2015 Jokowi Anugerahi Tanda Kehormatan ke Pelukis Eks Lekra/ PKI, 2020 Jokowi Beli Lukisan ‘Petruk Dadi Ratu’ Bikinan Bekas
Lekra/ PKI dengan Harga Miliaran

Pelukis Eks PKI Terima Penghargaan Jokowi Dalam Rangka HUT Ke-70 RI

 

Foto: Agung Pambudhy/ dtk

14 Agustus 2015   06:53 Diperbarui: 14 Agustus 2015  

Presiden Jokowi membuat kejutan lagi. Kejutan itu adalah memberikan penghargaan kepada pelukis (almarhum) Hendra Gunawan yang dinilai berjasa kepada negara dalam rangka memperingati HUT ke-70 Republik Indonesia. Padahal seperti diketahui (alm) Hendra Gunawan adalah seniman yang pernah tergabung dalam Lembaga Kesenian Rakyat (LEKRA) sebuah organisasi kesenian onderbouw Partai Komunis Indonesia (PKI) di tahun 1960 an.

Dr. Nugroho SBM MSi

FOLLOW

Saya suka menulis apa saja

Saya Pengajar di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip Semarang

 

https://www.kompasiana.com/nugroho_sbm/55cd2dfbf27e61bc0e4567f9/pelukis-eks-pki-terima-penghargaan-jokowi-dalam-rangka-hut-ke70-ri

 

***

Jokowi Beli Lukisan ‘Petruk Dadi Ratu’ Bikinan Mantan Seniman Lekra/PKI dengan Harga Miliaran.

Lukisan besar berukuran 5 X 2 meter itu akan di pasang di istana negara yang baru di Kalimantan Timur. Total kebutuhan pendanaan untuk proyek ibu kota baru itu sebesar Rp 466 triliun.

Di saat China Komunis sedang kena azab Allah berupa virus corona yang mematikan (Desember 2019 hingga kini akhir Februari 2020 belum selesai) pun kapal2 China mondar mandir ke pelabuhan Tana Paser Kaltim kawasan calon ibukota baru RI bikinan Jokowi. Perairan itu mayoritas kapal2 yang datang selalu dari China Komunis. Wooo… rupanya… begitu… makanya lukisan bikinan bekas wong Lekra/ PKI yang dibeli dengan harga miiaran rupiah bakal dipajang di istana di ibukota baru yang kapal2 China Komunis senantiasa mondar-mandir di perairan sana itu.

Di atnara berita mengenai mondar-mandirnya kapal2 China Komunis ke peraiaran calon ibukota baru RI hingga di saat wabah corona sedang mendera China pun kapal2 China tetap saja beroperasi di Tana Paser Kaltim, inilah linknya:
https://www.nahimunkar.org/melihat-proses-pengawasan-kapal-tiongkok-yang-masuk-ke-perairan-kabupaten-paser-wilayah-calon-ibu-kota-baru/

 

=========

Lekra Bagian dari PKI – oleh Ajip Rosidi

Ketika suara yang ramai saat ini cenderung ingin memisahkan Lékra dengan PKI, Ajip Rosidi justru menegaskan bahwa lembaga itu adalah bagian dari PKI. Sebagai salah seorang sastrawan yang hidup pada zaman itu, ia memiliki banyak argumen untuk meneguhkan sikap dan pendapatnya yang kukuh./ https://www.lazada.co.id/products/lekra-bagian-dari-pki-ajip-rosidi-i2691833-s3275483.html

 

 

***

 

Kisah Penyerangan Sadis PKI ke Pondok Gontor Ponorogo
PKI sudah 4 kali memberontak Indonesia, tahun 1948 PKI di Madiun memberontak dengan membantai Umat Islam, para kyai, ulama, dan santri.


Luhut cs Rapat soal Pembiayaan Ibu Kota Baru, Ini Hasilnya Sebagai informasi, total kebutuhan pendanaan untuk proyek ibu kota baru sebesar Rp 466 triliun. Sekitar Rp 123,2 triliun akan didapatkan …

 

***
Jokowi Beli Lukisan ‘Petruk Dadi Ratu’ Bikinan Mantan Seniman Lekra/PKI dengan Harga Miliaran

Inilah cuplikan beritanya.

