Seorang ayah Suriah membawa tubuh anaknya


Serangan udara Rusia yang dimulai pada akhir bulan September 2015 dilaporkan telah membunuh lebih dari 1.000warga sipil, termasuk lebih dari 300 anak-anak.

“Setidaknya 1.505 orang terbunuh akibat serangan udaraRusia yang diluncurkan sejak bulan September 2015. Kamitelah mendokumentasikan nama mereka dan bisa mengatakan bahwa 346 korban diantaranya adalah anak-anak, hanya sekira 47 orang adalah militan”, jelas Bassam al-Ahmad, jubir lembaga dokumentasi kekerasan di Suriah(VDC), kepada Al Jazeera, Rabu.

VDC adalah LSM independen yang telah memantau konflik di Suriah sejak April 2011.

Sedangkan menurut catatan Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), bahwa jumlah korban jiwa mencapai1.015, dimana 238 dari mereka yang dibunuh Rusia adalah anak-anak. SOHR juga mencatat setidaknya 1.141militan terbunuh. Termasuk para anggota ISIS.

Channel online berita Suriah, Orient-news, menyebutkan jumlah korban sipil serangan Rusia mencapai 1035 orang dan lebih dari 200 diantaranya adalah anak-anak dan balita.

Rusia menyerang warga sipil

Khalid, seorang relawan dari Pertahanan Sipil Suriah, mengatakan (berdasar datanya) jika warga sipil adalah target utama di hari pertama Rusia meluncurkan serangan udara, 30 September 2015 lalu.

“Mendengar Rusia dari radio? Kami langsung tahu ini adalah jenis serangan yang tidak biasa. Dimana 100% korban adalah warga sipil. Sebuah kompleks di daerah Talbiseh (semuanya) hancur, termasuk 60 rumah warga sipil”, kata Khaled.

Dikenal juga sebagai helm putih atau “White Hemet”, Pertahanan Sipil Suriah adalah kelompok penyelamat yang dibentuk sejak tahun 2013. Kini jumlah anggota mereka mencapai 2.700 relawan. Beberapa anggota relawan helm putih juga pernah menjadi korban serangan udara susulan saat mengevakuasi korban.

Moskow mengklaim untuk memerangi “teroris”

Meskipun berbagai lembaga HAM dan pengamat independen membawakan data jumlah korban serangan Rusia adalah warga sipil, namun kementerian pertahanan Rusia membantah telah membunuhi warga sipil. Rusia mengklaim sedang memerangi “terorisme internasional” dan ISIS yang mengancam negara Suriah.

Bulan ini, seorang pejabat anonim Amerika menyebutkan bahwa 70% serangan udara Rusia tidak menyasar ISIS. Rusia juga menggunakan bom “bodoh” yang berakurasi buruk. Bahkan di awal kampanye militernya, Rusia dituduh sangat minim menyerang wilayah ISIS. Barulah setelah disorot berbagai pihak, militer Rusia mulai “sedikit” meningkatkan sasaran pada ISIS. (Al-Jazeera/Orient-news/rslh)

Sumber: risalah.tv

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.669 kali, 1 untuk hari ini)