Ada pemandangan yang cukup aneh, 10 orang dari kalangan miskin yang menuntut janji Presiden Jokowi justru di depan Istana langsung disikat sekitar 200 aparat kepolisian.

(Kami) baru sampai di depan Istana sekitar pukul sembilan. Baru berdiri lima menit, langsung polisi datang dan menyeret ke depan Monas (Monumen Nasional),” ungkap Gugun Muhammad, koordinator Advokasi Urban Poor Consortium (UPC), Senin (14/03) sebagaimana dikutip dari BBC.

Mereka menilai Jokowi melanggar “kontrak politik tertulis” yang telah dibuatnya saat berkampanye menjadi Gubernur DKI Jakarta, 2012 lalu dan kampanye Pemilu Presiden, 2014 silam.

“Jokowi dulu berjanji melindungi kampung-kampung miskin, tidak menggusur, dan kemudian melindungi sektor informal seperti desa, becak dan kaki lima. Faktanya tidak,” ujar Gugun.

Tidak lebih dari lima menit, truk polisi pun datang. Pendemo duduk sambil berpegangan tangan, diangkut paksa ke atas truk dan dibawa ke Kepolisian Resort (Polres) Jakarta Pusat.

Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Hendro Pandowo, menegaskan “Demo tidak boleh dilakukan lebih dekat dari 100 meter dari Istana Kepresidenan,” katanya kepada Rafki Hidayat dari BBC Indonesia.

Gugun mengungkapkan “tuntutan mereka adalah agar bisa bertemu Jokowi, untuk menagih janji presiden”. Surat permohonan telah dikirim ke Sekretariat Negara tetapi belum mendapat respon.

Sumber : suaranasional.com – 21/03/2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.503 kali, 1 untuk hari ini)