***

Jokowi dan Petruk Dadi Ratu



 
 

Jokowi dan Petruk Dadi Ratu


Presiden Jokowi baru saja membeli sebuah lukisan menarik. Penuh simbol dan makna.

Lukisan karya mantan tahanan politik Joko Pekik itu berjudul “Petruk Dadi Ratu. Semar Kusirnya.”

Rencananya lukisan besar berukuran 5 X 2 meter itu akan di pasang di istana negara yang baru di Kalimantan Timur.

Dalam artikel di majalah Tempo Edisi 22 Februari 2020 dengan judul “Lukisan Petruk Untuk Istana Baru” Joko Pekik mengaku lukisan itu dibeli Jokowi dengan harga sangat mahal. Miliaran rupiah. Tapi tak dijelaskan berapa harga pastinya.

Dalam lukisan mantan seniman Lekra (organisasi seniman onderbouw PKI) yang pernah lama mendekam di penjara itu, Petruk sedang menyalami kerumunan rakyat jelata yang mengelu-elukannya. Ada petani dan ibu-ibu yang menggendong anaknya.

Di seberang mereka, dibatasi jalan yang membelah kerumunan, berdiri orang-orang berdasi dan berjas, juga deretan gedung yang menjulang. Di belakang Petruk, Semar terlihat mengemudikan kereta kencana.

Kisah “Petruk Dadi Ratu” adalah salah satu episode yang sangat terkenal dalam dunia pewayangan. Ceritanya berupa pasemon, sindiran sekaligus nasehat tentang mengelola sebuah negara.

Petruk adalah seorang raja yang memperoleh kekuasaannya secara tidak sah. Tidak diridhoi dan diberkahi para dewa. Akibatnya negara yang dipimpinnya kacau balau.

 
 

portal-islam.id, Senin, 24 Februari 2020  CATATANHersubeno Arief (dikutip di sini bagian awalnya saja).

https://www.nahimunkar.org/jokowi-beli-lukisan-petruk-dadi-ratu-bikinan-mantan-seniman-lekra-pki-dengan-harga-miliaran/

 
 

***

Kisah Penyerangan Sadis PKI ke Pondok Gontor Ponorogo


 

Posted on 28 September 2018

by Nahimunkar.comNASIONAL



Ngelmu.id – Penyerangan Sadis PKI bermula. “Pondok Bobrok, langgar bubar, santri mati,” inilah yel-yel penuh kebencian yang diteriakkan PKI Madiun pada tahun 1948. Sejak 18 September 1948, Muso memproklamirkan negara Soviet Indonesia di Madiun. Slogan itu terus berkumandang dari seluruh anggota sipil PKI Muso dan tentara Muso yang bernama Front Demokratik Rakyat (FDR).

Melalui slogan itu, Penyerangan Sadis PKI dilakukan dengan merusak bangunan pondok pesantren, langgar dibubarkan dan santri dibantai diluar batas kemanusiaan. Lebih ngeri lagi, sebelum slogan itu dikumandangkan di berbadai desa, kota, jalan dan gang-gang. Para anggota PKI sudah menyiapkan lubang-lubang untuk membantai para kyai dan santri. Di berbagai lubang itulah, para kyai dan santri disembelih secara masal. (Anab Afifi dan Thowaf Zuharon, 2016,Ayat-ayat yang disembelih, Jakarta : Jagat Publising. Hal. 109)

September 1948, Muso telah menguasai daerah karesidenan Madiun,meliputi Madiun, Ponorogo, Magetan, Pacitan dan Ngawi. Penyerangan Sadis PKI juga mengarah ke Pondok Modern Darussalam yang berada di Gontor Ponorogo juga tidak lepas dari ancaman PKI.

Hijrah atau Melawan PKI

Kyai Sahal dan Kyai Imam Zarkasyi berembug sangat serius dengan santri senior. Setelah lama berembug, akhirnya ditetapkan bahwa melawan PKI yang lengkap dengan senjata sangatlah tidak mungkin. Akibatnya akan banyak santri yang menjadi korban dari Penyerangan Sadis PKI. Satu-satunya jalan yang bisa ditempuh adalah menyelamatkan diri dengan cara mengungsi.

