Seorang pria mengangkut televisi dari pusat perbelanjaan di kota Palu, 30 September 2018. Penjarahan setelah bencana gempa-tsunami di Palu sampai memunculkan bentrok antara warga dan polisi./ foto epa/mast irham/ bbc

Menurut polisi, sebagian dari 45 yang ditangkap itu adalah residivis dan narapidana yang kabur dari penjara Petobo saat gempa terjadi.

Inilah beritanya.

***

1.512 Narapidana di Palu dan Donggala Kabur karena Tembok Penjara Rubuh Kena Gempa

Beberapa penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu kabur dari tempat penahanan setelah tembok penjara roboh akibat gempa bumi pada Jumat 28 September 2018. Foto kerusakan akibat gempa/Antara/Darwin Fatir

SEBANYAK 1.512 narapidana kabur dari lembaga permasyarakatan (lapas) dan rutan (rumah tahanan) di Palu dan Dong gala seusai bencana gempa dan tsunami, Jumat (28/9).

“Narapidana kabur di Lapas dan rutan, jadi berita itu benar. Bukan hoax. Kenapa kabur, karena pagar rutan itu roboh. Kon disi bangunan roboh ini yang menyebabkan mereka kabur,” ungkap Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wi ranto di Jakarta, kemarin.

Pemerintah mengimbau agar para narapidana yang kabur segera kembali ke dalam lapas. “Dengan perhitungan per sediaan makanan dan air di lapangan, kami berikan waktu satu minggu agar para tahanan kembali ke lapas masing-masing,” ungkapnya.

Direktur Jenderal Pe ma syarakatan (Dirjen PAS) Ke men – terian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemen kum ham) Sri Puguh Budi Utami meng ungkapkan, dari total 3.220 narapidana di Sulawesi Tengah, hanya tersisa 1.795 narapidana yang berada di dalam Unit Pelaksana Teknis (UPT). http://koran-sindo.com

***

Polisi tangkap 45 terduga penjarah

Polisi melepaskan tembakan peringatan ketika banyak warga melempari mereka dan memaksa untuk masuk sebuah toko serba ada.

Kepolisian Resor Palu Sulawesi Tengah menangkap 45 terduga pelaku penjarah.

Barang bukti yang disita antara lain televisi, komputer, kulkas, mesin ATM, hingga belasan unit sepeda motor.

“Para pelaku merupakan kelompok penjarah sejumlah fasilitas umum, seperti kios, minimarket, ataupun gudang elektronik yang ditinggal pergi oleh para pemiliknya saat gempa terjadi,” kata juru bicara Mabes Polri Brigjen Polisi Dedi Prasetyo dalam jumpa pers di halaman Mapolresta Palu, Selasa (2/10).

“Selain menjarah barang-barang, para pelaku juga merusak dan membongkar sejumlah ATM dengan linggis, serta mengambil motor warga yang ditinggal para pemiliknya.

Menurut polisi, sebagian dari 45 yang ditangkap itu adalah residivis dan narapidana yang kabur dari penjara Petobo saat gempa terjadi./ bbc.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 92 kali, 1 untuk hari ini)