300 Siswa Polisi Positif Corona, dan Hadits-Hadits tentang Polisi di Akhir Zaman

Silakan simak berikut ini.

***

Mabes Polri: 300 Siswa Polisi Positif Corona

FacebookTwitterLinkedInTumblrPinterestShare via EmailPrint


Ribuan peserta didik sekolah inspektur polisi (SIP) Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Polri mengikuti kirab.

SUKABUMI,– Mabes Polri menyatakan sebanyak 300 siswa Setukpa Lemdikpol di Kota Sukabumi adalah positif corona versi hasil rapid test. Ratusan siswa tersebut kini tengah menjalani isolasi.

“Sesuai perintah Bapak Kapolri, sehubungan dengan pemberitaan siswa Setukpa terjangkit atau positif Corona, kita cek ke sini, ada Ka SDM Polri dan Karo Psikologi. Kita langsung mengecek, mengawasi, melihat, memberikan beberapa arahan-arahan berkaitan dengan siswa tersebut,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono usai memantau kondisi para siswa di Setukpa, Kota Sukabumi, Rabu (1/4/2020).

Argo mengatakan, dari 1.550 siswa Setukpa yang menjalani rapid test beberapa hari lalu, 300 orang diantaranya dinyatakan positif Corona.

“Saat ini 300 siswa yang dinyatakan positif usai rapid test tersebut ada di Setukpa, kemudian 1.250 siswa lainnya itu cuti. Dari 300 ini sudah dilakukan langkah oleh Setukpa, Pusdokes Polri, SDM Polri, dan Kasetukpa,” ucap Argo.

Ada beberapa langkah yang dilakukan Polri, antara lain pemberian vitamin dan isolasi mandiri. Saat ini kondisi 300 siswa tersebut dalam keadaan baik.

“Yang pertama isolasi mandiri, kedua adalah pemberian vitamin C injeksi dan tablet. Kemudian rontgen dan olahraga ringan, berjemur. Itu semua sudah kita lakukan. Secara teknis akan dijelaskan nanti oleh Kapusdokes,” beber Argo.

Argo meminta masyarakat yang tinggal di sekitar area Setukpa tidak resah dan khawatir karena pihaknya sudah melakukan langkah sesuai protokol kesehatan penanganan dan pencegahan penyebaran virus Corona.

“Masyarakat sekitar Setukpa tidak perlu khawatir. Dari 300 siswa itu sudah dilakukan langkah-langkah kedokteran, sudah dilakukan, langkah psikologi juga sudah kita lakukan. Semua dalam kondisi baik dengan situasi baik juga. Nanti dijelaskan oleh Kapusdokes,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Kedokteran Kesehatan (Kapusdokkes) Polri Brigjen Musyafa menyatakan hasil rapid test bukan berarti ratusan siswa tersebut sudah benar-benar terjangkit Corona.

“Perlu kita ketahui bahwa pelaksanaan rapid test ini tidak menjamin yang bersangkutan positif COVID 19 karena akurasinya kurang-lebih 80 persen dan itu tidak khusus (hanya) COVID19,” kata Musyafak.

Dia juga mengungkapkan telah melakukan sejumlah langkah untuk menjaga kondisi kesehatan para siswa. Salah satunya memberi tambahan menu makan yang tujuannya untuk stamina sekaligus obat yang menguatkan daya tahan tubuh dan imunitas.

“Seperti kemarin pemberian injeksi vitamin 1.000 miligram dengan harapan ada daya tahan tubuh yang tinggi. Kalau memang terinfeksi virus, tubuh bisa meng-counter, diisolasi, kita berikan obat vitamin untuk daya tahan tubuh,” jelas Musyafak.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, khususnya yang di sini. Sudah dilakukan foto rontgen, dan hasilnya dalam batas normal,” ujar dia.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sempat mengungkapkan adanya klaster baru penyebaran Corona di Jabar. Klaster baru itu terdapat di satu kecamatan di Kota Sukabumi.

Penemuan klaster baru itu diketahui setelah dilakukan rapid test kepada 22 ribu orang. Dari hasil tes tersebut terdapat sebanyak 300 orang yang terindikasi positif Corona yang sebagian besar berada di Kota Sukabumi.