Ada sebuah kisah menarik siapa yang akan tinggal menunggu pondok. Kedua kyai ini benar-benar mengajarkan “Itsar“, bagaimana mereka tidak rela saudaranya menderita. Kyai Imam Zarkasyi berkata “Sudah, pak Sahal, kamu saja yang berangkat mengungsi dengan para santri. Yang diketahui Kyai Gontor itu ya kamu. Biar saya yang menjaga pesantren, tidak akan dikenali saya ini.”.

Namun, mendengar kalimat itu Kyai Sahal malah gantian menyanggah, “Tidak, bukan saya yang harus mengungsi, tapi kamu saja Zar. Kamu lebih muda, ilmumu lebih banyak, pesantren ini lebih membutuhkan kamu daripada saya. Saya sudah tua, biar saya hadapi PKI-PKI itu.”.

Kedua Kyai itu berusaha meminta salah satu dari mereka untuk pergi mengungsi. Sungguh bukan nasib mereka yang dipikirkan, tetapi nasib saudaranya dan para santrinya. Akhirnya diputuskanlah para kyai berdua pergi mengungsi dengan para santri.

Penjagaan pesantren diberikan kepada KH. Rahmat Soekarto. Lurah Gontor sekaligus Imam Jumatan di Gontor. Belum sampai melakukan pengungsian, ternyata Pesantren Gontor sudah disambangi utusan PKI yang membawa sepucuk surat. Isi surat itu adalah perintah dari pasukan PKI Muso agar seluruh warga Pesantren Gontor tidak meninggalkan tempat. Jika meninggalkan tempat, akan terjadi bencana besar yang dibuat oleh para tentara PKI Muso.

Menerima surat itu, Kyai Sahal dan Kyai Zarkasyi hampir saja mengurungkan niatnya untuk mengungsi. Namun, karena ajakan yang cukup kuat dari para santri untuk mengungsi, akhirnya kedua kyai tersebut berangkat mengunsi bersama para santri.

Berangkatlah rombongan Hijrah Kyai Gontor kearah timur menuju Gua Kusumo, saat ini dikenal dengan Gua Sahal di Trenggalek. Mereka menempuh jalur utara melewati gunung Bayangkaki. Dengan untaian air mata karena meninggalkan pondok tercinta akibat Penyerangan Sadis PKI.

Saat itulah tercetuslah ucapan dari kyai sahal,“Labuh bondo, labuh bahu, labuh pikir, lek perlu sak nyawane pisan” (Korban harta, korban tenaga, korban pikiran, jika perlu nyawa sekalian akan aku berikan”.

Pesantren Gontor Diacak-acak PKI

Sehari setelah santri-santri mengungsi, akhirnya para PKI betul-betul datang. Mereka langsung bertindak ganas dengan menggeledah seluruh pesantren gontor. Tepat pukul 15.00 WIB, PKI mulai menyerang pondok. Sejumlah letusan senjata, mewarnai ketegangan situasi itu dibeberapa tempat. Mereka sengaja memancing dan menunggu reaksi orang-orang didalam pondok. Setelah tak ada reaksi, mereka berkesimpulan bahwa pondok gontor sudah dijadikan markas tentara.

Pukul 17.00 WIB, mereka akhirnya menyerbu kedalam pondok dari arah timur, kemudian disusul rombongan dari arah utara. Tak lama kemudian datang lagi rombongan penyerang dari arah barat. Jumlah waktu itu ditaksir sekitar 400 orang.

Dengan mengendarai kuda putih pimpinan tentara PKI berhenti didepan rumah pendopo lurah KH. Rahmat Soekarto. Mengetahui kedatangan tamu, lurah Rahmat menyambut tamunya dengan ramah, serta menanyakan maksud dan tujuan mereka. Tanpa turun dari kuda, pimpinan PKI ini langsung mencecar lurah Rahmat. “Pertama, kami datang untuk menemui pimpinan pondok. Kedua, kami mohon diizinkan untuk meriksa seluruh isi pondok” sergahnya kasar.

Kemudian mereka meninggalkan rumah lurah Rahmat, nekat masuk tempat tinggal santri, lalu berteriak-teriak mencari kyai Gontor. “Endi kyai-ne, endi kyai-ne? Kon ngadepi PKI kene …” (Mana Kyainya, mana kyainya? Surah menghadapi PKI sini…).

