2.638 Janin Dibunuh Klinik Raden Saleh Jakarta, Pelanggannya Mayoritas Remaja Bermobil

 

Silakan simak berita, ulasan dan Fatwa berikut ini.

 

***

2.638 Janin Diaborsi Klinik Raden Saleh, Mayoritas Remaja Bermobil

 

 

Jakarta, Penyidik Polda Metro Jaya telah mengungkap praktik aborsi janin yang dilakukan di sebuah klinik di Jalan raden Saleh, Jakarta Pusat. Menurut polisi, sudah 2.638 janin yang telah dibunuh di tempat ini dalam 15 bulan terakhir.

Lantas siapa saja pelanggan yang mendatangi tempat ini? Seorang pedagang warung kelontong, Udin mengatakan mayoritas dari pelanggan yang datang adalah remaja. Mereka ke tempat itu selalu menggunakan mobil.

Udin mengaku hampir setiap hari melihat remaja yang datang ke klinik dr Sarsanto WS tersebut.

“Yang datang banyak pakai mobil. Abis turun dari mobil langsung masuk ke dalam klinik,” kata Udin seperti dilansir dari tempo.co, Rabu (19/8/2020).

Udin menjelaskan sebelum menjadi klinik aborsi, bangunan tersebut hanya rumah biasa. Namun sejak 3 tahun yang lalu, bangunan itu disewa oleh seseorang dan menjadi klinik.

“Saya udah dagang di sini dari tahun 1993. Dulu ini cuma rumah biasa,” jelas Udin.

Warga setempat bernama Lukna, 60 tahun, bercerita bahwa para karyawan klinik aborsi kerap membeli makan di kedai yang berada di dekat rumahnya. Namun, kata Lukna, para pegawai itu tak pernah bersosialisasi dengan warga lainnya.

“Pegawainya sombong, jarang ngobrol. Mereka kalau beli makan dibungkus, nggak pernah makan di sini,” kata Lukna.

Polisi telah menetapkan 17 orang sebagai tersangka mulai dari tenaga medis, pengelola, calo hingga orang yang melakukan aborsi di tempat itu.

 
 

(Gisella Putri\Editor)

law-justice.co – Rabu, 19/08/2020 15:58 WIB

***

Sembilan Belas Bencana Akibat Aborsi


Posted on 2 Desember 2013

by Nahimunkar.org

 
 

PENGERTIAN aborsi (pengguguran janin) setidaknya terbagi ke dalam dua pemahaman besar, yaitu abortus spontan dan abortus provokatus (kini lebih dikenal dengan nama induced abortion atau procured abortion). Abortus spontan dalam bahasa awamnya biasa disebut dengan keguguran. Sedangkan abortus provokatus adalah upaya menggugurkan kandungan dengan cara-cara tertentu dan disengaja.

Abortus provokatus terbagi dua kategori. Pertama, abortus provokatus medisinalis (atau disebut juga abortus terapeutik). Kedua, abortus provokatus kriminalis.

Abortus provokatus medisinalis dilakukan oleh dokter ahli kandungan di lembaga (klinik atau Rumah Sakit) yang resmi, ada alasan medis dan alasan non medis (dalam rangka menolong atau menyelamatkan jiwa si ibu hamil), ada surat persetujuan keluarga, ada konseling psikologi dan keagamaan baik sebelum maupun sesudah aborsi.

Sedangkan abortus provokatus kriminalis, dilakukan bukan oleh ahlinya, tanpa alasan medismenyalahi etika kedokteran, dan sebagainya. Meski pelakunya seorang dokter ahli, namun bila melanggar etika kedokteran, dan tanpa ada indikasi medis, serta tidak mengantongi izin praktek, maka abortus semacam ini tetap dikategorikan sebagai abortus provokatus kriminalis, sebagaimana terjadi baru-baru ini di Jakarta.

 
 

Kasus Warakas Jakarta Utara

 
 

Sebagaimana diberitakan berbagai media massa, pada tanggal 22 Januari 2009 lalu, aparat kepolisian sebuah tempat praktek dokter yang diduga (dan kemudian terbukti) menjadi tempat berlangsungnya abortus provokatus kriminalis.

Disebut kriminalis, karena izin praktek yang dimiliki yayasan tersebut adalah praktek dokter umum bukan kebidanan. Kedua, meski pelakunya beralasan bahwa pada umumnya yang mereka layani adalah pasangan suami isteri namun belum tentu ada alasan medis yang tepat.

Dari penggerebekan yang dilakukan polisi, beberapa pelaku abortus provokatus kriminalis ditangkap, di antaranya pasangan suami istri. Mereka adalah pasangan dokter umum dan bidan yang sudah beroperasi sejak 1987 di Jl Warakas I No 17 RT 03/RW 01, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Namun baru ketahuan melakukan aborsi ilegal sejak 17 Januari 2009, padahal lokasi praktek mereka berada di tengah-tengah pemukiman padat, dan berjarak hanya sekitar 200 meter dari Mapolsek Tanjung Priok.

Pasiennya selain berasal dari Jakarta, juga berasal dari berbagai tempat seperti Bekasi dan Tangerang. Dengan biaya Rp 1,5 juta pasien bisa mendapatkan pelayanan pengguguran kandungan di tempat praktek dokter itu. Tempat ini menjadi terkenal berkat ‘promosi’ dari mulut ke mulut alias gethok tular.

 
 

Dari Dokter Gigi Hingga Dukun

 
 

Praktek aborsi ilegal (abortus provokatus kriminalis) juga dilakukan oleh seorang dokter gigi. Hal ini pernah terjadi di Denpasar, Bali. Pelakunya bernama I Ketut Arik Wiantara (38). Praktek ilegalnya terbongkar setelah jatuh korban bernama Ni Komang Asih (30), yang meninggal dunia sehari setelah menggugurkan kandungan di tempat praktek aborsi ilegal di Jl Tukad Petanu, Gang Gelatik, Denpasar, pada Sabtu 15 November 2008. Korban meninggal dunia di RSUP Sanglah, Denpasar, Minggu 16 November karena mengalami pendarahan akibat luka robek di rahim. (detiknews Senin, 17/11/2008 14:37 WIB).

Ni Komang Asih hamil akibat dari hubungan zinanya dengan Suartama yang telah beristri. Suartama kemudian mengajak korban menggugurkan kandungannya di tempat praktek I Ketut Arik Wiantara.

