? asy-Syaikh al-‘Allamah ‘Abdul ‘aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah,

 Pertanyaan:
“Dari apa yang Anda ketahui tentang sejarah hitam Syi’ah Rafidhah, apa sikap Anda terkait ide penyatuan antara Ahlus Sunnah dengan mereka (Rafidhah, pen)?”

Jawab :
?? Penyatuan antara Syi’ah Rafidhah dengan Ahlus Sunnah adalah perkara yang TIDAK MUNGKIN.

? Karena dari sisi aqidah sudah berbeda.
?? Aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah adalah :
 mentauhidkan Allah dan mengikhlaskan (memurnikan) semua amalan ibadah hanya untuk-Nya.
 Tidak ada sesuatu apapun yang didoai bersama-Nya, baik para malaikat yang dekat dengan-Nya, tidak pula para nabi yang diutus.
 Hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala sajalah yang mengetahui perkara ghaib.

? Juga termasuk aqidah Ahlus Sunnah adalah
 mencintai para shahabat radhiyallahu ‘anhum dan meridhai mereka semua, serta mengimani bahwa mereka adalah manusia yang paling mulia setelah para nabi.
 Juga, yang terbaik di kalangan mereka adalah Abu Bakar ash-Shiddiq, kemudian Umar, Utsman, dan Ali radhiyallahu ‘anhum.

❌?? Sedangkan Syi’ah Rafidhah berlawanan dengan semua aqidah di atas. Sehingga TIDAK MUNGKIN menyatukan keduanya, sebagaimana tidak mungkin pula menyatukan antara Yahudi, Nashara, Watsaniyyin (penyembah berhala, pen) dengan Ahlus Sunnah.

??Demikian pula tidak mungkin menyatukan Syi’ah Rafidhah dengan Ahlus Sunnah karena perbedaan aqidah yang telah kami jelaskan.”

? Lihat : majalah “Mujahid” tahun I 10 Shafar 1410 H dan
? “Majmu’ Fatawa wa Maqalaat Mutanawwi’ah” juz kelima.
•••••••••••••••••••••
??? Majmu’ah Manhajul Anbiya

Facebook Abu Zidane

(nahimunkar.com)

(Dibaca 14.302 kali, 1 untuk hari ini)