kolase TribunJateng

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon menyampaikan puluhan kritik pedas kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal pidatonya di acara Annual Meeting IMFWorld Bank Plenary, di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali.

Hal tersebut ditulis Fadli Zon melalui akun Twitter pribadinya@fadlizon pada Sabtu (13/10/2018).

Fadli  melayangkan kritik pedas atas pidato Jokowi dan menilai bahwa Jokowi menunjukkan pemimpin negara yang lemah.

Fadli Zon berharap seharusnya posisi Indonesia diuntungkan untuk menyampaikan kritik terhadap IMF.

Terlebih, Wakil Ketua Partai Gerindra itu menyebut jika Jokowi justru menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia sangat lemah.

Fadli Zon lantas menilai bahwa pidato Jokowi yang bertema Game of Thrones itu tidak memiliki subtansi penting bagi bangsa Indonesia dihadapan IMF.

Berikut cuitan lengkap Fadli Zon yang dirangkum TribunJateng.com:

“1) Pidato Presiden @jokowi di depan IMF, yg menyatakan “kami bergantung pd Bapak Ibu semuanya, para pembuat kebijakan moneter dan fiskal dunia untuk menjaga komitmen kerja sama global”, justru menunjukan sikap pemimpin negara yg lemah.

 

2) Sebagai tuan rumah, mestinya posisi Indonesia diuntungkan untuk dapat menyampaikan masukan serta kritik terhadap IMF.

3) Selain analogi “Games of Thrones” tak relevan dengan situasi saat ini, jika disimak baik-baik, pidato Presiden @jokowi di forum IMF-World Bank Annual Meeting kemarin, justru menunjukkan ekonomi Indonesia itu lemah di tengah tantangan ekonomi global saat ini.

4) Jika demikian, apa yang patut diapresiasi dari pidato tsb? Setidaknya, ada dua hal yg menjadi pertimbangan sy, menilai pidato Presiden kemarin tak punya substansi penting bagi bangsa kita di hadapan IMF.

5) Pertama, pidato Presiden @jokowi di forum IMF, menyiratkan kecemasan akut. Sangat disayangkan di forum tsb, sikap mental yg dipertontonkan Presiden justru mental inferior yg mengemis belas kasihan negara besar.

6) Di sisi lain, pidato tsb justru menunjukkan pemerintah Indonesia sedang tak percaya diri dengan arah kebijakannya dalam mengatasi kondisi rupiah yang terus terdepresiasi.

7) Sejak rupiah menembus angka 14.000 per dollar, kami sudah mengingatkan, agar pemerintah menghentikan drama “rupiah baik-baik saja.

8) Kebobrokan ekonomi jangan ditutup-tutupi. Sekarang, ketika rupiah semakin terdepresiasi, dan tak dapat ditutup-tutupi lagi, pemerintah justru mengeluhkannya kepada IMF. Ironis!

9) Sehingga, sy melihat pidato Presiden kemarin, justru mencerminkan mental pemimpin kita yang inferior, krn kepercayaan dirinya yg terus terkikis.

10) Kedua, krn kita tuan rumah, seharusnya kritik thdp IMF yg pernah disampaikan Presiden @jokowi di 2015 dalam momen peringatan Konferensi Asia-Afrika, dapat disampaikan langsung dalam forum tsb.

11) Isu ketidakadilan global, ketimpangan, serta kritikan Indonesia atas dominasi negara-negara besar dalam arsitek keuangan global, mestinya kembali disuarakan. Jika itu yg kemarin disampaikan, pidato Presiden patut kita apresiasi.

12) Lebih jauh, Presiden sebenarnya dapat memanfaatkan forum tsb untuk mendorong agenda reformasi peran IMF dan WB yg semakin tdk relevan di era baru ini. Juga mendorong agar emerging markets diberikan porsi yg lebih luas dan strategis dlm organisasi IMF dan WB,” tulis Fadli Zon.

Presiden Jokowi menyampaikan kepada para pemimpin keuangan dunia untuk waspada dan meningkatkan kerja sama dalam menghadapi perkembangan ekonomi global saat ini.

Presiden Jokowi mengibaratkan gejolak perekonomian global yang saat ini sedang berlangsung bak series ‘Game of Thrones’.

“Akhir-akhir ini, hubungan antar negara-negara ekonomi maju, semakin lama semakin terlihat seperti “Game of Thrones,” ucap kepala Negara.

Jokowi pun menjelaskan, kemiripan tersebut karena saat ini negara-negara maju tengah mengalami ketidakselarasan yang menimbulkan peningkatan harga minyak dunia, pergolakan mata uang yang efek negatifnya banyak dirasakan negata berkembang.

“Balance of power dan aliansi antar negara-negara ekonomi maju sepertinya tengah mengalami keretakan. Lemahnya kerjasama dan koordinasi telah menyebabkan terjadinya banyak masalah. seperti peningkatan drastis harga minyak mentah dan juga kekacauan di pasar mata uang yang dialami negara-negara berkembang,” jelas Jokowi seperti yang dilansir dari Tribunnews.com.

Presiden Jokowi melanjutkan, “dalam serial ‘Game of Thrones,’ sejumlah Great Houses, Great Families bertarung hebat antara satu sama lain, untuk mengambil alih kendali“the Iron Throne” .

“Mother of Dragons” menggambarkan siklus kehidupan. Perebutan kekuasaan antar para “Great Houses.” itu bagaikan sebuah roda besar yang berputar.”

“Seiring perputaran roda”, Jokowi melanjutkan, “satu Great House tengah berjaya, sementara House yang lain menghadapi kesulitan.

“Dan setelahnya, House yang lain berjaya, dengan menjatuhkan House yang lain.”

“Namun yang mereka lupa tatkala para Great Houses sibuk bertarung satu sama lain, mereka tidak sadar adanya ancaman besar dari Utara,” tutur Jokowi.

“Seorang evil winter, yang ingin merusak dan menyelimuti seluruh dunia dengan es dan kehancuran,” kata Jokowi.

“Dengan adanya kekhawatiran ancaman Evil Winter tersebut, akhirnya mereka sadar, tidak penting siapa yang duduki di “Iron Throne”

Yang penting adalah kekuatan bersama untuk mengalahkan Evil Winter agar bencana global tidak terjadi. Agar dunia tidak berubah menjadi tanah tandus yang porak poranda yang menyengsarakan kita semua,” jelas Jokowi. (TribunJateng.com/Woro Seto)

Penulis: Wahyu Ardianti Woro Seto

Editor: abduh imanulhaq

Sumber:  jateng.tribunnews.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 318 kali, 1 untuk hari ini)