JAKARTA (voa-islam.com)- Politisi Partai Bulan Bintang (PBB), MS Ka’ban menyebut Pemilu 2019 mendatang sebagai terduga tidak jujur dan tidak adil. Hal tersebut disampaikan Ka’ban sebab 31 juta daftar pemilih tambahan (DPT) yang belakangan ini menjadi polemik karena terlihat enggan dibuka identitasnya oleh Kemendagri.

Suara tipu dan tipu suara. 31 juta, uenak tenan pemenang Pemilu,” demikian cuitannya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun nampak dianggap Ka’ban sebagai predator atas kasus tersebut. “Keberadaan KPU konon independen, semakin jauh dari tekad pembentukan nya, sedih rasanya KPU menjadi predator demokrasi.”

Ia menduga ada upaya penggelapan daftar pemilih tetap (DPT). Dan ja artikan sebagak cikal bakal kegelapan demokrasi. “NKRI harus menjadi kuat dengan demokrasi, kita Indonesia.

Penggelapan DPT penyelewengan kedaulatan rakyat, itu korupsi suara, ancaman persatuan ber-NKRI. Audit IT KPU wajib.”

Mantan Menteri Kehutanan ini juga menyebut, bahwa “tertutupnya” identitas 31 juta daftar pemilih tambahan sebenarnya berawal dari KPU yang terlihat menutup data tersebut dari Kemendagri.

“Indikasi awal ada ketidakterbukaan dengan kata lain tidak jujur pada seluruh rakyat Indonesia, apalagi untuk parpol peserta pemilu. Jangan ada dusta membangun demokrasi kita.”

(Robi/voa-islam.com) – Rabu, 6 Rabiul Akhir 1440 H / 12 Desember 2018

(nahimunkar.org)

(Dibaca 539 kali, 1 untuk hari ini)