16 Acara TV yang Tidak Patut di Bulan Ramadhan

Tayangan Ramadhan di Televisi yang sudah masuk kategori tidak patut dan melanggar kode etik Komite Penyiaran Indonesia (KPI), kata Rektor Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Edy Suandi Hamid, sebagai berikut:

Tayangan yang dinilai bermasalah adalah Go Spot, Silet, Dahsyat, Manohara (RCTI), Happy Sahur, Sambil Buka Yuk (ANTV), Saatnya Kita Sahur, Opera Van Java Sahur, dan Insert Pagi-Sore (Trans Tv). Ada pula Gosip Pagi-Gosip Siang (Trans 7), Cinta Fitri, Was Was (SCTV), Curhat Bareng Anjasmara (TPI), Hur Sahur, Kiss Vaganza, Sahur Show (Indosiar), dan Obsesi Siang (Global TV).

Inilah beritanya:

16 Acara Tv yang tidak mendidik di bulan ramadhan

Posted by marketing on line

Berikut ini daftar 16 acara tv yang tidak mendidik yang tayang selama bulan Ramadhan ini, diantara 16 daftar acara TV yang disinyalir bisa merusak keshusukan Ramadan ini, kebanyakan adalah acara-acara hiburan atau lawakan sahur yang kemungkinan mereka bersain untuk mendapapatkan tempat di hati para pemirsanya, serta beberapa acara gosip yang banyak menghiasi layar kaca Tv kita selama ini,

Bahkan, beberapa tayangan ramadhan sudah masuk kategori tidak patut dan melanggar kode etik Komite Penyiaran Indonesia (KPI),” kata Rektor Universitas Islam Indonesia Edy Suandi Hamid, dalam jumpa pers yang digelar di Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (6/9). Kode etik itu diatur dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) terbitan KPI.

UII melalui Program Studi Ilmu Komunikasi sejak tahun 2006 sudah melakukan kajian analisis tayangan-tayangan televisi selama bulan ramadhan. Penelitian dilakukan secara acak terhadap program-program di delapan stasiun televisi yang terdiri dari sinetron, variety show, kuis, dan infotainment.

Hasilnya, ditemukan 16 tayangan yang tidak mendidik pemirsa mengenai nilai-nilai moral dan religius ramadhan. Bahkan, tayangan-tayangan gosip malah masih memuat cerita perilaku bebas, perselingkuhan, atau pergunjingan konflik keluarga, yang jauh dari nilai-nilai islami.

Tayangan yang dinilai bermasalah adalah Go Spot, Silet, Dahsyat, Manohara (RCTI), Happy Sahur, Sambil Buka Yuk (ANTV), Saatnya Kita Sahur, Opera Van Java Sahur, dan Insert Pagi-Sore (Trans Tv). Ada pula Gosip Pagi-Gosip Siang (Trans 7), Cinta Fitri, Was Was (SCTV), Curhat Bareng Anjasmara (TPI), Hur Sahur, Kiss Vaganza, Sahur Show (Indosiar), dan Obsesi Siang (Global TV).

Tayangan paling tidak mendidik, lanjut Edy, adalah yang berformat komedi slapstik karena banyak menggunakan kata-kata kasar/makian, melecehkan kaum difabel, eksploitasi kaum waria, serta menertawakan kemiskinan. Hal itu dinilainya sudah melanggar pasal 51 dan pasal 52 P3SPS.

Edy pun menyatakan pihaknya akan segera melayangkan hasil kajiannya ini ke KPI pusat dan daerah. “Kami berharap disisa waktu ramadhan ini, KPI bisa bertindak dengan meniadakan atau paling tidak meminta stasiun-stasiun televisi untuk memperbaiki acara-acara yang bermasalah itu,” ujarnya.

(http://marketing.siniada.com/2009/09/16-acara-tv-yang-tidak-mendidik-di.html)

Menurut hasil penelitian, jumlah pemirsa televisi di bulan Ramadhan melonjak banyak. Sedang acara yang digemari adalah sinetron.

Berikt ini beritanya:

Di Bulan Ramadan, Jumlah Pemirsa Televisi Melonjak


Jakarta – Hingga memasuki minggu ketiga di bulan Ramadan, jumlah pemirsa televisi memperlihatkan kenaikan sampai dengan rata-rata 12,9 persen dari total populasi televisi (TV) yang berjumlah 42,6 juta. Atau artinya, menurut data dari AGB Nielsen Media Research, sejumlah 5,5 juta orang menonton TV setiap harinya.
Jumlah ini naik 18 persen dibandingkan periode reguler di bulan Agustus lalu. Namun, dijelaskan oleh Communications Executive Andini Wijendaru, meski lebih banyak pemirsa yang menyaksikan TV, jumlah ini turun rata-rata 2-5 persen atau berkurang antara 100.000 hingga 300.000 orang dari minggu ke minggu.

