rutin. Rutinitas yang tidak memberatkan.

Sudah?

Nah, gimana supaya istiqamah?

Kalau sabar sudah dipegang, giliran istiqamah yang harus dipegang. Tapi gimana trik supaya bisa istiqamah? Ingat firman Allah:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ

Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat.” [Q.S. Al-Baqarah: 45]

SHALAT! Nah. Itu caranya supaya istiqamah! Kamu shalat kan? Ya iyalah. Coba jadikan waktu shalat wajib yang lima itu sebagai markaz muraja’ah. Misal, antara adzan dan iqamah. Atau setelah dzikir ba’da shalat. Atau, di dalam shalat sunnah qabliyah dan ba’diyah. Pilih saja mana yang ternyaman dan tercocok. Yang dimuraja’ahkan adalah hafalan hari itu.

Yakin insya Allah, kalau settingan-nya seperti itu, di tiap waktu shalat, tidak akan luput lisan kita dari muraja’ah. Semakin sering muraja’ah, semakin paten dan mantap hafalannya. Lidah kadang dengan sendirinya bergerak dan makharij huruf-huruf seolah dengan sendirinya beraksi.

Tapi ya….kamu ga bakal bisa sekeren itu, kalau kamu nggak IKHLAS. Baarakallaahu fiik.

Insya Allah tiap hari kami berusaha memberikan kalimat-kalimat #MOTIVASI menghafal al-Qur’an milik al-Hafizh Abdul Azis Abdur Rauf, Lc, yang kami ambil dari al-Qur’an Hafalan al-Hafizh; kemudian kami beri ta’liq. Semoga antum/antunna rajin membacanya; sehingga Allah jadikan kita semua (suami/istri/anak/keluarga) sebagai pembaca terlebih penghafal al-Qur’an semampunya. Baarakallaahu fiikum.

Di antara kajian Tafsir al-Qur’an yang insya Allah bermanfaat buat kamu:

Facebook Hasan Al-Jaizy Al-Jaizy

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.137 kali, 1 untuk hari ini)