39 TKA China Masuk ke Bintan, Saleh DPR: Sepertinya Ada Perlakuan Istimewa

  • Dua Hari Berikutnya, 29 TKA Asal China Diberangkatkan dari Bintan ke Jakarta karena tak memiliki dokumen sebagai TKA

 

Inilah beritanya.

***


39 TKA China Masuk ke Bintan, Saleh DPR: Sepertinya Ada Perlakuan Istimewa


Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay menyayangkan sikap pemerintah yang mengizinkan masuknya tenaga kerja asing (TKA) asal China ke Bintan, Kepulauan Riau. Pasalnya, pemerintah sebelumnya telah memutuskan untuk menghentikan sementara semua kunjungan dan transit WNA ke Indonesia. Tidak hanya bekerja, tetapi juga yang hendak berwisata.

 

“Kita harus berhati-hati. Walaupun katanya telah dilakukan pengecekan suhu badan, bukan berarti semuanya telah aman. Ada banyak kasus yang menunjukkan bahwa pemeriksaan suhu badan tidak serta merta menandakan seseorang tidak terinfeksi. Sebab, masa inkubasi virus ini adalah 14 hari,” kata Saleh dalam pesan elektroniknya diterima pada Rabu (1/4/2020).

 

Saleh justru mempertanyakan alasan yang melatarbelakangi diperbolehkannya ke-39 WNA itu masuk di Tanah Air.

 

“Saya tidak mengerti apa yang melatarbelakangi ke-39 orang tersebut diperbolehkan masuk. Apalagi mereka datang dari negara tempat episentrum virus ini pertama kali diketahui. Sepertinya, ada perlakuan dan keistimewaan yang diberikan kepada mereka,” ujar politikus Partai Amanat Nasional itu.

 

“Perlu ditanyakan kepada Kementerian Luar Negeri, Kementerian Tenaga Kerja, atau pihak imigrasi. Merekalah seharusnya yang paling mengetahui persoalan ini.”

 

Berkenaan dengan telah masuknya mereka ke Indonesia, Saleh mendorong agar pemerintah dapat melakukan pemantauan dan pemeriksaan lebih ketat. Tentu tidak ada salahnya untuk sementara mereka dipulangkan dulu ke negaranya.

 

“Jika nanti situasi memungkinkan, akan dipikirkan lagi kemungkinan mereka untuk kembali dan bekerja di Indonesia,” ujar Saleh.

 

Diberitakan sebelumnya, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Tanjungpinang Agus Jamaludin membenarkan kedatangan puluhan tenaga kerja asing (TKA) asal China ke Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, melalui Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban.

 

“Benar, hari ini ada sekitar 39 TKA asal China masuk ke Kabupaten Bintan,” kata Agus Jamaludin di Bintan, Kepulauan Riau, Selasa (31/3).(*)

 

Gelora News
1 April 2020

***

 

29 TKA Asal China Diberangkatkan dari Bintan ke Jakarta

 


Warga negara asing asal Cina (ilustrasi)

Foto: Republika/Riga Nurul Iman

Mereka diterbangkan ke Jakarta karena tak memiliki dokumen sebagai TKA

TANJUNGPINANG — Sebanyak 29 orang berkebangsaan China diterbangkan ke Jakarta karena tidak memiliki dokumen sebagai tenaga kerja asing (TKA). Mereka berada di lokasi PT Bintan Alumina Indonesia (BAI), Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Kepala Administrator Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang Bintan, Hasfarizal Handra, di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Jumat (3/4) mengatakan ke-29 orang TKA asal China itu diberangkatkan ke Jakarta lantaran tidak memiliki dokumen sebagai TKA. Sementara 10 orang TKA asal China lainnya, tambah dia, pada Kamis (2/4) telah diterbangkan ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Lion Air dari Bandara Raja Haji Fisabilillah. “Jadi totalnya ada 39 orang yang diterbangkan ke Jakarta,” ujarnya.

