mirasPuluhan dus minuman keras yang ada di gudang miras terbesar di Sukabumi

Sukabumi (SI Online) – Setelah membuat resah masyarakat selama belasan tahun, akhirnya sebuah gudang minuman keras (miras) di Kecamatan Sukaraja, Sukabumi, Jawa Barat, digerebek ratusan orang dari Organisasi Islam Brantas (Barisan Anti Aliran Sesat), pada Senin (16/9/2013). Massa juga menghancurkan ribuan botol minuman keras berbagai merek.

“Gudang Miras tersebut sudah ada sekitar 13 tahun lalu, dan entah kenapa selalu gagal untuk menutupnya. Setelah mendapatkan pengaduan dari masyarakat dan koordinasi dengan kapolres Sukabumi AKBP Heri Santoso, alhamdulillah akhirnya kita berhasil menggerebek gudang itu,” ujar Habib Ali Rezha Assegaf ketua Brantas kepada Suara Islam Online, Selasa (17/9/2013).

Gudang miras yang disinyalir terbesar di wilayah Sukabumi ini lokasinya hanya sekitar 100 meter dari Markas Polsek Sukaraja jajaran Polres kota Sukabumi. Di gudang tersebut pun tersimpan ribuan dus minuman keras termasuk yang siap dikirim.

“Kami meminta kepada aparat dan pemerintah daerah sukabumi untuk menutup tempat ini 1×24 jam, jika masih tidak menutup maka kami akan membawa massa yg lebih besar lagi bila perlu kami akan mengajak seluruh ormas yang ada di sukabumi dan sekitarnya untuk menutup dengan paksa tempat ini.” Tegas Habib Ali.

Sementara polisi yang berada di lokasi kejadian tak bisa berbuat banyak. Mereka hanya menyaksikan massa membobol gudang tersebut.

Gudang miras ini pun langsung disegel dan dihancurkan ormas. Sementara miras yang tersisa diangkut ke Mapolres Kota Sukabumi.

Terkait gudang miras yang berlokasi dekat Markas Polsek (Mapolsek) Sukaraja, Kapolsek Sukaraja Kompol Ewo Naswa belum memberikan keterangan resmi kepada para wartawan. Saat akan diwawancara sejumlah wartawan, mantan Kabagops Polres Sukabumi Kota itu justru terlihat menghindar.

Saat ini, sejumlah anggota dari Polres Sukabumi Kota dan Polsek Sukaraja berada di lokasi komplek gudang, sementara massa Berantas juga terus memantau untuk memastikan gudang miras tersebut benar-benar ditutup. “Kami hanya akan memantau gudang ini. Karena gudang ini harus dikosongkan dan ditutup,” kata habib Ali.

red: syaiful

Selasa, 17/09/2013 17:51:54 | syaiful falah

***

Miras induk kekejian

Dalam Islam minuman keras atau khamr itu telah dinyatakan sebagai induk kekejian.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan dengan tegas:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الْخَمْرُ أُمُّ الْخَبَائِثِ وَمَنْ شَرِبَهَا لَمْ يَقْبَلِ اللَّهُ مِنْهُ صَلاَةً أَرْبَعِينَ يَوْمًا فَإِنْ مَاتَ وَهِىَ فِى بَطْنِهِ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً ». وَاللَّفْظُ لأَبِى عُمَرَ الْقَاضِى.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Khamr itu adalah induk keburukan (ummul khobaits) dan barangsiapa meminumnya maka Allah tidak menerima sholatnya 40 hari. Maka apabila ia mati sedang khamr itu ada di dalam perutnya maka ia mati dalam keadaan bangkai jahiliyah. (HR AT-THABRANI, AD-DARAQUTHNI DAN LAINNYA, DIHASANKAN OLEH AL-ALBANI DALAM SHAHIHUL JAMI’ HADITS NOMOR 3344).

Allah Ta’ala telah melarang keras khamr dengan firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (90) إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ [المائدة/90، 91]

090. Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.

091. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). (QS AL-MAAIDAH: 90, 91).

Secara terinci, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan dilaknatnya orang-orang yang berkaitan dengan khamr:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- :« لَعَنَ اللَّهُ الْخَمْرَ وَشَارِبَهَا وَسَاقِيَهَا وَبَائِعَهَا وَمُبْتَاعَهَا وَعَاصِرَهَا وَمُعْتَصِرَهَا وَحَامِلَهَا وَالْمَحْمُولَ إِلَيْهِ ». زَادَ جَعْفَرٌ فِى رِوَايَتِهِ :« وَآكِلَ ثَمَنِهَا ». حديث ابن عمر : أخرجه أبو داود (3/326 ، رقم 3674) ، والحاكم (4/160 ، رقم 7228) وقال : صحيح الإسناد . والبيهقى (6/12 ، رقم 10828) .

Dari Ibnu Umar, ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Allah melaknat khamr (minuman keras) , peminumnya, penuangnya (pengedarnya), penjualnya, pembelinya, pemerasnya (pemroses membuatnya), orang yang minta diperaskannya (minta dibuatkannya), pembawanya, dan orang yang dibawakan kepadanya.” Ja’far dalam riwayatnya menambahkan: “dan pemakan harganya.” (HADITS IBNU UMAR DIKELUARKAN OLEH ABU DAWUD NO. 3674 –DISHAHIHKAN OLEH AL-ALBANI–, AL-HAKIM NO. 7228, IA BERKATA SANADNYA SHAHIH, DAN AL-BAIHAQI NO. 10828, LAFAL INI BAGI AL-BAIHAQI).

Lebih dari itu, peminum miras diancam haram masuk surga. Dalam hadits:

عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّهُ سَمِعَهُ يَقُولُ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثَلَاثَةٌ قَدْ حَرَّمَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَلَيْهِمْ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ الْخَمْرِ وَالْعَاقُّ وَالدَّيُّوثُ الَّذِي يُقِرُّ فِي أَهْلِهِ الْخُبْثَ

Dari Salim bin Abdillah bin Umar bahwa dia mendengar (bapak)nya berkata, telah menceritakan kepadaku  Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Tiga golongan yang Allah mengharamkan surga atas mereka: pecandu khamer, anak yang durhaka kepada orang tua, dan Dayyuts, yaitu seorang yang merelakan keluarganya berbuat kekejian.” (HR AHMAD, DISHAHIHKAN OLEH AL-ALBANI  DALAM SHAHIH AL-JAMI’ NOMOR 3052, DALAM AL-JAMI’ AS-SHAGHIR WA ZIYADATUH NOMOR  5363)

Dari  kerasnya ancaman dalam Islam dan juga bahaya yang nyata itu, maka jauh sebelum sekarang ini Saudi Arabia dan Brunei Darussalam telah lama melarang penjualan minuman beralkohol.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 806 kali, 1 untuk hari ini)