“Dari hasil tes masif itu, paling banyak itu dari Sukabumi, itu yang terbesar dari seluruh wilayah kabupaten dan kota di Jabar. Jadi bukan di Depok, Bekasi, ini menjadikan Sukabumi sebagai klaster baru,” kata pria yang akrab disapa Kang Emil itu di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (30/3/2020). (dtk/izo/rs)

 

radarsukabumi.com, 01/04/2020

 

***

Munculnya Polisi dan Algojo Kejam dan Dzalim sebagai Tanda Kiamat Sudah Dekat


Posted on 15 Mei 2018

by Nahimunkar.com

 

Oleh: Abdullah Protonema Al Islamy

DIANTARA tanda akhir zaman yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kepada umatnya adalah munculnya para aparat keamanan dan algojo yang dzalim. Hal ini ada dalam kitab para ulama yang membahas tentang akhir zaman. Rasulullah bersabda:

سَيَكُوْنُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ شُرْطَةٌ يَغْدُوْنَ فِـي غَضَبِ اللهِ، وَيَرُوْحُوْنَ فيِ سَخَطِ اللهِ.

“Akan ada di akhir zaman para penegak hukum yang pergi dengan kemurkaan Allah dan kembali dengan kemurkaan Allah.” (Shahih al jami’).

 جاء في الحديث: ” سَيَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ شَرَطَةٌ , يَغْدُونَ فِي غَضِبِ اللهِ , وَيَرُوحُونَ فِي سَخَطِ اللهِ. رواه الطبراني وصححه الألباني

Telah diterangkan dalam Hadist : “Akan datang sebuah zaman para polisi yang berangkat dengan Murka Allah, dan pulang dengan membawa murka Allah.” (Riwayat Thabrani dan dishahihkan Al-Bani).

 وفي صحيح مسلم قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يُوشِكُ، إِنْ طَالَتْ بِكَ مُدَّةٌ، أَنْ تَرَى قَوْمًا فِي أَيْدِيهِمْ مِثْلُ أَذْنَابِ الْبَقَرِ، يَغْدُونَ فِي غَضَبِ اللهِ، وَيَرُوحُونَ فِي سَخَطِ اللهِ»

Adapun dalam riwayat Muslim Sesungguhnya Rasululloh bersabda ” Jika umurmu panjang, niscaya engkau akan melihat satu kaum yang pergi pada pagi hari dengan kemurkaan Allah dan pulang pada sore hari dengan laknat Allah, Di tangan tangan mereka ada Cambuk bagaikan ekor sapi”

  قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَكُونُ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ سُفَهَاءُ يُقَدِّمُونَ شِرَارَ النَّاسِ، وَيَظْهَرُونَ بِخِيَارِهِمْ، وَيُؤَخِّرُونَ الصَّلَاةَ عَنْ مَوَاقِيتِهَا، فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ، فَلَا يَكُونَنَّ عَرِيفًا وَلَا شُرْطِيًّا وَلَا جَابِيًا وَلَا خَازِنًا» . رواه أبو يعلى وابن حبان في صحيحه، وقال الهيثمي: رجاله رجال الصحيح خلا عبد الرحمن بن مسعود وهو ثقة اهـ. وحسنه الألباني.

Berkata Rasulullah Shallallah ‘alaihi wasallam, “Benar-benar akan datang kepada kalian wahai manusia, suatu zaman yang penguasanya menjadikan orang-orang jahat sebagai kepercayaan mereka dan mereka menunda-nunda pelaksanaan shalat dari awal waktunya. Barang siapa yang mendapati masa mereka janganlah sekali kali menjadi bagian dari mereka baik jadi penasehat, polisi, penarik pajak, atau bendahara bagi mereka.” (Riwayat Abu ya’la dan Ibnu Hibban dalam shahihnya, dan berkata Haitami: para rijalnya shahih, dan di hasankan oleh Al Bani).