Hasfarizal menjelaskan TKA itu belum sempat bekerja. Mereka memiliki keahlian sebagai konsultan yang memberi pengarahan dalam penggunaan peralatan di PT BAI.

Sebanyak 39 orang TKA itu diterbangkan ke Jakarta lantaran mereka ke Bintan melalui perjalanan dari Jakarta menuju Batam, kemudian ke Bintan dengan menggunakan kapal cepat. “Mereka harus urus izin untuk untuk bekerja. Setelah lengkap, baru mereka dapat kembali ke Bintan untuk bekerja di PT BAI,” katanya.

Hasfarizal mengemukakan pengusiran TKA dari Bintan bukan semata-mata berdasarkan keputusan Pemkab Bintan, melainkan hasil rapat dengan instansi vertikal. “Ini keputusan bersama,” katanya.

Beberapa hari lalu, kehadiran TKA China di Bintan sempat menimbulkan protes dari sejumlah kalangan. Protes yang dilakukan berhubungan dengan isu Covid-19 dan ratusan warga Bintan yang di-PHK (pemutusan hubungan kerja) sebagai imbas dari Covid-19.

Bupati Bintan Apri Sujadi menegaskan tidak menolak kehadiran TKA jika sesuai prosedur. Namun pihak perusahaan juga harus memastikan bahwa TKA tersebut tidak menimbulkan permasalahan kesehatan dan sosial. TKA yang masuk ke Bintan, menurut dia menyakiti perasaan warga Bintan, terutama yang baru di-PHK.

“Saya harus berdiri di depan masyarakat. Saya minta pihak perusahaan juga memerhatikan persoalan ini, bahwa sekarang masyarakat lagi sedih, risau akibat Covid-19,” ujar Apri Sujadi.

Red: Andi Nur Aminah

republika.co.id, Jumat 03 Apr 2020 17:03 WIB

***

Negeri ini para penguasanya seolah tidak doyan petunjuk terbaik


Negeri ini para penguasanya seolah tidak doyan petunjuk terbaik, hingga manusia2 dari negeri muncunya virus wuhan corona di China Komunis yang telah jadi pendemi sedunia pun, tetap manusia2 komunis itu dipersilakan berbondong-bondong ke Indonesia.


Bahkan tenaga2 dari Komunis China juga sengaja didatangkan ke Indonesia di antaranya ke Kendari sampai kapoldanya menutup-nutupi dengan berbohong segala. Maka pantaslah masyarakat marah, hingga di Kalbar, tenaga komunis china yang datang, langsung digeruduk massa dan agar diusir.


https://www.nahimunkar.org/beredar-di-medos-di-kalbar-rakyat-bergerak-sendiri-secara-massal-untuk-hadapi-tka-china-dan-para-aparat-yang-melindungi-tka/


Petunjuk yang terbaik di antaranya ini:


Untuk menghadapi wabah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan dalam hadits dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

إِذَا سَمِعْتُمُ الطَّاعُونَ بِأَرْضٍ، فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأرْضٍ، وأنْتُمْ فِيهَا، فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا. متفق عَلَيْهِ

Apabila kalian mendengar wabah tha’un melanda suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Adapun apabila penyakit itu melanda suatu negeri sedang kalian ada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar dari negeri itu.” (Muttafaqun ‘alaihi)


https://www.nahimunkar.org/who-resmi-umumkan-virus-corona-sebagai-pandemi/


Berbeda dengan yang punya kesadaran, contohnya seorang professor Amerika, walau dia bukan Muslim, namun sangat menghargai petunjuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam kasus wabah.


Corona Mewabah, Profesor Amerika Ini Kagumi Metode Karantina yang Diajarkan Nabi Muhammad

https://www.nahimunkar.org/corona-mewabah-profesor-amerika-ini-kagumi-metode-karantina-yang-diajarkan-nabi-muhammad/

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 285 kali, 1 untuk hari ini)