Penularan HIV

Ada dua kenyataan yang sama-sama memiriskan di Bandung. Yang satu, banyaknya bayi yang mengidap HIV Positif. Satunya lagi, di Bandung dikenal ada dedengkot syiah yang bahkan punya lembaga yang pengaruhnya sudah ke mana-mana. Sedangkan syiah itu merupakan ajaran penerus mazdakisme Parsi Majusi, untuk meningkatkan keimanan maka perlu zina. Jadi zina tapi atas nama agama. Lhah syiah juga begitu, zina atas nama agama, hanya dinamakan saja nikah mut’ah.

Sekarang, kenyataan banyaknya bayi kena HIV Positif, itu tidak dapat diingkari karen ganti-ganti pasangan (zina). Artinya, perempuan berganti-ganti pasangan. Kalau empat perempuan dengan satu suami, bukan berarti ganti-ganti pasangan, dan itu dibolehkan dalam Islam bila mampu dan adil. Beda dengan nikah mut’ah, sampai perempuan sudah bersuami pun boleh zina dengan lelaki lain (tapi atas nama agama syiah yaitu nikah mut’ah). Betapa kejinya agama syiah itu.

Masih ragukah bahwa syiah memang membahayakan aqidah keimanan bahkan kelangsungan hidup di masyarakat?

Inilah beritanya.

***

Warga Bandung Miris, 300 Bayi Mengidap HIV Positif

AIDS

foto ilustrasi

BANDUNG– Daftar pengidap HIV yang cukup tinggi membuat miris warga Kota Bandung. Saat ini diperkirakan ada 300 bayi mengidap HIV positif.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Ahyani Raksanagara mengatakan bayi-bayi tak berdosa tersebut tentu saja tertular dari orangtuanya.

“Sampai 2014 ada 300 bayi yang terkena HIV positif. Setiap tahun terus meninggkat karena temuan kasus baru. HIV itu kan masa inkubasinya 15 tahun. Bisa saja orang itu dulunya punya riwayat apa, lalu menikah dan punya anak,” ujar Ahyani, seperti dikutip dari detikbandung, Rabu (19/5/2015) kemarin.

Namun demikian Ahyani meyakinkan agar tidak perlu khawatir karena sudah ada obatnya dan bisa ditingkatkan imunitas tubuh sang bayi dengan diberikan susu.

“Perawatan khusus bayi harus rajin diberi susu untuk mengurangi risiko. Mereka dapat susu, selain itu kontrol teratur, kan HIV sudah ada obatnya,” ucapnya.

Berdasarkan grafik Dinas Kesehatan hingga 2014, dari 30 kecamatan yang ada di Kota Bandung hampir semua masih memiliki warga yang terkena inveksi HIV dan AIDS. Per kecamatan minimal 1 hingga maksimal 7 orang yang terjangkit virus tersebut.

“Setiap tahun memang meningkat karena ada temuan kasus baru. Juga sekarang Puskesmas sudah bisa mendeteksi. Jadi orang-orang yang dulu tidak ketahuan, sekarang bisa ketahuan,” terang Ahyani.

Untuk mengatasinya, di setiap kecamatan saat ini sudah ada Warga Peduli HIV/AIDS. Diharapkan warga akan semakin melek dan tidak ada lagi stigma buruk kepada pengidap HIV/AIDS.

“Penyebab terbanyak saat ini napza suntik dan perilaku seksual, seperti berganti pasangan atau melakukan hubungan seksual yang tidak semestinya,” tandasnya.

Renungan

Wahai kaum mukmin, hendaklah kalian menjauhkan diri dari azab yang tidak hanya akan menimpa orang-orang zhalim diantara kalian, tetapi juga menimpa orang-orang shalih yang berada di tengah mereka. Ketahuilah bahwa azab Allah itu sangat keras. [Q.S. Al Anfaal ayat 25]. (azmuttaqin/arrahmah.com) (Arrahmah.com)

  1. Z. MuttaqinJum’at, 4 Sya’ban 1436 H / 22 Mei 2015 09:30

Ilustrasi slpos

(nahimunkar.com)

(Dibaca 14.661 kali, 1 untuk hari ini)