Kebanyakan penonton TV saat Ramadan tidak berbeda dengan penonton TV pada umumnya, yaitu perempuan dari kelas menengah bawah berusia 10-14 tahun dan 40 tahun ke atas.Dengan profil pemirsa tersebut, sinetron masih menjadi program yang paling banyak ditonton di sepanjang waktu siaran.

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0809/29/hib02.html/

Selasa, 08 September 2009 | 07:02:37 wib

Tiga masalah besar bertemu:

1. Jumlah penonton televisi melonjak banyak di Bulan Ramadhan.

2. Acara yang paling banyak ditonton adalah sinetron.

3. Sinetron itulah acara paling buruk, sampai ada yang melecehkan Tuhan. Sebagaimana telah diberitakan nahimunkar.com dalam judul Televisi Indonesia Semakin Tidak Bermoral! ( 12:24 am)

Inti beritanya:

Sinetron melecehkan Tuhan

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Tengah melayangkan surat teguran kepada stasiun televisi Surya Citra Televisi Indonesia yang menayangkan sinetron Para Pencari Tuhan. “Ada tayangan pelecehan terhadap Tuhan, tidak mendidik, dan sangat membahayakan perilaku anak-anak dalam sinetron tersebut,” kata Kepala Divisi Pengawasan Isi Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Tengah Zainal Abidin Petir dalam konferensi pers, Minggu (30/8).

KPID Jawa Tengah menilai, SCTV telah melakukan pelanggaran pada sinetron ”Para Pencari Tuhan” dimana sang pemeran Ketua Rukun Warga, Idrus, selalu mengumpat dengan kata-kata ”WEDUS”. Zainal menyatakan, ada adegan Idrus mengumpat setelah doa yang dipanjatkan kepada Allah tidak dikabulkan. ”Masa’ Tuhan diumpat dengan kata-kata-kata wedus,” kata Zainal. Zainal menyatakan, tayangan tersebut ditemukan pada Kamis (27/8) sekitar pukul 18.00. “Setelah kami pantau ternyata umpatan seperti itu seringkali dilakukan,” katanya.

Tayangan umpatan tersebut melanggar pasal 13 Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).

Dalam aturannya, isi siaran tidak boleh menyajikan penggunaan bahasa atau kata-kata makian yang mempunyai kecenderungan menghina/merendahkan martabat manusia,memiliki makna jorok/mesum/cabul/vulgar,serta menghina Tuhan.

(lihat http://tempointeraktif.com/hg/nusa/2009/08/30/brk,20090830-195168,id.html

https://www.nahimunkar.org/televisi-indonesia-semakin-tidak-bermoral/)

Buruknya sinetron itu sudah terasa benar di masyarakat, sampai ada yang menyebutnya Candu Baru Perusak Moral. Tulisan berikut ini menegaskan:

Candu Baru Perusak Moral

Oleh: Deli Luthfi Rahman

“Kamu sialan! Mengerjakan ini saja tidak becus, apalagi mengerjakan hal yang lainnya”. itulah salah satu dialog dalam adegan sebuah sinetron yang di tayangkan di salah satu stasiun TV swasta. Sebuah adegan dimana seorang majikan memarahi pembantunya, alasannya sepele, gara-gara pembantunya tersebut menumpahkan air yang dibawanya.

Hal ini memperlihatkan suatu kenyataan bahwa betapa buruknya sinetron kita saat ini. pasti saja di dalamnya selalu menampilkan sesuatu hal yang berbau kebencian, permusuhan dan keangkuhan. Baik sinetron tersebut menceritakan kisah percintaan ataupun kisah komedi bahkan religi. Pernahkah kita melihat sinetron yang bersih dari aroma-aroma kebencian tersebut?. Rasanya sutrdara, penulis naskah dan produser kurang afdol bila tidak menaburkan bumbu-bumbu seperti itu dalam karyanya.

