2 Kali Pernyataan Jokowi di Acara Kemendag Jadi Kontroversi

  • “Bapak/Ibu dan Saudara-saudara sekalian, sebentar lagi Lebaran. Namun, karena masih dalam suasana pandemi, pemerintah melarang mudik untuk keselamatan kita bersama,” kata Jokowi dalam video tersebut.
  • Dia lantas mengimbau warga memesan kuliner khas daerah secara daring. Salah satu yang dia sebut ialah bipang Ambawang, yang merupakan babi panggang khas Kalimantan Barat.
  • “Untuk Bapak/Ibu dan Saudara-saudara yang rindu kuliner khas daerah atau yang biasannya mudik membawa oleh-oleh, tidak perlu ragu untuk memesannya secara online. Yang rindu makan gudeg Jogja, bandeng Semarang, siomay Bandung, empek-empek Palembang, bipang Ambawang dari Kalimantan, dan lain-lainnya, tinggal pesan. Dan makanan kesukaan akan diantar sampai ke rumah,” ujar Jokowi.

 


Ilustrasi. Foto prtlislam

Tercatat sudah dua kali Presiden Joko Widodo (Jokowi) melontarkan pernyataan yang memicu polemik dalam acara Kementerian Perdagangan (Kemendag). 

 
 

Kedua pernyataan tersebut kemudian juga diluruskan oleh Menteri Perdagangan (Mendag) M Lutfi.

 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah meminta seluruh pemangku kepentingan untuk mengagungkan cinta produk Indonesia. Bukan hanya itu dia juga meminta agar didorong kampanye untuk benci produk asing.

 

Hal itu disampaikannya saat membuka Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2021, dilansir dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (4/3/2021).

 

“Branding harus melekat agar masyarakat lebih mencintai produk Indonesia dibandingkan produk luar negeri. Karena penduduk Indonesia, penduduk kita berjumlah lebih dari 270 juta jiwa. Seharusnya adalah konsumen yang paling loyal untuk produk-produk sendiri,” ucapnya.

 

Menurutnya 270 juta jiwa merupakan pasar yang sangat besar bagi sebuah negara. Pasar tersebut harus dijaga agar tidak dikuasai oleh produk-produk asing.

 

Oleh karena itu Jokowi meminta untuk kembali digaungkan cinta produk Indonesia ditambah juga dengan benci produk asing.

 

“Ajakan-ajakan untuk cinta produk-produk kita sendiri, produk-produk Indonesia harus terus digaungkan. Produk-produk dalam negeri gaungkan! Gaungkan juga benci produk-produk dari luar negeri,” tegasnya.

 

“Bukan hanya cinta, tapi benci. Cinta barang kita, benci produk dari luar negeri!” tambah Jokowi.

 

Dengan begitu, Jokowi yakin masyarakat Indonesia yang begitu besar akan menjadi konsumen yang loyal terhadap produk-produk Indonesia sendiri.

 

Pernyataan Presiden Jokowi ini kemudian menjadi polemik. Pasalnya, saat ini masih banyak produk luar negeri yang dipakai oleh Indonesia.

 

Guna meredam polemik ini, Mendag Lutfi menjelaskan awalnya dia yang menceritakan isi artikel dari World Economic Forum (WEF) mengenai produk hijab buatan lokal diadopsi oleh platform perdagangan online (e-commerce) asing dan berujung pada penjualan produk yang sama dengan harga yang lebih murah di Indonesia.

 

Cara-cara seperti itu, Lutfi menjelaskan, dikenal dengan istilah predatory pricing. Konsep ini juga sangat dilarang oleh dunia perdagangan internasional.

 

“Ini yang sebetulnya dibenci Pak Jokowi. Aksi-aksi ini yang sebenarnya yang tidak boleh ini yang dibenci,” kata Lutfi dalam acara Rapat Kerja Nasional HIPMI 2021 secara virtual, Jumat (5/3/2021).

 

Promosi Bipang Ambawang

Pernyataan kontroversial Jokowi di acara Kemendag terlontar kembali. Seperti dilihat detikcom, Sabtu (8/5/2021), potongan video Jokowi soal bipang Ambawang itu diunggah oleh akun Twitter @BossTemlen. Video itu telah di-retweet ribuan kali. Narasi pada caption video tersebut mempertanyakan mengapa Jokowi mempromosikan bipang Ambawang pada saat Lebaran.

