Lagu Lama Penguasa agar Rakyat Bingung: Lontarkan Revisi UU ITE, Disahut Punggawa dengan Penafsiran UU. Nah!

“Presiden hanya terlihat ingin mendapat simpati rakyat ketika meminta revisi UU ITE,” ungkap pengamat politik Muslim Arbi.

 

Silakan baca ini. Biar ga’ kleru pandang sampai pangling.

***

Revisi UU ITE Dijawab Interpretasi, Pengamat: Lagu Lama Penguasa


Presiden Jokowi yang meminta UU ITE direvisi namun dijawab partai penguasa dan Menkominfo dengan menyiapkan interpretasi UU tersebut menunjukkan lagu lama penguasa yang ingin membuat rakyat bingung. 

 

Demikian dikatakan pengamat politik Muslim Arbi dalam pernyataan kepada suaranasional, Sabtu (20/2/2021). “Presiden hanya terlihat ingin mendapat simpati rakyat ketika meminta revisi UU ITE,” ungkapnya.

 

Kata Muslim, secara kekuatan politik, mayoritas partai di DPR tidak menginginkan revisi UU ITE. “Mereka menginginkan interpretasi atas UU ITE,” papar Muslim. 

 

Menurut Muslim, ada agenda terselubung partai pendukung penguasa yang tidak menginginkan revisi UU ITE. “Ini terkait Pilpres 2024 dan pembungkaman kelompok kritis kepada penguasa. UU ITE bisa dipakai untuk membungkam orang atau kelompok yang kritis kepada penguasa,” jelas Muslim. 

 

Menteri Komunikasi dan Informatika ( Menkominfo) Johnny G Plate menyebutkan, pemerintah akan segera menyusun pedoman interpretasi resmi terhadap Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik ( UU ITE). 

 

Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo.

 

“Pemerintah dalam hal ini Mahkamah Agung, Kepolisian, Kejaksaan, dan Kementerian Kominfo akan membuat pedoman intepretasi resmi terhadap UU ITE agar lebih jelas dalam penafsiran,” kata Johnny, Selasa (16/2/2021).[suaranasional]

 

[PORTAL-ISLAM.ID] Sabtu, 20 Februari 2021 BERITA POLITIK

(nahimunkar.org)

(Dibaca 125 kali, 1 untuk hari ini)