Dokter gigi I Ketut Arik Wiantara beberapa tahun lalu sudah membuka praktik aborsi ilegal dan pernah divonis dua tahun penjara PN Denpasar pada tahun 2005. Setahun setelah menghirup udara bebas, ia kembali membuka praktik aborsi ilegal di tempat yang sama.

Di Jakarta, praktek abortus provokatus kriminalis dilakoni seorang dukun urut bernama Kokom (56). Salah satu ‘pasiennya’ adalah Fitriani Arrazi alias Anny (17), siswi SMKN 9, Jalan Gedong Panjang, Jakarta Barat. Saat itu ia hamil 22,5 minggu akibat berzina dengan pacarnya bernama Suryadi (21).

Selama hamil, tidak ada yang tahu keadaannya yang sudah berbadan dua itu, termasuk teman-temannya di sekolah. Karena, setiap ke sekolah Anny selalu menutupi perutnya yang semakin membesar itu dengan mengenakan jaket. Namun, ia cemas akan diberhentikan dari sekolah bila ketahuan sedang hamil (di luar nikah). Maka, Anny pun menerima saran pacarnya untuk menggugurkan kandungan.

Proses pengguguran kandungan berjalan mulus, sampai akhirnya pada tanggal 6 April 2008 Rimin (45) dan Abdul Rasyid (32) warga Jl Mangga Besar XIIIA Mangga Dua Selatan Jakarta Pusat, mencium bau amis yang menyengat. Keduanya kemudian mencari sumber bau menyengat tadi. Ternyata, aroma menyengat itu berasal dari gundukan tanah di tepi sungai. Setelah digali, ada janin bayi yang masih berdarah beserta ari-arinya.

Maka, Rimin dan Abdul Rasyid pun segera melaporkan temuannya itu kepada warga sekitar, dan diteruskan dengan melaporkan ke Polsek Sawah Besar. Berdasarkan temuan tersebut, polisi melakukan penyidikan. Akhirnya, pada dini hari 9 April 2008 polisi menciduk Anny dan Suryadi, yang sedang berada di rumah Anny yang jaraknya hanya beberapa ratus meter dari tempat penguburan janin. Berdasarkan hasil visum, diketahui bayi dipaksa untuk keluar hingga janin mati.

Berdasarkan rasa kemanusiaan dan mengingat pelaku masih berstatus pelajar, kepolisian memutuskan untuk tidak menjebloskan Anny ke dalam tahanan. Namun, Suryadi dan dukun urut Kokom ditahan hingga proses hukum selesai. Beruntung nyawa Anny tidak melayang bersama sang janin. Praktek abortus provokatus kriminalis memang sangat riskan, ibarat menjemput maut.

Hal tersebut terjadi pada diri Novila Sutiana (21) warga Dusun Gegeran, Desa Sukorejo, Kabupaten Ponorogo. Novila berpacaran dengan Santoso (38) warga Desa Tempurejo, Kecamatan Wates, Kediri, yang masih tergolong pamannya sendiri, dan melakukan perzinaan. Ketika usia kehamilan Novila berusia 5 minggu, mereka mendatangi seorang bidan bernama Endang Purwatiningsih (40) di Desa Tunge, Kecamatan Wates, Kediri, untuk melakukan aborsi.

Sejak 14 Mei 2008, mereka melakukan konsultasi dan pembicaraan mendetail dengan bidan Endang. Akhirnya dicapai kesepakatan, aborsi dilakukan 17 Mei 2008 dengan biaya sebesar Rp 2 juta. Proses aborsi dilakukan bidan di klinik tempatnya bekerja yang sekaligus rumah tinggalnya.

Ketika itu, bidan Endang menyuntikkan sesuatu di bagian kiri bokong Novila. Selang satu jam, sang bidan kembali menyuntikkan vitamin ke bagian kanan bokong Novila. Maksudnya, agar cepat mengalami kontraksi dan janin dalam kandungan Novila dapat keluar dengan sendirinya. Namun perkiraan bidan meleset. Hingga beberapa jam kemudian Novila tak kunjung mengalami kontraksi. Akibatnya, Novila meninggalkan lokasi klinik bidan dan berkunjung ke rumah sahabatnya di Desa Plosoklaten.

Di tengah perjalanan tepatnya di Kecamatan Puncu, Novila muntah darah dan pingsan di jalan. Tentu saja hal ini membuat Santoso (pacar Novila) panik dan kembali menghubungi sang bidan. Atas rujukan bidan dan pertolongan warga, Novila dilarikan ke RSUD Pelem Pare, namun di tengah perawatan korban meninggal dunia. (detiknews Minggu, 18/05/2008 10:44 WIB)

 
 

Persoalan Serius

 
 

Menurut Fatni Sulani, Direktur Dinas Kesehatan Anak Departemen Kesehatan, kasus aborsi di Indonesia merupakan persoalan serius, karena jumlah aborsi yang terdata jauh lebih sedikit dibandingkan angka sebenarnya. Merujuk hasil penelitian Badan Kesehatan Dunia (WHO) sampai pertangahan 2008, sekitar 2,5 juta perempuan Indonesia melakukan aborsi. Dan 60 persen di antaranya dilakukan dengan cara tidak aman. Menurut Prof. Dr H. Jurnalis Uddin, P.AK, Guru Besar Universitas YARSI Jakarta, praktik aborsi di Indonesia tetap tinggi setiap tahunnya, data tersebut belum termasuk kasus aborsi yang dilakukan di jalur non medis (dukun).

Menurut Jurnalis, penelitian pada beberapa fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan lembaga kesehatan lainnya menunjukkan bahwa fenomena aborsi di Indonesia perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat. Dari penelitian WHO diperkirakan 20-60 persen aborsi di Indonesia adalah aborsi disengaja (induced abortion). Penelitian di 10 kota besar dan enam kabupaten di Indonesia memperkirakan sekitar 2 juta kasus aborsi, 50 persennya terjadi di perkotaan.

