BOGOR – Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Mochammad Iriawan mengatakan 34 tersangka penyerangan Kampung Majelis Az Zikra, Sentul, Bogor, Jawa Barat telah ditahan. Menurutnya segala kekerasan dalam bentuk apapun akan ditindak.

“Ada hukum yang mempertanggungjawabkannya. Dan ini baru 38 dan 34 baru kita tetapkan tersangka dan ditahan,” kata Iriawan kepada wartawan di Istana Bogor, Jumat (13/2).

Pihaknya langsung melakukan pertemuan-pertemuan dengan para tokoh masyarakat agar kerusuhan seperti ini tidak meluas. Segala upaya dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Iriawan menjelaskan, pihaknya akan menindak tegas kepada pelaku penyerangan kampung Az Zikra, tempat Ustaz Arifin Ilham sesuai undang-undang yang berlaku. Penyerang-penyerang tersebut akan diproses dan dituntut ke pengadilan.

“(Pasal) 170 pengerusakan, baik kepada benda maupun kepada orang, sehingga lebih tinggi ancamannya. 5 Tahun (ancamannya),” jelasnya.

Kampung Majelis Az Zikra diserbu preman pada Rabu (11/2) malam. Para preman itu awalnya meminta agar spanduk bertuliskan anti Syiah diturunkan.

Namun permintaan preman itu tak dituruti. Mereka naik pitam dan kemudian memukuli pengurus Masjid Az Zikra, Faisal sehingga mengalami luka-luka. [syahid/merdeka/sharia/voa-islam.com] Sabtu, 24 Rabiul Akhir 1436 H / 14 Februari 2015 12:10 wib

(nahimunkar.com)