Beda dengan bau kentut, biasanya para pihak saling tuduh menuduh. Tapi kalau masalah agar dianggap berjasa, maka saling mengklaim. Pencitraan?

Inilah beritanya.

***

Ketua MPR Minta Hentikan Kegaduhan Saling Klaim‎ Pembebasan 10 Sandera dari Abu Sayyaf

Indopos.co.id– ‎ Pembebasan 10 warga negara Indonesia (WNI) yang disandera oleh kelompok militan Abu Sayyaf mendapatkan banyak simpati dari warga. Namun di balik pembebasan sandera itu, muncul sejumlah klaim pihak tertentu yang merasa berjuang membebaskan sandera.‎

Atas dasar itu, Ketua MPR RI  Zulkifli Hasan meminta semua pihak untuk menghentikan kegaduhan yang tidak perlu dengan saling klaim atas pembebasan sandera itu.

“Semua pihak hendaknya menghentikan kegaduhan, tidak lagi saling klaim atas pembebasan sandra. Biarlah menjadi amal soleh bagi pihak-pihak yang telah membantu pembebasan sandra tersebut,”pinta Zulkifli yang juga Ketua Umum PAN usai acara Safari Kebangsaan  Merajut Kebhinnekaan di Hotel Harper, Purwakarta Jawa Barat, Kamis (5/5/2016).

Hadir mendampingi Zulkifli antara lain Ketua Fraksi PAN DPR RI Mulfachri Harahap, Sekjen PAN Eddy Soeparno, Waketum PAN Didik J Rachbini,  Anggota DPR RI Riski Sadig. Juga hadir rombongan DPP PAN Ketua DPP PAN Aiziz Subekti dan Wasekjen Soni Sumarsono dan Mahilli.

Zulkifli sangat mengapresiasi dengan penyelamatan sandra tersebut yang berlangsung cepat tanpa ada korban jiwa. Pemerintah bersama pihak-pihak terkait dalam hal ini aparat keamanan untuk lebih fokus lagi pada pembebasan empat sandra berikutnya.

“Kita minta pemerintah dengan pihak-pihak terkait untuk lebih fokus lagi pada sisa sandra yang masih ada,”katanya dengan penuh harap.

Diketahui, ‎Pembebasan dan pelepasan sandera dilakukan pada Minggu (1/5/2016) sekitar pukul 12.15 waktu setempat di Pantai Parang, Sulu, Mindano Selatan.

Namun ‎setidaknya ada tiga pihak yang mengklaim berperan dalam membebaskan 10 sandera itu.

Pertama, klaim dari Tim KemanusiaanSurya Paloh. Ketua Umum Partai NasDem ini dalam rilisnya disebut berperan besar membebaskan sandera.

‎Deputi Chairman Media Group Rerie L. Moerdijat mengungkapkan, pembebasan sandera juga dilakukan atas kerja tim kemanusiaan Surya Paloh, yang merupakan sinergi jaringan pendidikan Yayasan Sukma (Sekolah Sukma Bangsa di Aceh) dibawah pimpinan Ahmad Baidowi dan Samsul Rizall Panggabean, kelompok Media Group, Partai Nasdem di bawah Ketua Fraksi DPR Victor B Laiskodat serta anggota DPR Fraksi Nasdem Mayjen (Purn) Supiadin.

Upaya dan proses pembebasan dilakukan oleh tim kemanusiaan Surya Paloh sejak 3 April 2016.

K‎edua, sejumlah media juga memberitakan bahwa Mayjen Purn Kivlan Zen dan koleganya disebut-sebut sebagai negosiator pembebasan 10 sandera. ‎Pembebasan 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf dipastikan tanpa adanya uang tebusan. ‎”Perusahaan tidak mengeluarkan sepersen pun. Tak ada uang. Ini murni negosiasi,” kata Kivlan Zen Minggu (1/5/2016) malam. ‎Namun belum ada penjelasan apakah Kivlan Zen mewakili pemerintah dalam upaya pembebasan sandera.

Ketiga, pemerintah Jokowi pada nalam itu juga menyebut bahwa pembebasan sandera merupakan sinergi seluruh elemen pemerintah.

‎Presiden Joko Widodo saat menggelar konferensi pers di Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu (1/5/2016) malam, mengatakan penyelamatan 10 ABK daripenyanderaan Abu Sayyaf tersebut tidak akan terwujud jika tidak ada kerjasama yang baik antarkedua negara.

‎Presiden juga mengatakan pihaknya akan terus menjalin kerjasama dengan Pemerintah Filipina untuk melakukan pembebasan empat ABK berwarganegara Indonesia yang masih disandera di wilayah Filipina. “Saat ini kita terus (bekerjasama) untuk membebaskan 4 ABK yang lain,” kata Presiden.‎ (dil)/

Sumber: indopos.co.id/BY PRATAMA/ 5 MEI 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.268 kali, 1 untuk hari ini)