Karena tak ada sahutan, mereka pun mulai merusak pesantren. Gubuk-gubuk asrama santri terbuat dari bambu dirusak. Kasur-kasur dibakar, buku-buku santri dibakar habis. Peci, baju-baju santri yang tidak terbawa, mereka bawa ke pelataran asrama. Mereka menginjak-injak dan membakar sara peribadatan, berbagai kitab dan buku-buku. Termasuk beberapa kitab suci Al-Qur’an mereka injak dan bakar.

Suasana begitu mencekam. PKI pun kembali kerumah lurah Rahmat, lalu berusaha masuk kerumah untuk membunuh KH. Rahmat Soekarto. Mereka sambil teriak “Endi lurahe? Gelem melu PKI po ra? Lek ra gelem, dibeleh sisan neng kene…!” (Mana lurahnya? Mau ikut PKI apa tidak? Kalau tidak mau masuk anggota PKI, kita sembelih sekalian di sini).

Namun, tak berapa lama sebelum mereka bisa masuk kerumah lurah Rahmat. Datanglah laskar Hizbullah dan pasukan Siliwangi. Pasukan itu dipimpin KH. Yusuf Hasyim, putra bungsu KH. Hasyim Asy’ari. Pasukan PKI itu akhirnya lari tunggang langgang, karena sebuan itu. Mereka meninggalkan apa yang mereka bawa dan akhirnya membiarkan Gontor dalam keadaan porak poranda.

Kejahatan, kezaliman PKI itu bukan hanya isu semata. Tetapi fakta sejarah dinegeri ini. Bagaimana dengan kata-kata dan perbuatan mereka membuat berbagai kerusakan. Bahkan mereka banyak melakukan kezaliman terhadap kaum muslimin dinegeri ini.

Generasi muda merupakan pelanjut estafet perjuangan ini. Sudah selayaknya untuk memahami sepak terjang kejahatan PKI. Orang bijak adalah orang yang bisa mengambil pelajaran dari kejadian dimasa lalu. Agar Jangan sampai terjerumus kedalam lubang yang sama.

Penulis: Ustad Anwar Ihsanuddin

Diambil dari majalah Islam An-Najah edisi 130 September 2016 rubrik Jelajah.

Sumber: suaraumat.id/ ngelmu.id

https://www.nahimunkar.org/kisah-penyerangan-sadis-pki-ke-pondok-gontor-ponorogo/

***

Spesialnya Wapres China dan Hinanya Rakyat Indonesia Jelang Pelantikan Jokowi


Posted on 19 Oktober 2019

by Nahimunkar.org



 Oleh : Nasrudin Joha

 Wakil Ketua MPR Arsul Sani menyebut, pelantikan Joko Widodo-Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 pada Minggu (20/10/2019) mendatang akan dihadiri oleh para tamu lebih dari 20 negara.

 
 

Thailand mengutus deputinya untuk menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil presiden terpilih periode 2019-2024. Sementara Amerika Serikat dan Laos mengirim utusan khusus.

 
 

Adapun China nampaknya memberi perhatian spesial kepada Jokowi. Wakil Presiden China, Wang Qishan, secara khusus diutus China untuk menghadiri pelantikan Joko Widodo – Ma’ruf Amin. Bahkan, Sebelum ke Jakarta, Wang Qishan terlebih dahulu berkunjung ke kampung halaman Jokowi di Surakarta atau Solo, Jawa Tengah.

 
 

Pada Jumat (18/10/2019), Wang Qishan mendapat jamuan spesial dari Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo di rumah dinasnya, Loji Gandrung. Berbagai tarian tradisional dan makanan tradisional disuguhkan kepada rombongan Wapres China ini. Wang dikabarkan pernah berada di Solo pada sekitar tahun 1960. Kedatangan ke Solo juga untuk bernostalgia masa kecilnya.

 
 

Untuk menjamu dan melayani tamu-tamu dari luar negeri termasuk tamu spesial dari China, Istana telah menyiapkan 18 mobil Mercedes Benz. Mercedes Benz S 450 L untuk tamu kepala negara atau perdana menteri. Mercedes Benz E 300 untuk utusan kepala negara.

