ilustrasi rezim syiah Iran membantai sekitar 30.000 tahanan politik Islam pada 1988 atas fatwa Ayatollah Khomeini/ foto pnjms


15 Ayatullah dari Iran direncanakan akan dihadirkan ke Malang 19-21 September 2016 oleh sebuah ormas yang ketua hubungan luar negerinya Mhydn Jnd. Perlu diketahui, oknum itu dikenal membela Syiah dalam kasus syiah mengamuk di Az-Zikra Sentul Bogor beberapa waktu lalu.

Pentolan pembela syiah itu juga berperan di MUI, dan pernah memprakarsai mau mengadakan seminar di perguruan tinggi di Solo soal perang di Suriah dengan mau menghadirkan dubes Suriah (dubesnya Bashar Assad Syiah Nushairiyah) dan Dubes Amerika. Qadarullah kejahatan pembela syiah yang akan mengadaan pembelaan terhadap syiah lewat seminar itu tercium, maka ditolak oleh MUI Solo dan para tokoh Islam, hingga batal.

muhyidin-junaidi

Muhyiddin Junaidi pembela syiah yang mengamuk di Az-Zikra Sentul Bogor beberapa waktu lalu, bahkan orang itu menyalahkan A-Zikra. Juga dia bangga telah menandatangani kerjasama dengan lembaga syiah di Karbala Irak. / foto muiorid

https://www.nahimunkar.org/muhyiddin-junaidi-membela-aliran-sesat-syiah-kena-batunya/

Rupanya kasus itu tidak menjadikan surutnya pembela syiah Mhydn Jnd ini dalam bergerilya menyebarkan syiah di Indonesia lewat perguruan tinggi dan ormas.  Justru akan diadakan konferensi Islam internasional di perguruan tinggi ormas terkemuka di Malang dengan menghadirkan 15 ayatullah dari Iran, tanggal 19-21 September 2016.

Orang liberal seperti Azzumardi Azra pembela aliran sesat Ahmadiyah juga dirancang untuk bicara di sana. Demikian pula orang NU pembela syiah, Hasyim Muzadi, sebagai pemberi makalah. Sebagaimana Msdr F Masd yang dikenal pentolan NU yang ingin mengubah tatanan ibadah Haji juga akan diundang ke acara itu.

Di antara kiprah mhydn jnd dalam membela aliran sesat syiah dapat dibaca di sini: https://www.nahimunkar.org/muhyiddin-junaidi-membela-aliran-sesat-syiah-kena-batunya/

Terbukti, belum lama ini acara yang diprakarsai mhydn jnd di Solo dapat digagalkan MUI Solo dan Tokoh Islam karena berbau jualan syiah, apakah kini para tokoh Islam Indonesia akan terima ketika justru acara di Malang itu bukan hanya berbau syiah tapi jelas-jelas akan menghadirkan 15 ayatullah dari Iran, bahkan sampai 3 hari.

Rencana menyebarkan syiah lewat ormas dan perguruan tinggi Islam itu menambah bukti bahwa syiah memusuhi Islam bersekongkol dengan para pengkhianat. https://www.nahimunkar.org/syiah-memusuhi-islam-bersekongkol-dengan-para-pengkhianat-2/

Sumber yang menyampaikan berita ini ke nahimunkar.com sangat menyayangkan bila ormas Islam terkemuka dan perguruan tinggi ormas Islam terkemuka yang dibangun selama ini justru akan dikangkangi oknum tertentu pembela syiah untuk kepentingan kongkalikongnya dengan syiah Iran yang jelas-jelas memusuhi Islam, membantai para ulama Sunni dan membunuh tokoh-tokoh Islam.

di antara beritanya ini:

Terungkap! Rezim Iran Bantai 30 Ribu Tahanan Politik Atas Fatwa Khomeini

by nahimunkar.com – Posted on Sep 9th, 2016

TEHERAN (Panjimas.com) – Sebuah penyelidikan yang dilakukan Organisasi Mujahidin Rakyat Iran (PMOI/MEK) mengungkap bahwa rezim Iran membantai sekitar 30.000 tahanan politik pada 1988 atas fatwa Ayatollah Khomeini. Para pelaku pembantaian itu disebut duduk di “Komisi Kematian” yang dibentuk atas fatwa Khomeini.

Organisasi itu telah merilis nama-nama anggota pejabat senior rezim Iran pada saat itu yang terlibat pembantaian puluhan ribu tahanan politik. Ada 59 nama pejabat yang dirilis dan saat ini mereka memegang jabatan tinggi di lembaga-lembaga politik Iran.

Khomeini merupakan tokoh Revolusi Islam Iran. Menurut PMO, “Komisi Kematian” dibentuk di Teheran dan di seluruh negeri. Dari sekitar 30 ribu tahanan politik yang beberapa di antaranya remaja dimakamkan di sebuah kuburan massal.

https://www.nahimunkar.org/terungkap-rezim-iran-bantai-30-ribu-tahanan-politik-fatwa-khomeini/

(nahimunkar.com)

(Dibaca 13.262 kali, 1 untuk hari ini)