.

  • Dalam khutbahnya pada Kamis kemarin, Paus Benediktus XVI mengatakan bahwa skandal pelecehan seksual yang dilakukan para pendeta itu sebagai aib bagi gereja.

 Vatikan- Pusat gereja di Vatikan secara mengejutkan membeberkan sejumlah fakta pelecehan seksual yang dilakukan banyak pendeta. Sepanjang tahun 2011 hingga 2012 Paus Benediktus XVI telah memecat 400 pendeta atas tuduhan pelecehan seksual serius yang dilakukan para pendeta itu terhadap anak-anak.

Melansir BBC, Sabtu (18/1), bahwa AP (Associated Press) telah mengungkap data statistik tahun 2011 hingga 2012 yang menunjukkan adanya peningkatan kasus dibandingkan tahun sebelumnya. Data-data itu diperoleh dari hasil investigasi Vatikan untuk mengikuti sidang PBB, Kamis kemarin (16/1).

 Sejak Vatikan berdiri, ini pertama kalinya Tahta Suci Vatikan mengungkapkan tindak pelecehan seksual terhadap anak-anak yang dilakukan para pendeta.

Saat menjalani sidang di Jenewa para pejabat gereja menghadapi berbagai pertanyaan keras yang mencakup mengapa mereka menahan data itu dan apa yang akan mereka lakukan untuk mencegah adanya pelecehan kembali di masa depan. Namun para pengacara korban mengeluh lantaran pihak gereja sulit untuk bebicara secara terbuka.

Vatikan Federico Lombardi, juru bicara Vatikan awalnya mengatakan bahwa laporan Associated Press itu telah didasarkan pada kesalahan membaca data. Tetapi dia kemudian menarik kembali pernyataannya itu, mengonfirmasikan kepada BBC bahwa cerita itu benar.

Data terbaru mengungkap pendeta-pendeta yang dipecat pada 2011 dan 2012 jumlahnya lebih dari dua kali lipat para pendeta yang dipecat pada 2008 dan 2009 yakni 171 pendeta, ketika Vatikan pertama kali memberikan angka para pendeta dipecat.

AP melaporkan Vatikan juga telah mengirimkan 400 kasus lainnya baik itu diadili oleh pengadilan gereja atau akan ditangani secara administratif.

Sejak Benediktus terpilih pada tahun 2005, ia langsung mengambil alih kendali dan menemukan adanya indikasi skandal pelecehan seksual terhadap anak-anak oleh para pendeta, dan pada akhirnya ia berhasil mengungkapnya.

Membanjirnya tuduhan, tuntutan hukum, dan laporan resmi terhadap pelecehan dilakukan pendeta mencapai klimaks pada 2009 dan 2010, di mana para pengamat mengatakan hal ini mungkin menjelaskan adanya lonjakan yang diungkap pada dokumen tersebut.

Tahta Suci Vatikan merupakan penandatangan Konvensi PBB tentang Hak-Hak Anak, sebuah alat yang mengikat secara hukum di mana instrumen yang melakukan itu agar melindungi dan memelihara mereka yang paling rentan dalam masyarakat.

Bulan lalu, pihak Vatikan menolak permintaan Komite PBB tentang Hak-Hak Anak terkait data pelecehan. Pihak Vatikan hanya akan mengungkap informasi tersebut jika diminta untuk melakukannya oleh negara lain sebagai bagian dari proses hukum.

Dalam khutbahnya pada Kamis kemarin, Paus Benediktus XVI, mengatakan bahwa skandal pelecehan seksual yang dilakukan para pendeta itu sebagai aib bagi gereja.

Sebelumnya, pada Desember lalu, Paus asal Argentina itu juga mengumumkan bahwa sebuah komite Vatikan akan dibentuk untuk memerangi pelecehan seksual terhadap anak-anak yang selama ini terjadi di gereja. SPEKTANEWS Written By Mecca Gorda on Saturday, January 18, 2014 | 1:28 PM

***

Akibat melawan syariat nikah dan fitrah manusia

Beginilah yang terjadi apabila manusia melawan fitrahnya, manusia diciptakan oleh Allah ‘Azza wa Jalla sesuai dengan fitrahnya. Oleh karena itu, Allah ‘Azza wa Jalla menyuruh manusia untuk menghadapkan diri mereka ke agama fitrah agar tidak terjadi penyelewengan dan penyimpangan sehingga manusia tetap berjalan di atas fitrahnya.

Pernikahan adalah fitrah manusia, maka dari itu Islam menganjurkan untuk menikah karena nikah merupakan gharizah insaniyyah (naluri kemanusiaan). Apabila gharizah (naluri) ini tidak dipenuhi dengan jalan yang sah, yaitu pernikahan, maka ia akan mencari jalan-jalan syaitan yang menjerumuskan manusia ke lembah hitam.

Firman Allah ‘Azza wa Jalla:

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam), (sesuai) fitrah Allah, disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” [Ar-Ruum : 30](ukasyah/dbs)

Sumber Berita: www.islamlagi.com ISLAM LAGI | Minggu, 19 Januari 2014 – 13:58:48 WIB

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.817 kali, 1 untuk hari ini)