 
 

Total anggaran yang dikeluarkan untuk menyewa 18 mobil Mercedes Benz tersebut mencapai Rp 1 miliar. Sementara untuk tempat penginapan, Istana merekomendasikan Hotel Fairmont, Mulia, Sultan, Four Season. Alasannya, agar tamu negara tidak memakan banyak waktu saat menempuh perjalanan menuju gedung DPR/MPR pada tanggal 20 Oktober.

 
 

Lantas apa yang telah dipersiapkan istana untuk menyambut rakyat dalam pelantikan ? Suguhan apa yang akan dipersembahkan istana untuk rakyat ?

 
 

Nampaknya rakyat nasibnya tak seindah tamu negara, apalagi tamu dari China. Rakyat tidak akan mendapatkan layanan mobil mewah, penginapan megah, apalagi sempat mendapat jamuan spesial dan tari-tarian hangat dari penguasa.

 
 

Rakyat, telah disuguhi kawat berduri, larangan menyampaikan pendapat padahal itu satu-satunya yang dimiliki rakyat, bahkan sudah disiapkan 31.000 pasukan untuk ‘menyambut’ (baca: menghadang) rakyat. Wajar saja tak ada kebahagiaan yamg dirasakan rakyat dalam pesta ini. Hina sekali perlakuan rezim ini pada rakyatnya ?

 
 

Sementara Wapres China seperti mengunjungi salah satu provinsinya saja. Mendapat penyambutan dan pelayanan serba wah, bahkan bisa bernostalgia hingga ke solo, mendapat hidangan lezat diiringi tarian hangat.

 
 

China juga tak mencukupkan staf atase atau kedubes yang menghadiri pelantikan. Mungkin karena China menganggap Indonesia salah satu provinsinya, maka yang diutus langsung Wapres China. Bahkan, layaknya mengunjungi provinsi bawahan, Wapres China juga nyambi plesir ke Solo, tidak hanya menghadiri pelantikan.

 
 

Itulah perlakuan berbeda yang disuguhkan penguasa pada rakyat di negeri ini. Meskipun kekuasan ditopang oleh pajak rakyat, tapi mereka tidak bekerja melayani rakyat sebagaimana mestinya. Justru, kepada China yang tidak pernah membayar pajak pelayanannya begitu terlihat istimewa. [].

Gelora News
19 Oktober 2019

***

Jokowi Pernah Menolak Kedatangan Delegasi Muslim Uighur yang Dizalimi China

Posted on 3 April 2019by Nahimunkar.com

 
 

TERKUAK…Apa Negara Kita Ini Negara Merdeka, Apa Negera Yg Sedang Terjajah Oleh Tiongkok?

 
 

Prof Salim Said : Presiden Menolak Delegasi Uighur Yg Didampingi Pak Dien Yg Akan Memberikan Al Qur’an, Krna Tdk ingin Membuat Tersinggung Pemerintah Tiongkok#TenggelamkanPDIPerjuangan pic.twitter.com/5baUWkiiB1

 
 

— DEWO.PB (@putrabanten80) April 2, 2019

 
 

Inilah beritanya.

 
 

***

 
 

Ungkap Delegasi Uighur Ditolak Jokowi, Salim Said: Indonesia Merdeka Apa Dijajah China?

Eramuslim.com – Komitmen pemerintah Indonesia terhadap nasib muslim Uighur di Xinjiang China, diragukan oleh Pengamat pertahanan dan keamanan, Salim Said.

 
 

Dalam sebuah video wawancara dengan salah satu stasiun TV swasta, Salim mengungkap fakta bahwa Presiden Joko Widodo pernah menolak kedatangan delegasi Uighur di Istana Kepresidenan.

 
 

 
 

“Delegasi muslim Uighur datang diantar oleh Din Syamsudin, sudah datang di depan Istana mau ketemu presiden, (tapi) ditolak presiden,” kata Salim Said dalam cuplikan video yang diunggah akun twitter @putrabanten80, Selasa (2/4).

 
 

Padahal, kata Salim, Jokowi bisa saja mendapat citra yang positif jika sudi menerima delegasi Uighur yang beberapa waktu belakangan menjadi sorotan dunia, termasuk perhatian dari Indonesia.

 
 

Namun yang cukup mencengangkan, Presiden Jokowi justru menolak delegasi dengan alasan yang dianggap tidak masuk akal.

