Moslemtoday.com : Iran menutup sebuah surat kabar lokal terkait artikel yang dinilai telah menghina ajaran Syi’ah. Pengadilan Iran memerintahkan penutupan surat kabar “Sedayeh Eslahat” karena dianggap telah menodai keluarga Imam Hussein, cucu Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.

“Jaksa Agung Iran, Mohammad Jafar Montazeri memerintahkan penutupan Surat Kabar Sedayeh Eslahat karena menodai keluarga cucu Nabi Muhammad, Imam Hussein,” kata kantor berita Fars Iran, seperti dilansir dari Al Jazeera, Sabtu, (15/9/2018).

Adapun artikel Sedayeh Eslahat yang dimaksud telah melanggar tersebut adalah sebuah artikel yang memuat tentang operasi penggantian kelamin perempuan-ke-laki-laki yang diterbitkan di halaman depan Surat Kabar tersebut dengan membuat judul : “Ruqayyah menjadi Mahdi setelah 22 tahun”.

Menurut literatur Syi’ah, Ruqayyah adalah putri Imam Hussein dan artikel itu diterbitkan selama Bulan Muharram, hari libur di mana pengikut Syi’ah berduka atas kematian Imam Hussein. Sedangkan Imam Mahdi adalah Imam Syiah ke-12 yang telah hidup sejak abad ke-9 dan akan muncul kembali di akhir zaman.

Menurut Jafar Montazeri, artikel tersebut telah menimbulkan protes berhari-hari di Iran dan menuntut Redaksi Sedayeh Eslahat dihukum atas penerbitannya.

Berdasarkan data Reporter Without Borders, Iran berada di peringkat ke 164 dari 180 negara dalam indeks kebebasan pers. Pada bulan Agustus lalu, pengadilan Iran memenjarakan tujuh wartawan dan memerintahkan mereka untuk dicambuk di depan publik atas liputan mereka. (DH/MTD)

Sumber : Al Jazeera
Redaktur : Hermanto Deli
Copyright © 1440 Hjr. (2018) – Moslemtoday.com

Via FB NM Chan

(nahimunkar.org)

(Dibaca 744 kali, 1 untuk hari ini)