 

Dalam khazanah kuliner Indonesia bipang bisa berupa kue beras dan ada pula bipang babi panggang. Namun, narasi yang beredar di media sosial adalah bipang babi panggang.

 

Berdasarkan penelusuran, video tersebut merupakan potongan video pidato Jokowi yang diunggah di akun YouTube Kementerian Perdagangan pada 5 Mei 2021. Video bertajuk ‘05.05 Hari Bangga Buatan Indonesia’ itu berisi acara peringatan bangga dengan produk lokal.

 

Selain Jokowi, ada sejumlah menteri yang juga berbicara dalam video tersebut. Jokowi pun awalnya mengingatkan bahwa saat ini pemerintah melarang mudik Lebaran demi keselamatan warga.

 

“Bapak/Ibu dan Saudara-saudara sekalian, sebentar lagi Lebaran. Namun, karena masih dalam suasana pandemi, pemerintah melarang mudik untuk keselamatan kita bersama,” kata Jokowi dalam video tersebut.

 

Dia lantas mengimbau warga memesan kuliner khas daerah secara daring. Salah satu yang dia sebut ialah bipang Ambawang, yang merupakan babi panggang khas Kalimantan Barat.

 

“Untuk Bapak/Ibu dan Saudara-saudara yang rindu kuliner khas daerah atau yang biasannya mudik membawa oleh-oleh, tidak perlu ragu untuk memesannya secara online. Yang rindu makan gudeg Jogja, bandeng Semarang, siomay Bandung, empek-empek Palembang, bipang Ambawang dari Kalimantan, dan lain-lainnya, tinggal pesan. Dan makanan kesukaan akan diantar sampai ke rumah,” ujar Jokowi.

 

Juru Bicara (Jubir) Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman, kemudian sempat menjelaskan soal bipang yang dimaksud Jokowi. Menurut Fadjroel bipang yang dimaksud Jokowi adalah bipang berbahan dasar beras.

 

Tak lama kemudian, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi juga turut membela Presiden Jokowi yang mempromosikan bipang Ambawang itu. Tanpa membantah narasi bipang babi panggang, Lutfi mengatakan pernyataan Jokowi itu ditujukkan untuk masyarakat Indonesia dari beragam agama.

 

“Pernyataan bapak Presiden tersebut ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Yang terdiri dari beragam suku, agama dan budaya. Yang memiliki kekayaan kuliner nusantara dari berbagai daerah,” katanya.

 

“Setiap makanan memiliki kekhasan dan menjadi makanan favorit lokal. Jadi, sekali lagi, kuliner khas daerah yang disebut bapak Presiden dalam video tersebut adalah untuk mempromosikan kuliner nusantara yang sangat beragam,” lanjutnya.

 

Dia menjelaskan bahwa ada beragam kuliner yang disukai oleh beragam kelompok masyarakat. Dia mengajak masyarakat untuk mempromosikan kuliner nusantara.

 

“Tentu kuliner tersebut dikonsumsi, disukai dan dicintai oleh berbagai kelompok masyarakat yang juga beragam. Mari kita bangga dan promosikan kuliner nusantara yang beragam. Sehingga bisa menggerakkan ekonomi terutama UMKM,” tuturnya.

 

Kendati demikian, dia tetap meminta maaf kepada masyarakat Indonesia. Sebab, video tersebut merupakan bagian dari acara Kemendag.

 

Source: Silahkan Klik Link Ini

Diterbikan: oposisicerdas.com
Selasa, Mei 11, 2021  PeristiwaTrending Topic

 

Foto: Presiden Jokowi saat membuak Raker 2018 di Kemendag (Rengga Sancaya)

 

***

Promosi Babi Panggang, Pakar Hukum: Presiden Jokowi Terancam 5 Tahun Penjara

Posted on 10 Mei 2021

by Nahimunkar.org

  • Wartawan Senior: Ada Kesengajaan Presiden Jokowi Promosikan Bipang Ambawang

  • Media Rusia pun Kaget soal Jokowi dan Babi Panggang

Silakan simak ini.

***

Promosi Babi Panggang, Pakar Hukum: Presiden Jokowi Terancam 5 Tahun Penjara

 
 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa terancam lima tahun penjara yang mempromosikan babi panggang (bipang) Ambawang. Tindakan Jokowi itu bagian penistaan agama yang dapat didakwa Pasal 156a KUHP.