 
 

“Orang ini (Uighur) datang bawa AlQuran tulisan tangan sebagai hadiah kepada presiden RI, presiden sebuah negara dengan penduduk Islam yang besar, itu kan bagus kalau diterima, tapi katanya ditolak,” jelasnya.

 
 

“Ini sumbernya Din Syamsudin, presiden tidak ingin menyakiti hati pemerintah China,” imbuhnya.

 
 

Mendengar alasan tersebut, Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan) ini menganggap bangsa Indonesia saat ini tak ubahnya seperti saat masih mengalami masa penjajahan.

 
 

“Ini kan aneh. Apa kita ini bangsa merdeka apa bangsa terjajah oleh Tiongkok?” tandasnya.

 
 

 
 

DEWO.PB@putrabanten80

 
 

TERKUAK…Apa Negara Kita Ini Negara Merdeka, Apa Negera Yg Sedang Terjajah Oleh Tiongkok?

 
 

Prof Salim Said : Presiden Menolak Delegasi Uighur Yg Didampingi Pak Dien Yg Akan Memberikan Al Qur’an, Krna Tdk ingin Membuat Tersinggung Pemerintah Tiongkok#TenggelamkanPDIPerjuangan

 
 

[rm]/eramuslim.com – Redaksi – Rabu, 26 Rajab 1440 H / 3 April 2019

 
 

***

 
 

Sebaliknya, para teroris pembakar Masjid Tolikara di Papua justru dijamu Jokowi di Istana Jakarta.

 
 

***

 
 

Teroris GIDI Pembakar Masjid Dijamu di Istana, Akankah Jokowi Juga Jamu Pembakar Gereja?

Posted on 17 Oktober 2015 – by Nahimunkar.com

 
 

 

Teroris gidi pembakar mesjid dijamu jokowi di istana/ foto posmetro

 
 

Aceh Singkil di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam rusuh, Selasa siang (13/10). Tepatnya di Desa Suka Makmur, Kecamatan Gunung Meriah. Kerusuhan bernuansa agama itu memakan korban nyawa dan gereja dibakar.

 
 

Terkait peristiwa ini, pemilik akun @JudasSaveYou di Twitter melontarkan pertanyaan yang menggelitik. “Gak diundang ke Istana sama Jokowi?” katanya.

 
 

Sebagaimana diketahui, sejumlah tokoh Gereja Injili di Indonesia (GIDI)—yang diduga berada di balik pembakaran masjid di Tolikara, Papua, ketika jamaahnya sedang melaksanakan solat Idul Fitri—malah diundang ke istana oleh Joko setelah peristiwa pembakaran tersebut. [pn]

 
 

Demikian berita yang diringkas dari posmetro.info, 14 Oktober 2015

 
 

***

 
 

Ancaman Allah Ta’ala terhadap yang setia kepada orang kafir

Setiap muslim diancam oleh Allah Ta’ala, bila setia alias loyal kepada orang kafir maka dinilai sebagai bagian dari mereka. Dan itu disebut oleh Allah Ta’ala sebagai

 
 

tingkah yang “Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka”.

 
 

Firman Allah Ta’ala yang menegaskan masalah itu cukup banyak. Di antaranya:

 
 


تَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ (80) وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَكِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ فَاسِقُونَ [المائدة/80، 81]

 
 

(80) Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. (81) Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS Al-Maaidah: 80, 81)

 
 

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ[

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin sebagian yang lain. Barang siapa diantara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zhalim.” (Al-Maidah: 51)

 
 

وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ

Barang siapa diantara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. (Al-Maidah: 51)

 
 

{ ومن يتولهم منكم } أي أيها المؤمنين { فإنه منهم } ، لأنه بحكم موالاتهم سيكون حرباً على الله ورسوله والمؤمنين وبذلك يصبح منهم قطعاً) أيسر التفاسير للجزائري – (ج 1 / ص 356)(

Karena konsekwensi kesetiaan kepada mereka (Yahudi dan Nasrani) itu akan menjadikan perang terhadap Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin. Dengan demikian pasti akan menjadi bagian dari mereka. (Al-Jazaairi dalam tafsirnya, Aisarut Tafaasiir juz 1 halaman 356).

 
 

(nahimunkar.org)

 

 


 

(Dibaca 1.626 kali, 1 untuk hari ini)