(http://upemorgan.wordpress.com/2009/07/13/candu-baru-perusak-moral/)

Bukan hanya merusak moral, tetapi bahkan menghancurkan iman. Sehingga reaksi masyarakat pun ada di sana-sini. Di antaranya sebagai berikut:

Saturday, 19 January 2008 16:32

Gerakan Bunda Demo DPRD SU Tolak Tayangan TV Tak Bermoral

Warta Medan

Ratusan umat muslim dari berbagai elemen mengatasnamakan Gerakan Bunda, Jumat (18/1) sore mendatangi gedung DPRD Sumut, memprotes tayangan TV yang menurut mereka tidak mendidik dan tidak bermoral. Dalam orasinya, mereka mengatakan, tayangan televisi semakin tidak bermoral.Tayangan murahan hingga iklan menyesatkan menjadi ‘santapan’ setiap hari keluarga di Indonesia.Medan, WASPADA Online

Ratusan umat muslim dari berbagai elemen mengatasnamakan Gerakan Bunda, Jumat (18/1) sore mendatangi gedung DPRD Sumut, memprotes tayangan TV yang menurut mereka tidak mendidik dan tidak bermoral. Dalam orasinya, mereka mengatakan, tayangan televisi semakin tidak bermoral. Tayangan murahan hingga iklan menyesatkan menjadi ‘santapan’ setiap hari keluarga di Indonesia.

Koordinator umum Gerakan Bunda, Zainuddin Nur Almahmudi didamping sejumlah aktifis lainya menyebutkan, badan sensor film dan Komisi Penyiaran Indonesia sama sekali tidak berfungsi dalam mengawasi dan menjaga kualitas penyiaran. “Pemerintah pun tidak berbuat apa-apa, sementara tayangan tv semakin jauh dari fungsi edukasi.”

Mereka mencontohkan film yang mempertontonkan kekuatan sihir dan jin, serta film kartun yang tidak menonjolkan kekuatan iman. Kemudian, banyak sinetron yang mempertontonkan aurat, adegan kekerasan dan pemerkosaan. “Ini semua merusak keimanan kepada Allah Swt,” ujar mereka.

Ditambah lagi saat ini sangat ramai sinetron menampilkan adegan pacaran siswa SMP, SMA, dan gaya hidup yang membuat masyarakat, bahkan anak-anak hidup dalam khalayan.

Selain sinetron yang tidak mendidik, dalam orasinya mereka menolak tayangan tv seperti, Fear Factor, Mama Mia, Dangdut Mania dan film-film yang menyudutkan orangtua tanpa memberi solusi yang baik.

“Semua tayangan itu tidak mencerminkan UU No.32/2002 tentang penyiaran, salah satu pasalnya ‘menjaga dan meningkatkan moralitas dan nilai-nilai agama serta jatidiri.” Komisi A diwakili Sekretaris, Panyabar Nakhe dan anggota, Akhmad Ilham Harahap kepada perwakilan Gerakan Bunda di ruang komisi A DPRD SU mengatakan, akan segera menyurati Komisi Penyiaran Indoensia (KPI) pusat.

“Kita merespon aksi ini, dan segera mengirim surat ke KPI pusat, sehingga menjadi pertimbangan bagi mereka,” sebut  Nakhe.(m11)

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=10161&Itemid=27

Wahai shoimin wa shoimat (Muslimin dan Muslimat yang sedang berpuasa), ingatlah, perbuatan baik kita di Bulan Ramadhan yang penuh barokah ini jangan sampai kita rusak dengan hal-hal yang buruk, di antaranya menonton acara buruk televisi seperti tersebut. Kenapa kita justru banyak yang menonton televisi di Bulan Ramadhan, hingga jumlah penontonnya meningkat? Seandainya tayangan tv itu hal yang mubah (boleh-boleh saja), apakah tidak banyak hal-hal lain (bukan nonton tv) yang lebih baik yang dapat kita dikerjakan? Misalnya, membaca Al-Qur’an satu huruf saja pahalanya 10 kebaikan. Apakah itu bukan hal yang utama?

Ingatlah firman Allah Ta’ala:

وَلاَ تَكُونُواْ كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِن بَعْدِ قُوَّةٍ أَنكَاثاً

Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali,… (QS An-Nahl/ 16: 92).

Ingat pula sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلاَّ الْجُوعُ ، وَكَمْ مِنْ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِهِ إِلاَّ السَّهَرُ. مسند أحمد – (ج 2 / ص 441) تعليق شعيب الأرنؤوط : إسناده حسن

Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Berapa banyak di antara orang yang shiyam (puasa) tidak ada baginya dari shiyamnya itu kecuali lapar, dan berapa banyak dari orang yang shalat malam tidak ada baginya dari shalat malanya itu kecuali (payahnya) melek malam. (HR Ahmad, sanadnya hasan menurut Syu’aib Al-Nauth).

Itu semua gara-gara adanya pelanggaran yang menghilangkan pahala shiyam maupun shalat malam, hingga hasilnya hanya lapar di siang hari dan payahnya melek malam.

Sebelum kita merugi besar, lebih baik kembali ke jalan yang benar. Semoga Allah Ta’ala memberkahi kita. Amien. (redaksi nahimunkar.com).