“Mempromosikan Babi Panggang kepada muslim yang akan menjalankan Iedul Fitri adalah sebuah penistaan. Presiden Jokowi sebagaimana Ahok dapat didakwa dengan Pasal 156a KUHP dengan ancaman maksimal kurungan 5 tahun,” kata pakar hukum Rizal Fadillah dalam artikel “Promosi Babi Panggang Buat Lebaran, Presiden Dapat Kena 156a KUHP”.

Kata Rizal, pernyataan Presiden soal kuliner Bipang Ambawang bisa menjadi ringan jika mantan Wali Kota Solo itu mengklarifikasi. Akan tetapi dapat juga berakibat berat, bukan saja dampak politik tetapi akibat hukum, yaitu penodaan agama.

“Seluruhnya kembali kepada Presiden Jokowi sendiri dan umat Islam yang merasa tersinggung atas penawaran barang haram untuk lebaran oleh seorang Presiden. Apa dan bagaimana kelanjutannya?” paparnya.

Selain itu, ia mengatakan, Jubir Presiden Fadjroel Rahman mencoba menolong dengan “ngeles” bahwa Bipang adalah Jipang makanan yang ada di Jawa disukai juga oleh Fadjroel katanya. Yang dimaksud Jokowi Bipang adalah Jipang, kata Fadjroel.

“Penjelasan ini tentu ditertawakan bahkan dianggap membodohi netizen. Sangat jelas Presiden mempromosikan kuliner Bipang Ambawang Kalimantan dan itu adalah Babi Panggang Ambawang. Produsen Babi Panggang sendiri ada yang sengaja berterimakasih atas promosi Presiden,” ungkapnya.

Sulit mengeles sebenarnya namun kini kembali kepada Presiden Jokowi yang mau atau tidak mengklarifikasi. Salah teks, salah baca, tidak tahu Bipang, atau memang secara sadar benar mempromosikan.

“Jika mau lucu-lucuan dibentuk saja Tim Pencari Fakta Omongan Presiden (TPF-Ompres). Jika yang dimaksud promosi Bipang ini untuk non muslim, maka sangat tidak relevan dengan konteks larangan mudik lebaran,” pungkasnya.

suaranasional.com, 09/05/2021ByIbnu Maksum

***

 
 

Wartawan Senior: Ada Kesengajaan Presiden Jokowi Promosikan Bipang Ambawang

Ibnu MaksumPolitik

Ada kesengajaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempromosikan babi panggang (bipang) Ambawang menjelang lebaran.

“Ada kesengajaan. Tahapan teks dibacakan presiden itu berjenjang,” kata wartawan senior Edy A Effendi di akun Twitter-nya @SulukMalam.

Kata Edy, sebelum video Presiden Jokowi ditayangkan pasti diedit terlebih dulu termasuk isi materinya. “Sebelum dishare, rekaman pun bisa diedit. Mosok seisi istana gak paham bipang ambawang. Gak masuk akal,” kata Edy.

Edy mengatakan, para pendukung Jokowi yang membela promosi bipang Ambawang tidak mempunyai nalar dengan menyatakan pernyataan orang nomor satu itu untuk kaum kristen yang merayakan Isa Al-Masih.

“Pembelaan dari pemuja Pak @jokowi makin nyungsep saja nalarnya. Giliran bawa-bawa orang Kristen juga merayakan Isa Al-Masih. Kristen juga mengharamkan babi. Yahudi juga mengharamkan,” jelasnya.

“Jadi Bipang Ambawang untuk siapa Pak? Islam, Kristen dan Yahudi mengharamkan. Untuk Kejawen?” ungkapnya.

Ajakan Presiden Jokowi agar membeli kuliner lebaran menjadi momok yang dibicarakan banyak netizen. Sebab, di antara jajan lebaran yang Jokowi sebutkan terdapat Bipang Ambawang, Pontianak, Kalimantan Barat.

Menurut Jokowi, karena pemerintah melarang mudik, jajanan khas yang biasanya menjadi oleh-oleh saat lebaran bisa dibeli secara daring.

“Yang rindu makan gudeg Jogja, bandeng Palembang, bipang Ambawang Kalimantan dan lain-lain tinggal pesan dan makanan kesukaan akan sampai di rumah,” kata Jokowi dalam sebuah video pidato yang tersebar di media sosial.

suaranasional.com, 09/05/2021ByIbnu Maksum

(nahimunkar.org)

(Dibaca 210 kali, 1 untuk hari ini)