Kasus aborsi di perkotaan dilakukan secara diam-diam oleh tenaga kesehatan (70%), sedangkan di pedesaan dilakukan oleh dukun (84%). Klien aborsi terbanyak berada pada kisaran usia 20-29 tahun. Masih ada lagi data gelap kasus aborsi, yaitu mereka yang melakukan aborsi tanpa bantuan orang lain, yaitu mereka yang mengkonsumsi obat-obatan tertentu. Apalagi, obat-obatan tertentu yang bisa digunakan untuk mengugurkan janin ini mudah diperoleh via internet. Ada situs yang memiliki 5 pilihan bahasa, menjual  2 jenis obat keras seharga 55 poundsterling. Bila dikombinasikan, kedua obat tadi digunakan untuk menggugurkan janin berusia lebih dari 9 minggu. Untuk membeli kedua obat keras tersebut, peminat harus mengisi lebih dari 25 pertanyaan menyangkut alasan-alasan mereka ingin melakukan aborsi.

 
 

Resiko Aborsi

 
 

Menurut www.aborsi.org, aborsi memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan maupun keselamatan seorang wanita. Ada dua macam resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi, pertama, resiko kesehatan dan keselamatan secara fisikKedua, resiko gangguan psikologis.

Pada saat melakukan aborsi  dan setelah melakukan aborsi ada beberapa resiko kesehatan dan keselamatan fisik yang akan dihadapi seorang wanita, yaitu:

 
 

01.   Kematian mendadak karena pendarahan hebat.

02.   Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal.

03.   Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan.

04.   Rahim yang sobek (Uterine Perforation).

05.   Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya.

06.   Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita).

07.   Kanker indung telur (Ovarian Cancer).

08.   Kanker leher rahim (Cervical Cancer).

09.   Kanker hati (Liver Cancer).

10.   Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya.

11.   Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi (Ectopic Pregnancy).

12.   Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease).

13.   Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis) .

 
 

Sedangkan resiko kesehatan mental yang akan dialami wanita yang melakukan aborsi adalah:

 
 

01.   Kehilangan harga diri.

02.   Berteriak-teriak histeris.

03.   Mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi.

04.   Ingin melakukan bunuh diri.

05.   Mulai mencoba menggunakan obat-obat terlarang.

06.   Tidak bisa menikmati lagi hubungan seksual.

 
 

Di luar hal-hal tersebut di atas para wanita yang melakukan aborsi akan dipenuhi perasaan bersalah yang tidak hilang selama bertahun-tahun dalam hidupnya. Oleh karena itu, yang perlu disadari oleh para wanita adalah, bahwa sesungguhnya aborsi bukanlah jalan keluar dari suatu masalah. Bahkan aborsi hanya akan membuat suatu permasalahan menjadi kian besar.

Pada dasarnya, tidak ada satu pun alasan yang tepat untuk melakukan aborsi. Karena, sekecil apapun sebuah janin, ia adalah ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan tidak seorang manusia pun yang berhak mengeliminasinya. Pada usia satu bulan janin sudah memiliki jaringan syaraf, dan pada hari ke 24 jantungnya sudah mulai berdetak. Dengan demikian, aborsi merupakan tindakan pembunuhan dengan berbagai alasan yang dibuat-buat, dicari-cari dan tidak masuk akal.

Keputusan untuk melakukan aborsi biasanya ditempuh oleh mereka yang sedang mengalami depresi atau kebingungan. Oleh karena itu, jangan mengambil keputusan saat sedang mengalami depresi, putus asa atau kecewa. Dalam keadaan tenang, sehat dan dapat berpikir jernih, keputusan untuk melakukan aborsi sama sekali tidak terlintas.

 
 

Zina kemudian aborsi, dosa ganda

Merajalelanya perzinaan dan kemudian kalau hamil, kejahatan berzina itu dilanjutkan dengan pembunuhan janin; itu dosa besar kwadrat. Bentuk kedzaliman yang nyata, dosa besar ganda. Maka upaya untuk memberantasnya mesti harus dilakukan secara serius dan terus menerus oleh pihak yang berwajib dan juga masyarakat, sesuai dengan kedudukan dan porsi masing-masing mengenai kewenangannya. Amar ma’ruf dan nahi munkar (menyuruh kebaikan dan mencegah keburukan) harus senantiasa dilangsungkan di masyarakat.

Wahai Ummat Islam, takutlah ancaman Allah Ta’ala;

وَاتَّقُوْا
فِتْنَةً
لاَ
تُصِيْبَنَّ
الَّذِيْنَ
ظَلَمُوْا
مِنْكُمْ
خَاصَّةً
وَاعْلَمُوْا
أَنَّ
اللهَ
شَدِيْدُ
اْلعِقَابِ

25.  Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. (Al-Anfaal: 25).

 
 

لَمْ
تَظْهَرْ
الْفَاحِشَةُ
فِي
قَوْمٍ
قَطُّ
فَيُعْلِنُوا
بِهَا
إلَّا
فَشَا
فِيهِمْ
الطَّاعُونُ
وَالْأَوْجَاعُ
الَّتِي
لَمْ
تَكُنْ
مَضَتْ
فِي  أَسْلَافِهِمْ
الَّذِينَ
مَضَوْا

Tidaklah merajalela kekejian di suatu kaum sama sekali,  lantas mereka melakukan kemaksiatan secara terang-terangan kecuali mereka akan dilanda penyakit wabah dan penyakit yang belum pernah terjadi pada umat dahulu-dahulunya yang telah lalu. (HR (HR Ibnu Majah, Abu Nu’aim, Al-Hakim, Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, dan Ibnu ‘Asakir, hasan-shahih menurut Syaikh Al-Albani).

عَنِ
ابْنِ
عَبَّاسٍ
رَضِيَ
اللَّهُ
عَنْهُمَا
،
قَالَ : قَالَ
رَسُولُ
اللَّهِ
صَلَّى
اللَّهُ
عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ:  إذَا
ظَهَرَ
الزِّنَا
وَالرِّبَا
فِي
قَرْيَةٍ
فَقَدْ
أَحَلُّوا
بِأَنْفُسِهِمْ
عَذَابَ
اللَّهِ
.

Dari Ibnu Abbas rhadhiyallahu ‘anhuma, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Apabila zina dan riba telah tampak nyata di suatu kampung maka sungguh mereka telah menghalalkan adzab Allah untuk diri-diri mereka. (Hadits Riwayat Al-Hakim dengan menshahihkannya dan lafadh olehnya, At-Thabrani, dan Al-Baihaqi, dishahihkan oleh Al-Albani dan Adz-Dzahabi).