Dari Abu Said Al Khudry RA, ia berkata, “Rasulullah berdiri di tengah kami dalam salah satu khutbah yang diantara beliau bersabda, ‘Ketahuilah aku hampir saja di panggil (oleh malaikat maut) lalu aku penuhi panggilan tersebut. Sesudahku kelak kalian akan dipimpin oleh penguasa yang berkata berdasarkan landasan ilmu dan berbuat berdasarkan ilmu. Mentaati mereka merupakan ketataan yang benar kepada pemimpinya, dan kalian akan berada dalam kondisi selama beberapa waktu lamanya. Setelah itu kalian akan dipimpin oleh para penguasa yang berkata bukan berdasarkan ilmu dan berbuat bukan berdasarkan landasan ilmu. Barangsiapa menjadi penasehat mereka, berati ia telah binasa dan membinasakan orang lain. Hendaklah kalian bergaul dengan mereka secara fisik, namun janganlah perbuatan kalian mengikuti kelakuan mereka. Persaksikanlah siapa yang berbuat baik diantara mereka sebagai orang yang  berbuat baik, dan orang yang berbuat buruk diantara mereka sebagai orang yang buruk.'” (Riwayat Thabrani al Baihaqi, Syaikh Al Bani menyatakan hadits ini shahih).

Dari beberapa hadist di atas menunjukan bahwa akan hadirnya para aparat pemerintah dan aparat keamanan yang di murkai oleh Allah. Para ulama banyak menerangkan bahwa terlaknatnya mereka dikarenakan tindakan mereka itu sendiri. Suka berbuat dzalim dan menganiaya masyarakat yang tidak salah. Menghukum secara sepihak dan membahagiakan orang kaya padahal jelas salah dalam sebuah perkara.

Tentu saja poros terbahaya dari semua ini adalah munculnya para pemerintah otoriter dan diktator yang meninggalakn Islam sebagi asas dalam memerintah. Sehingga mereka mengambil kebijaksanaan dalam pemerintahnya dengan hawa nafsu dan akal yang justru akan menimbulkan kerusakan di muka bumi.

Kepemimpinan ini masuk dalam fase Mulkan Jabbar, dimana pemerintah sudah tidak lagi memakai Khilafah dalam sistem pemerintahan mereka. Tidak menjadikan al-Qur`an dan As-Sunnah sebagai undang-undang, dan sudah tidak menjadikan nasehat para ulama yang shalih sebagai penasehat kenegaraan. Jelas hal ini menjadi dasar haramnya untuk taat kepada pemerintah yang seperti ini.

Syaikh Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al Wabil dalam kitab Asyraatus Saa’ah beliau menukil Keterangan Imam Nawawi, “Hadist ini adalah diantara mukjizat Nabi. Sungguh telah terbukti apa yang dikabarkan oleh beliau, adapun orang orang yang membawa cambuk adalah pengawal-pengawal penguasa yang berbuat kedzaliman.” (Syarah Nawawi).

Maka tidak aneh bila  sekarang ini kita dapati diantara akhlak para polisi, tentara, dan aparat pemerintahan semena-mena terhadap kaum muslimin yang ingin menegakan Tauhid dan sunnah Rasulullah.

Di sisi lain muncul para ulama yang justru membenarkan tingkah laku para aparat dzalim. ulama seperti inilah yang menjadi pijakan para aparat pemerintah kian menindas pejuang Islam. Para pejuang divonis sebagai khawarij, bughat, pemberontak atau sekte takfiri. Sehingga dengan label itu mereka halalkan para aparat untuk menangkap sesuka hati. Yang ujung-ujungnya adalah membuat musuh kaum muslimin justru senang. Na’udzubillah

Semoga kita dijauhkan dari sifat dzalim dan Allah tetap teguhkan dalam hati kaum muslimin dalam manhaj salafus shalih memperjuangkan Islam hingga tegak khilafah Islam di muka bumi. Wallahualam bis Shawab.*

Sumber: voa-islam.com

***

Kapolri sebut personel polisi di RI terbanyak nomor 2 di dunia

Merdeka.com – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan jika polisi Indonesia merupakan yang terbesar nomor dua di dunia setelah China. Kata Kapolri, saat ini jumlah anggotanya di Indonesia sebanyak 430 ribu personel.

“Polisi Indonesia polisi terbesar nomor dua di dunia setelah Tiongkok. Kita polisi besar dengan jumlah terbesar lho. Ada 430 ribu personel,” kata Tito di Nusa Dua Bali, Kamis (15/9 2016). [eko]

Reporter : Gede Nadi Jaya / merdeka.com

https://www.nahimunkar.org/munculnya-polisi-dan-algojo-kejam-dan-dzalim-sebagai-tanda-kiamat-sudah-dekat/

(nahimunkar.org)

(Dibaca 12.307 kali, 1 untuk hari ini)