Sumber Foto: Hidayatullah.com


Elemen ormas Islam dan komunitas dakwah yang tergabung dalam Pegiat Ahlu Sunnah (PAS) Jabar telah mendatang sejumlah tempat di Kota Bandung yang disinyalir akan digelar perayaan Asyura Syiah. Di antaranya Yayasan Al Jawad di kawasan Gegerkalong, Yayasan Muthahhari di Jl.Kampus dan Majelis Alwi Assegaf di Jl.Kembar.

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya menciptakan suasana kondusif dari usaha provokatif dari kelompok Syiah.

Sebagaimana diketahui pada tahun-tahun sebelumnya ketiga tempat tersebut masih mengadakan perayaan Asyura Syiah meski hanya kecil-kecilan. Namun nampaknya untuk tahun ini ketiga tempat yang dianggap kantong Syiah di Bandung ini nampak sepi dari aktivitas Asyura.

Untuk memastikan hal tersebut kemarin dan tadi malam (malam Rabu dan malam Kamis) PAS Jabar bersama 300 laskar mengecek ke lokasi-lokasi yang terindikasikan akan melakukan perayaan Asyura Syiah namun sepi. Di tempat-tempat tersebut PAS Jabar juga memasang spanduk penolakan serta menyampaikan kepada warga sekitar bahwa Syiah itu sesat dan menyesatkan maka harus ditolak dan diwaspadai.

Langkah pengecekan ke lokasi kantong-kantong Syiah ini sebagai upaya untuk memastikan aparat keamanan dan pemerintah khususnya Kota Bandung yang telah berkomitmen untuk tidak memberikan izin perayaan Asyura Syiah di wilayah Bandung khususnya dan Jawa Barat pada umumnya.

Pada Jum’at (7/10/2016) PAS Jabar sudah mendatangi Mapolrestabes Bandung yang diterima Kasi Intelkam Kompol Haeruman, kemudian ke Walikota Bandung yang diterima Bapak Iwan Hermawan selaku Kepala Kesbangpol Kota Bandung. Selanjutnya ke Yayasan Muthahhari yang diterima Miftah Fauzi Rahmat selaku pengurus Yayasan dan Sekolah Muthahhari yang juga anak Jalaludin Rakhmat, kemudian ke Majelis Habib Alwi Assegaf yang juga kerap mengadakan acara Asyura. Selain menyerahkan surat penolakan acara Asyura Syiah, PAS Jabar juga menyerahkan surat rekomendasi dari MUI Jabar dan Kemenag Jabar tentang ajaran Syiah dan perayaan Asyura. (foto terlampir)

PAS Jabar sudah dapat komitmen dari Polrestabes Bandung dan Pemkot Bandung untuk tidak lagi memberi izin perayaan Asyura Syiah. Komitmen itu yang kita tagih dan ingin kita buktikan dilapangan.

Terkait adanya kabar perayaan Asyura yang pindah ke Cirebon dengan berangkatnya beberapa rombongan yang diduga dari kalangan IJABI Kota Bandung, Kami belum dapat laporan resmi. Namun sekiranya itu benar maka PAS Jabar sangat menyayangkan khususnya kepada aparat kepolisian atas diizinkannya acara tersebut meski dilakukan diluar Kota Bandung.

Sebelumnya PAS Jabar sudah mendapat informasi bahwa ANNAS Pusat sudah melayangkan surat ke Polda Jabar untuk tidak memberi izin perayaan Asyura Syiah di wilayah hukum Polda Jabar, harusnya itu juga diindahkan. Jika ada kepastian akan adanya perayaan Asyura Syiah di wilayah Jabar maka insya Allah akan mendatangi Polda Jabar untuk meminta klarifikasi.

Sepinya perayaan Asyura Syiah di Kota Bandung tahun ini selain adanya komitmen dari Polrestabes dan Pemkot Bandung untuk tidak memberi izin juga karena semakin sadarnya masyarakat muslim dalam memahami akan sesatnya paham Syiah sehingga ummat semakin sadar. Demikian juga dengan gencarnya sosialisasi tentang ajaran Syiah yang dilakukan ormas-ormas Islam dan elemen serta komunitas dakwah lainnya.  Hal ini dinilai lebih efektif karena masyarakat sekitar sendiri yang menolaknya.

PAS Jabar akan terus sosialisasikan kegiatan tersebut dengan mengacu pada buku panduan “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia” terbitan MUI Pusat sebagai bagian dari dakwah kepada semua pihak baik langsung kepada masyarakat juga kepada pejabat dan aparat keamanan. Sebab, mereka yang punya kewenangan sehingga kalau mereka paham pasti tidak mengizinkan atau mendukung segala kegiatan Syiah khususnya di Kota Bandung dan Jawa Barat.

Terkait tuduhan apa yang dilakukan PAS Jabar selama ini sebagai sikap dan tindakan intoleran, maka kami membantah dan tegaskan bahwa yang dilakukan elemen dakwah yang tergabung dalam PAS Jabar adalah dalam rangka menjaga akidah ummat dan kemuliaan Islam berikut keluarga Rasulullah SAW. PAS Jabar justru menganggap Syiah lah yang berlaku provokatif dan intoleran dengan menistakan Islam dan menghujat para sahabat Rasulullah SAW secara terang-terangan maupun tersembunyi.

Syiah mengingkari fakta dan membangun opini seolah-olah memuliakan ajaran Islam dan keluarga Rasul. Namun justru Syiah yang sedang melecehkan dan penodaan terhadap  ajaran Islam. Fakta yang buktikan, coba baca buku-bukunya, kitab-kitab yang dikarang ulamanya dan ucapan-ucapannya.

Untuk itu PAS Jabar menghimbau dan mengingatkan masyarakat khususnya ummat Islam untuk tidak mudah percaya terhadap retorika dan opini yang dilakukan kelompok Syiah. Ia pun meminta agar kelompok Syiah berhenti memprovokasi kaum muslimin dengan merayakan acara-acara hari kebesaran seperti idul ghodir, asyuro dan arbain yang di nisbatkan kepada Islam padahal isinya adalah penistaan dan penodaan terhadap ajaran Islam itu sendiri.

PAS Jabar tegaskan selama Syiah terus melakukan itu maka PAS Jabar tidak akan pernah diam membela kehormatan dan kemuliaan Islam, menjaga kemuliaanRasulullah SAW, keluarga dan para sahabat. Ini bukan hanya kewajiban PAS Jabar akan tetapi kewajiban seluruh kaum muslimin yang tidak rela agamanya dinistakan.

Wassalamu’alaykum wr.wb

Bandung, Rabu: 13 Oktober 2016

Hasan Faruqi, Spd.I
Ketua PAS Jabar

Mohammad Ferdian
Sekretaris PAS Jabar

Siaran Pers

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.515 kali, 1 untuk hari ini)