1558 حَدِيثُ
أَنَسِ
بْنِ
مَالِكٍ
رَضِيَ
اللَّهُ
عَنْهُ
قَالَ : قَالَ
رَسُولُ
اللَّهِ
صَلَّى
اللَّهُ
عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ
مِنْ
أَشْرَاطِ
السَّاعَةِ
أَنْ
يُرْفَعَ
الْعِلْمُ
وَيَثْبُتَ
الْجَهْلُ
وَيُشْرَبَ
الْخَمْرُ
وَيَظْهَرَ
الزِّنَا
*.

1558 Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a, ia berkata: Rasulullah s.a.w bersabda: Di antara tanda-tanda hampir Kiamat ialah terhapusnya ilmu Islam, meratanya kejahilan, ramainya peminum arak dan perzinaan dilakukan secara terang-terangan * (Muttafaq ‘alaih/ HR Al-Bukhari dan Muslim).

Zina adalah kejahatan besar, berdosa besar. Menggugurkan kandungan yang bila termasuk membunuh jiwa maka termasuk kejahatan besar, berdosa besar. Dosa besar ditambah lagi dengan dosa besar yang kadang dilakukan dengan resiko habisnya umur alias mati terjadi di mana-mana. Astaghfirullah… makin banyaknya praktek zina, menggugurkan kandungan, dan resiko mati akibat tindak kejahatan ganda itu tidak pantas untuk didiamkan. Maka wajib dicegah.

Sarana-sarana yang menjurus kepada perzinaan seperti tempat-tempat karaoke pun mestinya dibersihkan dari masyarakat. Di samping rawan perzinaan, tempat-tempat maksiat itu rawan narkoba dan minuman keras. Tetapi anehnya, seorang Inul Daratista yang penampilannya joget goyang ngebor sering dicekal di mana-mana, baik di daerah-daerah di Indonesia maupun di Malaysia, justru dia sudah mendirikan 19 karaoke di Jakarta dan berbagai kota dengan nama Inul Vista atau Vizta. Karaoke milik Inul ratu maksiat goyang ngebor itu menurut pengakuan netter yang mengunjunginya, dijajakan pula aneka minuman keras. Pantas saja Ummat Islam Depok, Dewan Dakwah bersama anggota DPRD memprotes keberadaan karaoke Inul Vista di Depok, Januari 2009.

Yang lebih menyakitkan Ummat Islam,pembukaan karaoke Inul Vista di Depok Jawa Barat itu peresmiannya didoakan langsungoleh orang yang disebut KyaiHaji,berpeci putih, jubah putih, dan berselendang sorban hijau denganmenadahkan tangan, komat-kamit berdoa di samping Inulyang menggunting rangkaian bunga pertanda dibukanya tempat maksiat itu. Astaghfirullaah…

Keruan saja kasus itu membuat geram Ummat Islam, dan mengingkari perbuatan Kyai Haji yang konon namanya Ruslan itu. Sarana yang menjurus ke arah perzinaan dan maksiat yang ujung-ujungnya aborsi  telah disemarakkan bahkan dengan mengatas namakan Islam yakni orang yang disebut Kyai Haji dengan penampilan ulama, lengkap dengan sorban hijau, jubah putih dan peci putihnya.

 
 

Fatwa Haramnya Aborsi

 
 

Tidak Boleh Aborsi Kecuali Darurat

 
 

Soal:

Apa hukum pengguguran kehamilan jika masa hamil telah mencapai 35 hari dengan kesepakatan bersama sang suami atasnya dengan pengetahuan adanya pencegah kehamilan yang alami?

 
 

Jawab:

Tidak diperbolehkan menggugurkan janin walau bentuknya belum mencapai 40 hari. Karena air mani dengan darah-darah saat itu sudah hampir berbentuk menjadi makhluk ciptaan. Dan dalam penggugurannya ada penentangan terhadap asal penciptaan manusia. Tidak ada pengaruh terhadap sepakat atau tidaknya  suami dalam perkara seperti ini, sebagaimana tidak adanya ungkapan dengan keberadaan pencegah kehamilan atau ketidak adaannya. Karena aborsi hanya diperbolehkan jika kehamilan itu mengundang darurat seperti khawatir akan kehidupan sang ibu, atau ia terkena penyakit yang bisa menyebabkan kerusakan terhadap kesehatannya dan sebagainya.

Wallahu a’lam.

Mufti markaz Fatwa dengan bimbingan Dr Abdullah Al-Faqih. (islamweb/ 17 Shafar 1424),

 
 

 
 

Pengguguran Kandungan Adalah Kejahatan/ Dosa Besar

Soal:

Apakah boleh menggugurkan kandungan jika janin belum mencapai 4 bulan dan hal itu dilakukan karena keberadaan 5 anak kecil dan yang terkecil berumur satu setengah tahun dan kelahiran akan terjadi di selain Negara kami?

 
 

Jawab:

 Sesungguhnya aborsi adalah haram secara syar’i. Dia termasuk upaya pengrusakan di muka bumi dan pemutus keturunan.

Allah berfirman:

وَإِذَا
تَوَلَّى
سَعَى
فِي
الْأَرْضِ
لِيُفْسِدَ
فِيهَا
وَيُهْلِكَ
الْحَرْثَ
وَالنَّسْلَ
وَاللَّهُ
لا
يُحِبُّ
الْفَسَادَ

 
 

Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan keturunan, dan Allah tidak menyukai kebinasaan. (QS Al-Baqarah: 205).

 
 

Pengharaman dan dosa itu menjadi lebih besar lagi jika masa kehamilan telah mencapai 4 bulan, karena saat itu merupakan tahap ditiupkan ruh ke janin, maka hal itu merupakan pembunuhan jiwa yang Allah haramkan.

          Pengharaman menjadi lebih besar lagi jika pengguguran disebabkan karena takut miskin seperti yang dilakukan oleh orang Jahiliyyah. Allah telah melarang hal itu dan mensifatinya dengan kesalahan yang besar. Maka Allah Ta’ala berfirman:

 
 

وَلا
تَقْتُلُوا
أَوْلادَكُمْ
خَشْيَةَ
إِمْلاقٍ
نَحْنُ
نَرْزُقُهُمْ
وَإِيَّاكُمْ
إِنَّ
قَتْلَهُمْ
كَانَ
خِطْئاً
كَبِيراً
 [الإسراء:31].

