GAZA (SALAM-ONLINE): Sebanyak 18 mata-mata yang dieksekusi mati Hamas mengaku bekerja untuk kepentingan penjajah Zionis. Hal ini terungkap dalam serangkaian penyelidikan dan saat berlangsungnya proses pengadilan di Gaza. Sebelum proses pengadilan, serangkaian penyelidikan dilakukan yang akhirnya diyakini mereka adalah informan untuk Zionis.
Serangkaian penyelidikan dan pengadilan dilakukan setelah gugurnya tiga komandan senior Hamas. “Kami tak kan mengampuni mereka yang bekerjasama dengan Zionis penjajah,” rilis Hamas, seperti dilansir daily star, Jumat (22/8).
Terbunuhnya tiga komandan senior Hamas dalam serangan yang dilakukan Zionis terungkap, bahwa hal itu terjadi berkat informasi dari para informan itu tentang keberadaan ketiganya.
Keadaan inilah, menurut Hamas, yang sangat mendesak untuk diambilnya keputusan segera (mengeksekusi mata-mata itu).

Dilaporkan, mata-mata itu dieksekusi di markas polisi Gaza. Sebelum eksekusi dilaksanakan, dilangsungkan proses pengadilan di Gaza. Jadi, kata Hamas, mata-mata itu dieksekusi sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

“Eksekusi dilakukan didahului dengan penyelidikan atas ke-18 tersangka itu selama beberapa hari terakhir. Dalam penyelidikan itu akhirnya mereka mengaku bekerjasama dengan penjajah Zionis,” kata seorang petinggi keamanan di Gaza. (so) Redaksi Salam-Online – Sabtu, 26 Syawwal 1435 H / 23 Agustus 2014 09:38
***

Setelah Hamas Mengeksekusi Mati, Banyak Mata-mata yang Menyerahkan Diri

Redaksi Salam-Online – Ahad, 27 Syawwal 1435 H / 24 Agustus 2014 07:07

GAZA (SALAM-ONLINE): Gerakan Perlawanan Islam (Harakah Muqawamah Islamiyah/Hamas) menyatakan ada beberapa mata-mata dan informan Zionis yang menyerahkan diri kepada pemerintah Gaza, Jumat (22/8/2014) kemarin.
Langkah mereka ini menyusul imbauan Hamas kepada pihak-pihak yang terlanjur menjadi mata-mata untuk bertaubat dan menyerahkan diri setelah dilaksanakannya eksekusi mati kemarin.

“Setelah kami mengeksekusi vonis mati yang dijatuhkan pengadilan revolusi terhadap para mata-mata di depan massa, ada beberapa mata-mata yang menyerahkan diri kepada kami dan menyatakan telah bertaubat,” demikian disebutkan dalam siaran pers Hamas.

Hamas melanjutkan, “Oleh karena itu, kami mengimbau kembali kepada orang-orang yang telah terjerembab dalam lumpur spionase untuk segera menyatakan taubatnya dan menyerahkan diri kepada salah seorang pimpinan gerakan perlawanan yang dikenal di wilayahnya. Kami akan melindungi dan memperlakukan mereka dengan baik. Termasuk juga akan menjaga nama baiknya dan keluarganya. Begitu melapor dan menyerahkan diri, mereka akan terbebas dari hukuman mati.”
Sebelumnya, pihak keamanan kota Gaza, Jumat (22/8) kemarin, telah mengeksekusi mati 18 orang yang terbukti menjadi mata-mata untuk pihak penjajah Zionis. Sebelumnya telah diselesaikan semua prosedur hukum dan birokrasi terkait para tersangka. (dakwatuna)
salam-online

(nahimunkar.com)

(Dibaca 683 kali, 1 untuk hari ini)