foto KPonline


RILIS.ID, Jakarta— Demonstrasi mahasiswa dalam rangka evaluasi 3 tahun Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, yang digelar sejak Jumat (20/10) siang, hingga larut malam, berbuntut penahanan 12 aktivis mahasiswa.

“Massa aksi yang tertangkap sekitar 12 orang. Mereka adalah, Yogi Ali (IPB), Aditia (Unriau), Ardi (IPB), Wafiq (UB), Taufiq (UB), Golbi (IPB), Yahya (IPB), Susilo (IPB), Fauzan (Tazkia), Ramdhani (Unpak), Rifki abdul (akpi bogor), Gustri (Untirta),” ujar Koordinator Pusat Aliansi BEM Seluruh Indonesia (SI), Wildan Wahyu Nugroho melalui siaran persnya di Jakarta, Sabtu (21/10/2017).

Dalam demo tersebut, menurut Wildan, tindakan represif aparat memperjelas bahwa kondisi negara sedang tidak baik. “Negara bersikap semena-mena. Tak perlu diragukan, gelombang  mahasiswa akan bergejolak,” tegas Wildan.

Mahasiswa sempat melakukan sholat magrib di depan istana di bawah penjagaan ketat aparat. (Foto dokumen Aktual.com)

Sementara itu, jumlah berbeda dilontarkan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis. Ia menyebut hanya sembilan mahasiswa yang diamankan dalam aksi tersebut.

“Ada sembilan orang yang kita amankan. Saya sudah kirim (mereka) ke Polda. Kemungkinan nanti kita akan kenakan Pasal 406 dan 170,” kata Idham.

Alasan Idham mengamankan demonstran karena diduga melakukan perusakan barang perlengkapan milik aparat keamanan dan fasilitas umum. Bila para aktivis itu dijerat pasal sebagaimana yang disangkakan, itu berarti buih. Akankah demikian?

Penulis Taufiq Saifuddin*/rilis.id  Sabtu, 21/10/2017

***

Pembubaran Aksi 3 Tahun Jokowi – JK, 3 Terluka dan 13 Mahasiswa Ditangkap

Berikut Kronologi Aksi Versi BEM SI

Jakarta, KPonline – Aksi 3 tahun Jokowi – JK dibubarkan paksa, Jum`at malam (21/10/2017) sekitar jam 23.40 wib. Pasca aksi pembubaran paksa, Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis menyebut ada sembilan orang yang diamankan ke Polda Metro Jaya.

Namun Sabtu pagi (21/10/2017), Koordinator Pusat Aliansi BEM Seluruh Indonesia Wildan Wahyu Nugroho menyebut, ada 13 orang yang ditahan.

Berikut kronologi aksi 3 Tahun Jokowi-JK versi Aliansi BEM Seluruh Indonesia yang diterima koranperdjoeangan.com

Aksi memperingati 3 tahun pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang dilakukan oleh mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) berakhir dengan penangkapan tiga belas mahasiswa yang dibawa ke Polda Metro Jaya.

Sebelum jalannya aksi pada tanggal 20 Oktober 2017 berbagai upaya formal untuk menemui Presiden Joko Widodo telah dilakukan, diantaranya pengiriman surat tertanggal 9 September untuk audiensi dengan Presiden Joko Widodo pada tanggal 2 Oktober. Namun, hingga tulisan ini diturunkan tidak ada kejelasan dari pihak istana bahkan setelah berulang kali upaya penanyaan kabar dilakukan.

Upaya berikutnya dilakukan dengan mengirimkan surat kembali tertanggal 9 Oktober untuk meminta audiensi dengan Presiden Joko Widodo pada tanggal 20 Oktober 2017, namun lagi-lagi tidak ada itikad baik dari istana setelah berulang kali upaya menanyakan kabar dilakukan.

Setelah upaya-upaya jalur formal dilakukan, mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI melakukan aksi massa bertajuk Sidang Rakyat di depan Istana Negara pada 20 Oktober 2017. Aksi dimulai dengan upacara di kawasan Patung Kuda lalu dilanjutkan dengan longmarch menuju Istana Negara pada pukul 13:00 WIB.

Setelah sampai di depan Istana Negara, massa melakukan aksi yang diisi dengan orasi-orasi, treatrikal, dan Sidang Rakyat kepada Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Hal tersebut berlangsung hingga sore hari. Selain menyampaikan tiga tuntutan dalam Tugu Rakyat, mahasiswa juga menuntut kepada Presiden untuk menemui massa aksi di lapangan dan tidak akan bubar sebelum Presiden menemui massa aksi.