31.  Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar. (QS Al-Israa’/ 17: 31).

 
 

Wallahu a’lam.

Mufti Markaz Fatwa dengan bimbingan Dr Abdullah Al-Faqih. (islamweb/ 17 Shafar 1424). (haji/tede)

 
 

 
 

Teks Fatwa-fatwa Haramnya Aborsi:

فتاوى
الشبكة
الإسلامية
معدلة
 – (ج 5/ ص 989)

رقم
الفتوى
 30866 لا
يجوز
الإجهاض
إلا
لضرورة

تاريخ
الفتوى
 : 17 صفر 1424

السؤال

السلام
عليكم
ورحمة
الله
وبركاته

أرجو
الإجابة
على
السؤال
التالي
مع
جزيل
الشكر

ما
حكم
إجهاض
الحامل
إذا
كانت
مدة
الحمل
 35 يوماً
لتاريخ
اليوم
مع
موافقة
الزوج
على
الإجهاض
مع
العلم
بوجود
مانع
طبيعي
لعدم
الحمل؟
ولكم
الشكر
.

الفتوى

الحمد
لله
والصلاة
والسلام
على
رسول
الله
وعلى
آله
وصحبه
أما
بعد
:

فلا
يجوز
إجهاض
الجنين
ولو
كان
قبل
اكتمال
أربعين
يوماً
على
تكوينه،
لأن
النطفة
بالعلوق
تكون
آيلة
للتخلق،
وفي
إسقاطها
اعتداء
على
أصل
خلق
الإنسان،
وفي
هذا
من
الإفساد
والإهلاك
ما
هو
واضح
معلوم،
ولا
تأثير
لموافقة
الزوج
أو
عدم
موافقته
في
مثل
هذا
الأمر،
كما
أنه
لا
عبرة
بوجود
مانع
للحمل
أو
عدم
وجوده،
علماً
بأن
الإجهاض
يجوز
إذا
دعت
إليه
الضرورة
كالخوف
على
حياة
الأم
من
استمراره،
أو
إصابتها
بمرض
يستديم
معها
أثره
مما
يؤدي
إلى
الإخلال
بحياتها،
ونحو
ذلك
.

والله
أعلم
.

المفتي: مركز
الفتوى
بإشراف
د.عبدالله
الفقيه

فتاوى
ذات
صلة

حكم
تنظيم
النسل

لا
يجوز
الإجهاض
تحت
أي
ذريعة
مالم
يكن
هناك
تضرر
ببقاء
الجنين

قرار
المجمع
الفقهي
حول
تحديد
النسل

المزيد

30867

إسقاط
الحمل
جريمة
كبيرة

الفهرس » فقه
الأسرة
المسلمة » النكاح » الحقوق
الزوجية » العزل
وتحديد
النسل
والإجهاض
 (255)

 
 

فتاوى
الشبكة
الإسلامية
معدلة
– (ج 5/ ص 990)

رقم
الفتوى
 30867 إسقاط
الحمل
جريمة
كبيرة

تاريخ
الفتوى
 :17 صفر 1424

السؤال

هل
يجوز
إسقاط
الحمل
إذا
لم
يبلغ
 4 أشهر
وذلك
لوجود
 5 أطفال
صغار
والصغرى
تبلغ
عاماً
ونصفاً

وستكون
الولادة
فى
غير
وطننا؟

الفتوى

الحمد
لله
والصلاة
والسلام
على
رسول
الله
وعلى
آله
وصحبه
أما
بعد
:

فإن
إسقاط
الحمل
محرم
شرعاً،
فهو
من
الإفساد
في
الأرض
وإهلاك
النسلقال
الله
تعالى: وَإِذَا
تَوَلَّى
سَعَى
فِي
الْأَرْضِ
لِيُفْسِدَ
فِيهَا
وَيُهْلِكَ
الْحَرْثَ
وَالنَّسْلَ
وَاللَّهُ
لا
يُحِبُّ
الْفَسَادَ
 [البقرة:205].

ويشتد
التحريم
وتعظم
الجريمة
إذا
وصل
الحمل
إلى
أربعة
أشهر،
وهي
المرحلة
التي
تنفخ
فيها
الروح،
فيكون
من
قتل
النفس
التي
حرم
الله
إلا
بالحق
.

ويكون
التحريم
أشد
إذا
كان
الباعث
على
ذلك
خشية
الإملاق
كما
كان
أهل
الجاهلية
يفعلون،
وقد
نهى
الله
تعالى
عن
ذلك
ووصفه
بالخطأ
الكبير
.

فقال
الله
تعالى: وَلا
تَقْتُلُوا
أَوْلادَكُمْ
خَشْيَةَ
إِمْلاقٍ
نَحْنُ
نَرْزُقُهُمْ
وَإِيَّاكُمْ
إِنَّ
قَتْلَهُمْ
كَانَ
خِطْئاً
كَبِيراً
 [الإسراء:31].

ولمزيد
من
الفائدة
نرجو
الاطلاع
على
الفتوى
رقم
: 2016 .

والله
أعلم
.

المفتي: مركز
الفتوى
بإشراف
د.عبدالله
الفقيه

فتاوى
ذات
صلة

حكم
تنظيم
النسل

لا
يجوز
الإجهاض
تحت
أي
ذريعة
مالم
يكن
هناك
تضرر
ببقاء
الجنين

قرار
المجمع
الفقهي
حول
تحديد
النسل

 
 

 
 

***

Pelaku Dosa Besar Aborsi 62 Persen ABG

Posted on 22 Desember 2011

by Nahimunkar.org


Ilustrasi: batampos.co.id

Dua juta kasus kejahatan berdosa besar berupa aborsi (pengguguran kandungan) telah terjadi tahun 2008. Selanjutnya pada tahun-tahun berikutnya kejahatan pengguguran kandungan (aborsi) itu terus meningkat rata-rata 15 persen. Celakanya, 62 persen pelakunya melibatkan anak-anak di bawah umur 18 tahun alias ABG (anak baru gede).

Di antara penyebabnya adalah pergaulan bebas akibat markanya pornografi. Dengan maraknya tayangan pornografi ini, diperkirakan ada sekitar 83,7 persen anak kelas IV dan V sudah kecanduan nonton film biru.

