    Ketiga jemaah yang positif corona merupakan warga Medan, Sumatera Utara.

    “Ada juga warga negara asing yang datang kesitu, misalnya dari Pakistan, India, Thailand, ada kurang lebih 70-80 WNA, yang banyak India,” kata Camat Taman Sari, Jakarta Barat, Risan Mustar.

Sekitar 300 anggota komunitas Jamaah Tabligh menjalani karantina di Masjid Jami’ (Jami’ artinya masjid untuk berjum’atan, red NM) Kebon Jeruk, Taman Sari, Jakarta Barat, lantaran ada tiga jamaahnya positif corona setelah menjalani test cepat Covid-19. Karantina berlangsung selama 14 hari sejak Kamis, 26/3/20 usai test itu.

“Masjid tempat karantina sudah dijaga oleh petugas. Polisi dan TNI,” ungkap Camat Taman Sari Risan Mustar, Sabtu, 28/320. Yang diperlukan sekarang, ujarnya, adalah bantuan pangan berupa makanan siap saji.

Menurut dia, akan lebih baik jika ada makanan siap saji untuk menghindari jamaah yang dikarantina keluar-masuk masjid untuk membeli makanan. Risan juga mengakui sudah menyurati Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Barat.

Risan bilang, Masjid Jami’ Kebon Jeruk memang sering melakukan kegiatan. Ia juga mengungkapkan, ratusan yang dikarantina saat ini melakukan kegiatan tabligh akbar di masjid tersebut pada 26 Maret 2020 dengan peserta termasuk dari luar Jakarta dan luar negeri.

Baik yang dari luar kota maupun luar negeri semuanya ikut dikarantina. Risan mencatat ada 73 WNA yang ikut dikarantina.

Jamaah yang dikarantina, sambungnya, saat ini berstatus sebagai orang dalam pemantauan (ODP). Sedangkan yang positif sudah dibawa ke rumah sakit.

“Yang diisolasi (itu nanti) tanggal 7 April diperiksa lagi. Kalau tidak ada perubahan, berarti aman,” kata dia.

MoeslimChoice |, Sabtu, 28 Maret 2020 | 12:05 WIB | Ilham Akbar

 

***

Di Tengah Wabah Corona, Jemaah Masjid Jami Kebon Jeruk Malah Ramai Didatangi, Ini Alasannya

 

http://mesjidjamikebonjeruk.blogspot.com/

Kondisi Masjid Jami Kebon Jeruk di Jalan Hayam Wuruk Jakarta

 

TAMANSARI — Tiga jemaah Masjid Jami Kebon Jeruk, Tamansari, Jakarta Barat positif virus corona.

Ketiga jemaah Masjid Jami positif covid-19 sudah dibawa ke Rumah Sakit Darurat Covid 19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.

Tak hanya itu, sekitar 300 jemaah lainnya kini berstatus orang dalam pengawasan (ODP).

Mereka juga diwajibkan menjalani isolasi di Masjid Jami Kebon Jeruk selama 14 hari, terhitung mulai dari Kamis (26/3/2020).

 

Adanya jemaah yang positif corona diketahui usai Sudin Kesehatan Jakarta Barat menggelar rapid test kepada para jemaah di masjid tersebut pada Kamis (26/3/2020).

Lantas, di tengah pandemi virus corona saat ini mengapa masih terjadi kerumuman di Masjid Jami Kebon Jeruk?

Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi mengatakan bahwa masjid tersebut merupakan salah satu tempat orang berziarah.

Tak hanya jemaah dari Indonesia saja, melainkan banyak juga jemaah dari berbagai negara.

Diketahui, saat rapid test kemarin, ada 80 WNA yang sedang berada di Masjid Jami Kebon Jeruk.

“Masjid itu tempat orang berziarah untuk waktu yang cukup lama, dari Nusantara dan beberapa negara,” kata Rustam saat dikonfirmasi, Sabtu (28/3/2020).

Hal senada disampaikan Camat Tamansari Risan Mustar.

“Memang setiap hari ada kegiatan,” kata Risan.

Jemaah lokal yang datang ke Masjid Jami Kebon Jeruk, kata Risan berasal dari seluruh Indonesia.

Adapun ketiga jemaah yang positif corona merupakan warga Medan, Sumatera Utara.

“Ada juga warga negara asing yang datang kesitu, misalnya dari Pakistan, India, Thailand, ada kurang lebih 70-80 WNA, yang banyak India,” kata Risan.

“Jadi mereka sudah terjadwal, misalnya lima hari di sini kemudian berangkat lagi keliling dunia,” sambung dia.

Selama dua pekan diisolasi di masjid, untuk logistiknya para jamaah akan dipasok dari Sudin Sosial Jakarta Barat.

Aparat TNI dan Polri juga dikerahkan untuk memantau jalannya isolasi di masjid tersebut.

“Masalah bantuan sudah diatur, SOP nya dari pemerintah dari sudin sosial agar mereka tidak keluar masuk,” kata Risan./ Wartakotalive Sabtu, 28 Maret 2020 12:31

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.741 kali, 1 untuk hari ini)