188 Ribu WNA China Masuk Indonesia Januari 2020 Saat Wabah Corona Asal China Sudah Menjangkit Sejak Desember 2019

Inilah beritanya.

***

 

Yasonna: 188 Ribu WNA China Masuk Indonesia pada Januari 2020


Ilustrasi foto prtlislam

 

Jakarta, CNN Indonesia — Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Hamonangan Laoly mengungkapkan ada 188 ribu warga negara asing (WNA) asal China memasuki Indonesia pada Januari 2020 atau setelah merebaknya virus corona.

Hal itu dibeberkan Yasonna dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, ketika menyampaikan data perlintasan WNA yang keluar dan masuk Indonesia setelah merebaknya wabah virus corona.

Dengan jumlah tersebut, WNA asal China paling banyak masuk ke Indonesia pada Januari 2020, disusul WNA dari Singapura, Australia, dan negara lain.


“Dari 10 negara yang warganya masuk ke Indonesia, pertama adalah China yaitu 188.000 orang, Singapura 130.000, Australia 120.000. Lalu Malaysia, India, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Inggris, dan Rusia sebanyak 722.000 orang,” kata dia dalam Rapat Kerja Komisi III yang berlangsung melalui teleconference, Rabu (1/4).

Meski demikian, Yasonna menyatakan jumlah WNA yang meninggalkan Indonesia lebih banyak ketimbang yang masuk pada Januari 2020. Ia merinci sebanyak 788.775 WNA keluar dari Indonesia pada Januari 2020. Dari jumlah itu, sebanyak 195.889 merupakan WNA dari China.

Data itu berubah pada Februari 2020. Kata Yasonna, jumlah WNA asal China yang masuk Indonesia pada bulan tersebut menurun drastis atau tidak masuk 10 besar. 


Ia menyebut penurunan terjadi karena keputusannya mengeluarkan Peraturan Menkumham Nomor 3 Tahun 2020 terkait pembatasan masuknya WNA ke Indonesia

“Yang 10 besar [di bulan Februari] itu Malaysia 91 ribu, Australia, Singapura, Jepang, India, Korea Selatan dan lain-lain,” kata dia.

Tren data yang sama terjadi pada Maret 2020. Ia mengatakan kedatangan WNA asal China sudah merosot sangat tajam.

Kebanyakan WNA yang datang ke Indonesia pada Maret berasal dari Australia, Malaysia, Singapura, Jepang, India, Inggris, Amerika Serikat, Rusia, dan Jerman.

“Tetapi jumlahnya dalam angka yang lebih kecil,” kata dia.

Yasonna menambahkan setelah keluar kebijakan pembatasan keluar masuk WNA, pemerintah tetap memberikan pengecualian bagi WNA yang sudah pemegang Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dan Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP).

“Bisa juga bagi orang asing yang memegang visa diplomatik dan visa dinas, orang pemegang izin tinggal diplomatik, tenaga bantuan medis, pangan dan kemanusiaan. Nanti kita buka itu dimungkinkan tentu dengan protokol kesehatan seperti yang berlaku,” kata Yasonna. (rzr/wis)

CNN Indonesia | Rabu, 01/04/2020 15:44 WIB

 

***

 

Cegah Corona, Kim Jong-un Terapkan Tembak di Tempat Pendatang China

 

 


 

Korea Utara mungkin satu-satunya negara yang menggunakan cara militer mencegah penyebaran virus corona.

 

Terbaru diketahui, bahwa otoritas Korut menerapkan tembak di tempat bagi pendatang dari China yang mencoba masuk ke negara Kim Jong-un itu.

 

Melansir Reuters, di mana otoritas China memerintahkan warganya untuk menjauhi area perbatasan dengan Korut demi mencegah risiko ditembak oleh tentara Korut, demikian keterangan dari warga setempat sebagaimana dipantau, Kamis.

 

Warga setempat mengatakan peringatan itu disampaikan lewat pemberitahuan tertulis yang disebar pada minggu ini. Imbauan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah Korut mencegah penyebaran virus.

 

China dan Korut berbagi wilayah perbatasan sepanjang 1.400 kilometer (880 mil). Pada musim dingin, sungai di sana kerap membeku sehingga memungkinkan warga untuk menyeberang perbatasan.

 

Warga China di Kota Jian dan Kota Baishan menerima peringatan mereka yang berada terlalu dekat dengan perbatasan kemungkinan akan ditembak oleh aparat dari Korut, demikian informasi dari tiga penduduk setempat.

 

“Kami diberi tahu kemungkinan akan tewas ditembak apabila berada terlalu dekat di wilayah perbatasan,” kata seorang pemilik restoran di Jian yang menolak menyebut identitasnya.

 

Perbatasan antara China di Kota Jian dengan Korut ditandai dengan aliran Sungai Yalu yang mengalir di wilayah kedua negara itu.

 

Menurut peringatan tersebut warga dua kota di Tiongkok itu dilarang memancing, menggembalakan ternak, atau membuang sampah dekat sungai.

 

Korut juga meminta China agar meningkatkan penjagaan di perbatasan demi mencegah kemungkinan ada warganya yang tertembak, mengingat Korut telah meningkatkan status waspada terhadap virus corona jenis baru pada level tertinggi.

 

“Petugas keamanan akan mengawasi wilayah perbatasan selama 24 jam sehari dan tiap orang yang ditemukan (mendekati perbatasan) akan ditahan oleh kepolisian China,” kata otoritas setempat dalam surat peringatan itu.

 

“Mereka yang memaksa mendekati perbatasan akan ditembak (oleh tentara Korut)”.

 

Pegawai urusan propaganda di Jian, yang menolak menyebut namanya, mengonfirmasi isi peringatan tersebut dan mengatakan petugas di perbatasan juga mengeluarkan larangan yang sama melalui pesan singkat.

 

Sampai saat ini, Kementerian Luar Negeri China belum bisa dimintai tanggapan.

 

Sebelumnya, tentara Korut telah menembak mati warganya yang diduga terinfeksi, namun melarikan diri (menolak) dikarantina, lansir TheSun.co.uk, mengutip surat kabar Korea Selatan Dong-a Ilbo, beberapa waktu lalu. (ln)

Gelora News 
5 Maret 2020

https://www.nahimunkar.org/cegah-corona-kim-jong-un-terapkan-tembak-di-tempat-pendatang-china/?

(nahimunkar.org)

 

(Dibaca 285 kali, 1 untuk hari ini)