KIBLAT.NET, Damaskus – Sebuah kelompok independen pemantau ISIS, Ghost Security Group melaporkan pada Selasa (07/12) bahwa, jumlah pejuang asing di Suriah meningkat dua kali lipat dalam 18 bulan terakhir.

Kelompok riset keamanan yang berbasis di New York tersebut mengatakan, jumlah pejuang asing di Suriah pada Juni 2014 diperkirakan mencapai 12 ribu orang. Jumlah tersebut terus meningkat. Hasil riset pada bulan Desember ini menyatakan jumlah pejuang asing mencapai 27 hingga 31 ribu orang yang berasal dari 86 negara.

Dari jumlah tersebut, 2.400 orang berasal dari negara bekas jajahan Uni Soviet seperti Chechnya dan Dagestan. Sedangkan pejuang Suriah dari Eropa juga meningkat pesat dari 2.500 orang menjadi 5.000 orang. 3700 orang diantaranya berasal dari Jerman, Inggris, Perancis dan Belgia. Sedangkan pejuang asing yang kembali ke negara asal mereka hanya berjumlah 1.000 orang.

Laporan itu menunjukan, persentase jumlah pejuang asing terbesar berasal dari Tunisia. Jumlah warga Tunisia berdasarkan riset pada bulan Oktober 2015 mencapai 6.000 orang. Persentase terbesar selanjutnya ialah warga Saudi Arabia yang mencapai 2.500 orang, setelah itu Rusia. Sedangkan Turki mencapai 2.100 orang, lalu Yordania berjumlah 2.000 orang.

Rezim Nushairiyah Bashar telah memicu konflik Suriah yang terjadi sejak 2011 silam. Ribuan korban dan pengungsi terus berjatuhan. Menurut data PBB, konflik Suriah adalah konflik terbesar abad ini. Hal ini mengundang kaum Muslimin di seluruh dunia untuk datang membantu saudaranya yang terzalimi di Suriah.

Penulis : Syafi’i Iskandar
Sumber : Anadolu/kiblat.net

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.277 kali, 1 untuk hari ini)