Ketika para remaja yang syahwatnya digoncang oleh film porno itu ramai-ramai berzina, maka jutaan manusia melakukan aborsi, dan kebanyakan pelaku kejahatan sex yang dilanjutkan dengan pengguguran kandungan itu  justru ABG. Bejatnya moral itu sudah diantisipasi dengan fatwa yang mengharamkan aborsi. Namun mereka nekat.

Di antara isi fatwa MUI tentang aborsi:

  • Aborsi haram hukumnya sejak terjadinya implantasi blastosis pada dinding rahim ibu (nidasi). (FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA NOMOR : 4 TAHUN 2005 Tentang A B O R S I)

Banyaknya kasus aborsi bahkan oleh para ABG, inilah beritanya. Kemudian dilanjutkan dengan teks lengkap fatwa MUI tentang haramnya aborsi.

***

Rabu, 21 Desember 2011 , 09:24:00

62 Persen Pelaku Aborsi ABG

JAKARTA–Rangkuman kasus aborsi yang direkam Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) perlu dibuat pelajaran. Kasus aborsi mulai 2008 hingga 2010 terus meningkat. Celakanya, 62 persen pelakunya melibatkan anak-anak di bawah umur.

Komnas PA memperkirakan, selama kurun waktu tadi, kenaikan angka kasus aborsi rata-rata 15 persen setiap tahun. Pada 2008 ditemukan ada dua juta jiwa anak korban aborsi. Tahun berikutnya, anak korban aborsi bertambah 300 ribu jiwa. Pada 2010, bertambah lagi 200 ribu jiwa.

Sekretaris Jenderal Komnas PA, Samsul Ridwan di Jakarta, kemarin menuturkan, kasus aborsi semakin mencolok di kota-kota besar. Dia mencontohkan, di DKI Jakarta selama 2011 ini tercatat ada 406 kasus aborsi. “Di balik data tadi, yang paling mencengangkan adalah lebih dari separuh pelaku aborsi adalah anak di bawah umur,” tandasnya. Anak-anak ini baru berumur kurang dari 18 tahun.
Samsul mengatakan, praktik aborsi yang paling dominan, sekitar dilakukan 37 persen pelakunya adalah dengan cara kuret atau pembersihan rahim. Kemudian, 25 persen kasus aborsi selanjutnya dilakukan melalui oral dengan meminum pil tertentu dan pijatan. Selanjutnya, 13 persen kasus aborsi dilakukan dengan cara suntik, lalu delapan persen dengan cara memasukkan benda asing ke dalam rahim. “Selain itu ada cara jamu dan akupunktur,” tandasnya.

Komnas PA menganalisis melonjaknya angka abrosi, terutama yang melibatkan anakanak di bawah umur, dipicu karena maraknya tayangan yang berbau pornografi. Dengan tayangan ini, anak-anak terangsang untuk melakukan hubungan seks sebelum nikah. Celakanya, akibat dari perbuatan ini, si anak perempuan akhirnya hamil di luar nikah. “Selama tahun ini kami menerima 22 kasus pengaduan tentang pornografi siswa SMP dan SMA,” ungkap Samsul.

Dengan maraknya tayangan pornografi ini, diperkirakan ada sekitar 83,7 persen anak kelas IV dan V sudah kecanduan nonton film biru. Untuk itu, Komnas PA menekankan adanya peningkatan pendidikan budi pekerti yang ditamankan sejak dini. Dengan cara ini, trend anak-anak menjadi pelaku aborsi bisa ditekan. Selain itu juga perlu memberikan pendidikan seks kepada anakanak.

Selain melansir kencenderungan aborsi yang dilakukan anak di bawah umur, Komnas PA juga memaparkan kasus tawuran pelajar selama 2011. Mereka menyebut, ada 128 kasus tawuran pelajar yang memakan korban tewas 82 pelajar. “Ini belum korban yang luka berat atau ringan,” ujar Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait.

Dia mengatakan, fenomena tingginya angka tawuran pelajar ini disebabkan kurangnya sosialisasi mengenai tanggung jawab pelajar dengan lingkungan sekitar. Akibat dari lemahnya sosialisasi tanggung jawab tadi, pelajar mudah diajak rekan-rekannya berkelahi sesama pelajar. Menurut Arist, anak atau pelajar yang terlibat tawuran cenderung mengalami gangguan emosional dan sangat reaktif. Anak-anak ini mudah sekali tersulut emosinya.

“Ciri lainnya mereka sulit mengontrol diri, cenderung liar dan terlihat jahat,” kata dia Komnas PA meminta pemerintah lebih kuat lagi melakukan sosialisasi atau kampanye antikekerasan. Dengan upaya ini, Arist optimis bisa menekan budaya tawuran di kalangan pelajar. Ia mengutarakan, anak itu adalah peniru yang ulung. Mereka cenderung meniru apa yang dilihat di rumah, sekolah dan lingkungan sosial lainnya. “Untuk itu, setiap lingkungan tadi harus menjadi sasaran sosialisasi,” harap Arist. (wan) http://www.radar-bogor.co.id/index.php?rbi=berita.detail&id=85795

 ***

 2 Juta Perempuan Indonesia Lakukan Aborsi Tiap Tahun

Wednesday, 19 October 2011 14:59

mediaumat.com- Meski tindakan aborsi merupakan tindakan yang dilarang agama, namun tidak sedikit perempuan Indonesia yang melakukan hal ini. Bahkan sekitar 1 hingga 2 juta perempuan Indonesia melakukan aborsi setiap tahun.

Tindakan aborsi dilakukan akibat kehamilan yang tak diinginkan, baik karena kegagalan kontrasepsi, ataupun akibat hubungan zina.

“Aborsi di Indonesia menurut ahli demografi kesehatan masyarakat, lebih dari 1 juta bahkan ada yang mengatakan hingga 2 juta per tahun,” ujar Prof. Dr. Muhadjir Darwin, MPA, Ketua Panitia ‘The 6th Asia Pacific Conference on Reproductive and Sexual Health and Right 2011‘, saat konferensi pers di Grha Sabha Pramana, Yogyakarta, Rabu (19/10/2011) seperti yang dikutip detik.com.

