300 Warga Iran Meninggal dan 1000 Orang Kritis karena Minum Methanol untuk Melawan Virus Corona

IRAN – 300 warga Iran dilaporkan meninggal dan 1.000 orang kritis karena meminum metil alkohol atau metanol yang dikabarkan bisa melawan virus Corona (Covid-19).

 

Mengutip Daily Mail pada Jumat (27/3/2020), mereka meminum metanol karena termakan oleh informasi palsu (hoax) yang menyebutkan seorang guru di Inggris sembuh setelah minum wiski yang dicampur dengan madu.

Tanpa menyaring informasi yang didapat, mereka langsung percaya dan meminum alkohol dengan dosis tinggi sebagai pembunuh virus Corona. Akibatnya, 300 orang meninggal dan ribuan dalam kondisi kritis. Diantara yang meninggal juga terdapat bayi.

Dalam laporan Daily Mail digambarkan, seorang perawat berdiri di atas mayat seorang anak laki-laki yang diinkubasi tanpa mengenakan apapun kecuali popok.

Pekerja medis yang mengenakan APD lengkap dengan masker itu hanya memohon pada masyarakat untuk berhenti minum alkohol karena khawatir dampaknya akan semakin meluas.

Dalam laporannya, bocah itu meninggal setelah diberi metanol oleh orang tuanya yang punya keyakinan bahwa cairan itu bisa melindungi dari virus corona.

Namun, itu hanya satu dari ratusan korban lainnya disamping wabah virus corona, korban termakan hoax juga terus bertambah.

”Kabar hoaks itu menyebar begitu cepat, dan orang-orang yang sekarat tidak berpikir ada bahaya lain yang bisa ditimbulkan,” kata Dr Knut Erik Hovda, seorang ahli toksikologi klinis di Oslo.

Menurutnya, kasus keracunan metanol ini bisa menjadi wabah yang sama buruknya dengan virus corona. Sebagian besar orang Iran muda yang terinfeksi virus corona, akan mengalami batuk, demam, dan flu beberapa hari kemudian menghilang.

Namun, bagi lansia terutama yang memiliki masalah kesehatan, penyakitnya semakin parah karena menyebabkan pneumonia, hingga kematian.

Pandemi ini telah melanda seluruh dunia, menyebabkan ekonomi dan lumpuh hingga memaksa pemerintah membatasi pergerakan milyaran orang di seluruh dunia.

Sampai sekarang belum ada obat untuk mengatasi pandemi Covid-19, sementara para ilmuwan terus berupaya menemukan solusinya.

Sementara itu, korban yang meninggal akibat virus corona juga semakin bertambah banyak.Dilaporkan ada 144 kematian akibat virus corona, pada Jumat (27/3).

Di Iran, 2.378 orang meninggal dunia akibat Corona dan 32.300 orang postif terinfeksi Covid-19. ***

Editor: Hermanto Ansam

Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

goriau.com, Sabtu, 28 Mar 2020 21:15 WIB

foto newstracklive.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 618 kali, 1 untuk hari ini)