26 kelompok oposisi bersenjata Suriah, dalam pernyataan yang dikeluarkan Senin, mengatakan setuju dan mendukung langkah Arab Saudi dalam memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran di tengah meningkatnya ketegangan sektarian yang dipicu oleh keputusan Saudi’untuk mengeksekusi pendeta Syiah terkemuka Sheikh Nimr al-Nimr.

Pernyataan itu mengatakan rezim Iran adalah faktor kunci dalam destabilisasi wilayah Suriah karena dukungan tidak terbatas untuk geng kriminal (Bashar) al-Assad di Suriah.

Langkah Saudi adalah reaksi yang jelas terhadap intervensi Iran dalam urusan negara-negara Arab, seperti mempersenjatai dan mendukung milisi Syiah, pernyataan tersebut menambahkan.

Kelompok oposisi menyatakan siap mendukung KSA di setiap langkah ke depan, menyerukan negara-negara Arab dan Islam untuk menghalangi agenda teror Iran di seluruh dunia.

Arab Saudi mengumumkan pada hari Minggu telah memutuskan hubungan dengan Iran setelah kedutaan besarnya di Teheran dibakar dan dirusak pada aksi protes atas eksekusi al-Nimr.

Bahrain dan Sudan telah bergabung dengan Arab Saudi dalam memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran.

Arab Saudi juga akan menghentikan semua hubungan komersial dengan Iran dan melarang warganya bepergian ke Iran, kata menteri luar negeri.

Sementara itu, Rusia mengatakan pada hari Senin bahwa serangan terhadap misi diplomatik tidak pernah bisa menjadi sarana protes secara hukum.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan keprihatinan serius tentang situasi yang memburuk di wilayah tersebut dan menyerukan kedua negara dan negara lainnya untuk menahan diri dan menghindari langkah-langkah yang akan mempersulit situasi dan menyebabkan bertambahnya ketegangan.

Sebelumnya, Rusia siap untuk menjadi mediator dalam menyelesaikan sengketa antara Arab Saudi dan Iran setelah KSA memutuskan hubungan diplomatik dengan Teheran, sumber kementerian luar negeri Rusia mengatakan kepada AFP, Senin.

Zaman Al Was

Sumber: middleeastupdate.net/ January 4, 2016

(nahimunkar.com)