Menurut Prof Muhadjir, sebagian besar dari jumlah tersebut merupakan aborsi yang dilakukan oleh remaja. Dan sebagian besar lagi dilakukan secara tidak aman karena tidak ada pelayanan aborsi legal di Indonesia.

“Di beberapa klinik ada pelayanan aborsi tapi untuk pasangan menikah dengan alasan kegagalan kontrasepsi. Tapi tidak ada untuk remaja,” lanjut Prof Muhadjir.

Tidak semua remaja yang mengalami kehamilan tak diinginkan melakukan aborsi. Ada beberapa remaja yang ingin melanjutkan kehamilan dengan berbagai cara.

Besarnya angka tersebut tentu tak luput dari pengaruh sistem sekuler di negeri ini. Disamping itu, melalui program KB pemerintah semakin gencar mengkampanyekan penundaan usia pernikahan dan kampanye kondom. Turut pula media ikut menyumbang melalui kampanye kehidupan liberal dan seks bebas melalui tontonan di TV. [] kh/dtk

***

 

 25 Februari 2008

Kasus Aborsi 2,5 Juta Setahun

SURABAYA– Kendati dilarang baik oleh KUHP, undang-undang, maupun fatwa MUI dan majelis tarjih Muhammadiyah, praktik aborsi (pengguguran kandungan) di Indonesia tetap tinggi. Tiap tahun mencapai 2,5 juta kasus.

“Data tersebut belum termasuk kasus aborsi di jalur nonmedis (dukun),” kata Guru Besar Universitas YARSI Jakarta, Prof Dr H Jurnalis Uddin PAK dalam seminar dan lokakarya ‘Sosialisasi Buku Reinterpretasi Hukum Islam tentang Aborsi’ di Hotel Santika, Surabaya, Sabtu (23/2).

Menurut dia, penelitian pada beberapa fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan lembaga kesehatan lainnya menunjukkan bahwa fenomena aborsi di Indonesia perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat.

Dari penelitian WHO diperkirakan 20-60 persen aborsi di Indonesia adalah disengaja (induced abortion). Penelitian di 10 kota besar dan enam kabupaten di Indonesia memperkirakan sekitar 2 juta kasus aborsi, 50 persennya terjadi di perkotaan.

Kasus aborsi di perkotaan dilakukan secara diam-diam oleh tenaga kesehatan (70%), sedangkan di pedesaan oleh dukun (84%). Klien aborsi terbanyak berada pada kisaran usia 20-29 tahun.

Perempuan yang tidak menginginkan kehamilannya tersebut, kata Jurnalis Uddin, dikarenakan beberapa faktor. Antara lain, hamil karena perkosaan, janin dideteksi punya cacat genetik, alasan sosial ekonomi, ganguan kesehatan, KB gagal, dan lainnya.

“Biasanya hamil karena perkosaan akan menderita gangguan fisik dan jiwa berat seumur hidup,” terangnya.

Praktik aborsi, kata dia, dilarang keras oleh UU Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan dan fatwa MUI Nomor 4 tahun 2005 tentang Larangan Aborsi.(ant-60)

(/http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2008/02/25/2425/Kasus-Aborsi-25-Juta-Setahun

***

FATWA
MAJELIS ULAMA INDONESIA

NOMOR : 4 TAHUN 2005

Tentang
A B O R S I

Bismillahirrahmaanirrahiim

Majelis Ulama Indonesia, setelah

Menimbang :

  1. bahwa akhir-akhir ini semakin banyak terjadi tindakan aborsi yang dilakukan oleh masyarakat tanpa memperhatikan tuntunan agama;
  2. bahwa aborsi tersebut banyak dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak memiliki kompetensi sehingga menimbulkan bahaya bagi ibu yang mengandungnya dan bagi masyarakat umumnya;
  3. bahwa aborsi sebagaimana yang tersebut dalam point a dan b telah menimbulkan pertanyaan masyarakat tentang hukum melakukan aborsi, apakah haram secara mutlak ataukah boleh dalam kondisi-kondisi tertentu;
  4. bahwa oleh karena itu, Majelis Ulama Indonesia memandang perlu menetapkan fatwa tentang hukum aborsi untuk dijadikan pedoman.

Mengingat :

  1. Firman Allah SWT :
  2. Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapak, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka; dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar”. Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami (nya). (QS. al-An`am[6]:151).
    “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah dosa besar.” (QS. al-Isra`[17]:31).
  3. “Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka. Dan orang-orang yang berkata: “Ya, Tuhan kami, jauhkan azab Jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal”. Sesungguhnya Jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alas an) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.” (QS. al-Furqan[25]:63-71).
    “Hai Manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.” (QS. al-Hajj[22]:5)
    “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging, Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.” (QS: al-Mu`minun[23]:12-14)
  4. “Seseorang dari kamu ditempatkan penciptaannya di dalam perut ibunya dalam selama empat puluh hari, kemudian menjadi `alaqah selama itu pula (40 hari), kemudian menjadi mudhghah selama itu pula (40 hari); kemudian Allah mengutus seorang malaikat lalu diperintahkan empat kalimat (hal), dan dikatakan kepadanya: Tulislah amal, rizki dan ajalnya, serta celaka atau bahagia-(nya); kemudian ditiupkan ruh padanya.” (Hadits riwayat Imam al-Bukhari dari `Abdullah).
    “Dua orang perempuan suku huzail berkelahi. Lalu satu dari keduanya melemparkan batu kepada yang lain hingga membunuhnya dan (membunuh pula) kandungannya. Kemudian mereka melaporkan kepada Rasulullah. Maka, beliau memutuskan bahwa diat untuk (membunuh) janinnya adalah (memberikan) seorang budak laki-laki atau perempuan.”(Hadist muttafaq `alaih –riwayat Imam al-Bukhari dan Muslim- dari Abu Hurairah; lihat `Abdullah bin`Abdur Rahman al-Bassam, Tawdhih al-Ahkam min Bulugh al-Maram, [Lubnan: Mu`assasah al-Khidamat al-Thiba`iyyah, 1994], juz V, h.185):
  5. “Tidak boleh membahakan diri sendiri dan tidak boleh pula membahayakan orang lain.”(Hadist riwayat Ibnu Majah dari `Ubadah bin al-Shamit, Ahmad dari Ibn `Abbas, dan Malik dari Yahya).
  6. Qaidah Fiqih :
  7. “Menghindarkan kerusakan (hal-hal negatif) diutamakan dari pada mendatangkan kemaslahatan.”
    “Keadaan darurat membolehkan hal-hal yang dilarang (diharamkan).”
  8. “Hajat terkadang dapat menduduki keadaan darurat.”

