BERLIN, JERMAN – Sebuah penelitian yang bocor menemukan bahwa para pastor Katolik di Jerman melakukan pelecehan seksual terhadap ribuan anak selama hampir tujuh dekade.

Majalah berita Der Spiegel mengutip sebuah salinan yang bocor dari sebuah penelitian yang ditugaskan oleh Konferensi Wali Gereja Jerman yang mengatakan bahwa 1.670 pendeta dan pastor telah melakukan pelecehan seksual terhadap 3.677 anak di bawah umur, sebagian besar anak laki-laki, di Jerman antara tahun 1946 hingga 2014.

Lebih dari separuh korban berusia 13 tahun atau lebih muda ketika mereka dilecehkan, studi tersebut menunjukkan, setelah memeriksa 38.000 file dari 27 keuskupan.

Uskup Trier Stephan Ackermann membenarkan laporan itu, dengan mengatakan bahwa Gereja sadar akan tingkat pelecehan seksual yang dilakukan oleh para pastor.

“Ini menyedihkan dan memalukan bagi kami,” klaimnya dalam sebuah pernyataan pada hari (Rabu/12/9/2018).

Studi ini diharapkan akan disajikan secara resmi pada 25 September.

Dokumen tersebut, yang disusun oleh tiga universitas Jerman, menunjukkan bahwa berbagai bukti, dalam banyak kasus, dihancurkan atau dimanipulasi.

Menurut penelitian, para pastor yang dituduh melakukan pelecehan seksual sering dipindahkan ke lokasi lain tanpa memberikan “informasi yang tepat” tentang mereka di situs baru.

Hanya sepertiga dari mereka yang dituduh tunduk pada sidang disiplin oleh Gereja dan sanksi yang dikenakan sangat sedikit, kata laporan itu.

Ada banyak tuduhan bahwa Gereja Katolik tidak hanya mengabaikan, tetapi bahkan menutupi kasus-kasus pelecehan anak.

Pedofilia di gereja-gereja Katolik telah membuat kerusakan besar pada citranya.

Paus Fransiskus, yang diangkat pada tahun 2013 dengan mandat untuk merombak Vatikan, mengklaim bahwa akan ada pendekatan “tidak ada toleransi” terhadap pelecehan seks secara klerikal. Dia berjanji untuk mengambil tindakan yang kuat dalam menanggapi tuduhan menutup-nutupi dan keringanan oleh Vatikan.

Namun, Francis telah dituduh terlalu lunak pada pedofil. Kredibilitasnya terhadap masalah ini telah dilanda serangkaian kesalahan dan organisasi korban bersikukuh bahwa Gereja tetap enggan untuk menyerahkan para pastor pedofil kepada otoritas peradilan pidana. (st/ptv)

Sumber : voa-islam.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 739 kali, 1 untuk hari ini)