Massa aksi terus melakukan orasi dan treatrikal sampai pukul 18:00 WIB dan rehat sampai pukul 19:00 WIB untuk sholat maghrib. Pasca sholat maghrib sambil menunggu Presiden Jokowi menemui massa, aksi diisi dengan doa bersama.

Pada pukul 22:40 polisi mulai mengepung massa aksi dengan bergerak dari sisi selatan. Pasca pengepungan tersebut, pada pukul 23:00 WIB polisi mulai melakukan provokasi. Provokasi juga dilakukan oleh oknum-oknum tidak dikenal yang menggunakan pakaian sipil. Lalu mulai pukul 23:30 para aparat mulai menekan massa aksi dan mendorong-mendorong serta melakukan kekerasan kepada massa aksi.

Pembubaran paksa ini dilakukan dengan kekerasan yang mengakibatkan setidaknya tiga orang terluka. Bukan hanya itu, sebanyak tiga belas orang teman kami tertangkap dan dibawa ke Polda Metro Jaya tanpa alasan yang jelas. Bahkan penangkapan tersebut dilakukan ketika massa aksi telah membubarkan diri. Massa aksi bubar dan meninggalkan lokasi aksi pada pukul 00:00 WIB. Aksi yang tidak diwarnai dengan kekerasan dan perusakan fasilitas umum ini diakhiri dengan pembubaran paksa dan kekerasan kepada massa aksi.

Mahasiswa menilai 3 thn Jokowi JK jauh dari nawacita, maka itu kami menuntut 3 point melalui aksi 3 tahun Jokowi JK. Tuntutan Pembangunan Pro Rakyat, yaitu: (1) TUrunkan kesenjangan ekonomi, (2) GUgat pengekangan hak publik dan wujudkan kedaulatan rakyat, (3) RAKYAT menuntut tegaknya supremasi hukum

Saat ini massa aksi sedang fokus pada pemulangan mahasiswa yang berasal dari luar DKI Jakarta dan upaya pelepasan tiga belas mahasiswa yang ditahan tanpa alasan yang jelas. Perjuangan melawan penindasan dan menyuarakan aspirasi rakyat demi terwujudnya kesejahteraan akan terus kami lakukan.*/koranperdjoeangan.com  October 21, 2017 Redaksi

***

Ini Tuntutan BEM SI Jawa Barat Di 3 Tahun Pemerintahan Jokowi

By Eva F Hasan On Okt 19, 2017

Dalam konferensi pers yang dilakukan di monumen perjuangan, Kamis (19/10/2017) Koordinator BEM SI Jawa Barat Ahmad Fauzi Ridwan menuturkan ada lima tuntutan yang akan disampaikan mahasiswa kepada pemerintahan Jokowi.

Pertama tegakan kembali ekonomi kerakyatan, kedua menolak keras proyek Kereta Cepat Indonesia Cina sampai terpenuhinya segal bentuk persyaratan hukum dan kepastian finansial kepada masyarakat terdampak,” ujar Fauzi saat konferensi pers di Monumen Perjuangan Bandung.

Lebih lanjut Fauzi menyatakan tuntutan ketiga adalah menolak proyek bandara Internasional Jawa Barat sampai adanya kejelasan alih fungsi pendapatan masyarakat terdampak. Keempat, mahasiswa juga menolak segala bentuk pelemahan pemberantasan korupsi dan penuhi hak pengadaan KTP-el bagi warga negara yang belum mendapatkannya.

Terakhir mahasiswa menolak proyek pembangunan yang melangkahi hak rakyat atas ruang hidup,” lanjutnya.
Dalam konferensi pers ini hadir perwakilan BEM SI Jawa Barat yakni dari UPI, ITB, Unpad, IKOPIN, Polban, Universitas Telkom, Unpas, STT Tekstil dan lainnya.

BEM SI akan menggelar aksi besar di depan Istana Negara Jakarta besok (20/10/2017). Dalam rangka mengevaluasi 3 tahun pemerintahan Jokowi. Dari Jawa Barat sendiri sedikitnya 20 perguruan tinggi menyatakan siap bergabung dalam aksi ini.  [Ds]/islampos.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 748 kali, 1 untuk hari ini)