Memperhatikan :

  1. Pendapat para ulama :
  2. Imam al-Ghazali dari kalangan mazhab Syafi`I dalah Ihya` `Ulum al-Din, tahqiq Sayyid `Imrab (al-Qahirah: Dar al-Hadits, 2004), juz II, hal.67 : jika nutfah (sperma) telah bercampur (ikhtilah) dengan ovum di dalam rahim dan siap menerima kehidupan (isti`dad li-qabul al-hayah), maka merusaknya dipandang sebagai tindak pidana (jinayah).
  3. Ulama Al-Azhar dalam Bayan li-an-Nas min al-Azhar asy-Syarif (t.t.: Mathba`ah al-Mushhaf al-Syarif, t.th.), juz II, h. 256 :
  4. Jika aborsi dilakukan sebelum nafkhi ar-ruh, maka tentang hukumnya terdapat empat pendapat fuqaha`.Pertama, boleh (mubah) secara mutlak, tanpa harus ada alasan medis (`uzur); ini menurut ulama Zaidiyah, sekelompok ulama Hanafi –walaupun sebagian mereka membatasi dengan keharusan adanya alasan medis, sebagian ulama Syafi`i, serta sejumlah ulama Maliki dan Hanbali.Kedua, mubah karena adala alasan medis (`uzur) dan makruh jika tanpa `uzur; ini menurut ulama Hanafi dan sekelompok ulama Syafi`i. Ketiga, makruh secara mutlak; dan ini menurut sebagian ulama Maliki. Keempat,haram; ini menurut pendapat mu`tamad (yang dipedomani) oleh ulama Maliki dan sejalan dengan mazhab Zahiri yang mengharamkan `azl (coitus interruptus); hal itu disebabkan telah adanya kehidupan pada janin yang memungkinkannya tumbuh berkembang.
    Jika aborsi dilakukan setelah nafkhi ar-ruh pada janin, maka semua pendapat fuqaha` menunjukkan bahwa aborsi hukumnya dilarang (haram) jika tidak terdapat `uzur; perbuatan itu diancam dengan sanksi pidana manakala janin keluar dalam keadaan mati; dan sanksi tersebut oleh fuqaha` disebut dengan ghurrah.
  5. Syaikh `Athiyyah Shaqr (Ketua Komisi Fatwa Al-Azhar) dalam Ahsan al-Kalam fi al-Taqwa, (al-Qahirah: Dar al-Ghad al-`Arabi, t.th.), juz IV, h. 483:
  6. Jika kehamilan (kandungan) itu akibat zina, dan ulama mazhab Syafi`i membolehkan untuk menggugurkannya, maka menurutku, kebolehan itu berlaku pada (kehamilan akibat) perzinaan yang terpaksa (perkosaan) di mana (si wanita) merasakan penyesalan dan kepedihan hati. Sedangkan dalam kondisi di mana (si wanita atau masyarakat) telah meremehkan harga diri dan tidak (lagi) malu melakukan hubungan seksual yang haram (zina), maka saya berpendapat bahwa aborsi (terhadap kandungan akibat zina) tersebut tidak boleh (haram), karena hal itu dapat mendorong terjadinya kerusakan (perzinaan).
  7. Fatwa Munas MUI No.1/Munas VI/MUI/2000 tentang Aborsi.
  8. Rapat Komis Fatwa MUI, 3 Februari 2005; 10 Rabi`ul Akhir 1426 H/19 Mei 2005 dan 12 Rabi`ul Akhir 1426 H/21 Mei 2005.

Dengan memohon taufiq dan hidayah Allah SWT

MEMUTUSKAN

Menetapkan : FATWA TENTANG ABORSI

Pertama : Ketentuan Umum

  1. Darurat adalah suatu keadaan di mana seseorang apabila tidak melakukan sesuatu yang diharamkan maka ia akan mati atau hampir mati.
  2. Hajat adalah suatu keadaan di mana seseorang apabila tidak melakukan sesuatu yang diharamkan maka ia akan mengalami kesulitan besar.

Kedua : Ketentuan Hukum

  1. Aborsi haram hukumnya sejak terjadinya implantasi blastosis pada dinding rahim ibu (nidasi).
  2. Aborsi dibolehkan karena adanya uzur, baik yang bersifat darurat ataupun hajat.
  3. Keadaan darurat yang berkaitan dengan kehamilah yang membolehkan aborsiadalah:
  4. Perempuan hamil menderita sakit fisik berat seperti kanker stadium lanjut, TBC dengan caverna dan penyakit-penyakit fisik berat lainnya yang harus ditetapkan oleh Tim Dokter.
  5. Dalam keadaan di mana kehamilan mengancam nyawa si ibu.

Keadaan hajat yang berkaitan dengan kehamilan yang dapat membolehkan aborsiadalah:

  1. Janin yang dikandung dideteksi menderita cacat genetic yang kalau lahir kelak sulit disembuhkan.
  2. Kehamilan akibat perkosaan yang ditetapkan oleh Tim yang berwenang yang didalamnya terdapat antara lain keluarga korban, dokter, dan ulama.

Kebolehan aborsi sebagaimana dimaksud huruf b harus dilakukan sebelum janin berusia 40 hari.

Aborsi haram hukumnya dilakukan pada kehamilan yang terjadi akibat zina.

Keputusan fatwa ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Agar setiap muslim yang memerlukan dapat mengetahuinya, menghimbau semua pihak untuk menyebarluaskan fatwa ini.

Ditetapkan di : Jakarta

Pada tanggal : 12 Rabi`ul Akhir 1426 H

21 Mei 2005

MAJELIS ULAMA INDONESIA

KOMISI FATWA,

Ketua                                Sekretaris

K.H. Ma`ruf Amin               Hasanudin


http://www.mui.or.id/mui_in/fatwa.php?id=101

https://www.nahimunkar.org/232/fatwa-majelis-ulama-indonesia-nomor-4-tahun-2005-tentang-aborsi/

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 1.732 kali, 1 untuk hari ini)