Ahmad Syafi’i Ma’arif

Ketika MUI mengeluarkan fatwa tentang haramnya paham Sekularisme, Liberalisme dan Pluralisme Agama, umat Islam menyambut gembira fatwa tersebut. Namun ada sedikit dari umat Islam yang selama ini dikenal getol sebagai penjaja dan pengusung paham haram itu menjadi resah akibat fatwa MUI tersebut. Merekalah yang dikenal sebagai Tokoh Islam Liberal.

Buku ini memuat daftar 50 Tokoh Islam Liberal di Indonesia dan sepak terjangnya, baik yang senior maupun juniornya, baik yang masih aktif maupun sudah meninggal, baik para pendirinya maupun penerus jejaknya untuk kita kenali bersama. Merekalah yang sadar maupun tidak sedang melakukan upaya pembusukan bangunan Islam dari dalam.

Ini Daftar 50 TOKOH JIL INDONESIA
kenalilah agar anda tidak terpengaruh olehnya…

A. Para Pelopor

1.. Abdul Mukti Ali (meninggal)
2.. Abdurrahman Wahid (meninggal)
3.. Ahmad Wahib (meninggal)
4.. Djohan Effendi (meninggal 17 nov 2017)
5.. Harun Nasution (meninggal)
6.. M. Dawam Raharjo (meninggal)
7.. Munawir Sjadzali  (meninggal)
8.. Nurcholish Madjid (meninggal)

B. Para Senior

9.. Abdul Munir Mulkhan
10.. Ahmad Syafi’i Ma’arif
11.. Alwi Abdurrahman Shihab
12.. Azyumardi Azra
13.. Goenawan Mohammad
14.. Jalaluddin Rahmat
15.. Kautsar Azhari Noer
16.. Komaruddin Hidayat
17.. M. Amin Abdullah
18.. M. Syafi’i Anwar
19.. Masdar F. Mas’udi
20.. Moeslim Abdurrahman (meninggal)
21.. Nasaruddin Umar
22.. Said Aqiel Siradj
23.. Zainun Kamal

C. Para Penerus “Perjuangan”

24.. Abd A’la
25.. Abdul Moqsith Ghazali
26.. Ahmad Fuad Fanani
27.. Ahmad Gaus AF
28.. Ahmad Sahal
29.. Bahtiar Effendy
30.. Budhy Munawar-Rahman
31.. Denny JA
32.. Fathimah Usman
33.. Hamid Basyaib
34.. Husein Muhammad
35.. Ihsan Ali Fauzi
36.. M. Jadul Maula
37.. M. Luthfie Assyaukanie
38.. Muhammad Ali
39.. Mun’im A. Sirry
40.. Nong Darol Mahmada
41.. Rizal Malarangeng
42.. Saiful Mujani
43.. Siti Musdah Mulia
44.. Sukidi
45.. Sumanto al-Qurthuby
46.. Syamsu Rizal Panggabean
47.. Taufik Adnan Amal
48.. Ulil Abshar-Abdalla
49.. Zuhairi Misrawi
50.. Zuly Qodir

Judul Buku : 50 Tokoh Islam Liberal Indonesia : Pengusung Ide Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme

Penulis : Budi Handrianto
Halaman : 295 + xxvi paperback (softcover)
Cetakan 1 : Juni 2007
Penerbit : Hujjah Press (kelompok Penerbit Al Kautsar

https://rositchairul.wordpress.com January 17, 2013 • patrickjohan

***

Tokoh liberal anti penerapan Syairat Islam, mati

by Nahimunkar.com, 11 Juli 2012

Di antara peninggalannya, inilah:

Korban pertama yang bakal muncul akibat penerapan syariat Islam itu adalah kaum perempuan. Karena, menurut Dr. Moeslim Abdurrahman, banyak sekali regulasi dalam Islam yang membatasi ruang gerak kaum perempuan. Simak wawancara Ulil Abshar-Abdalla dari Jaringan Islam Liberal dengan pengamat keagamaan yang juga seorang aktivis LSM itu. (http://islamlib.com 16/09/2001 | Wawancara).

Perlu diingat, ada hadits shahih Muslim yang cukup jelas:

َقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ

صحيح الإمام مسلم عَنْ جَرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda: “Barangsiapa yang memulai mengerjakan perbuatan baik dalam Islam, maka dia akan memperoleh pahalanya dan pahala orang yang mencontoh perbuatan itu, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa yang memulai kebiasaan buruk, maka dia akan mendapatkan dosanya, dan dosa orang yang mengikutinya dengan tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” (HR Muslim dari Jarir bin Abdillah).

Tentang berita matinya tokoh liberal, ini dia:

***

Tokoh liberal berkurang satu Moeslim Abdurahman meninggal dunia

JAKARTA – Tokoh pemikir liberal Moeslim Abdurrahman (64) wafat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, Jumat malam, sekitar pukul 20.00 WIB karena serangan jantung.

“Dia terkena serangan jantung dan sejak dua hari lalu dirawat di RSCM,” kata budayawan Garin Nugroho seperti dirilis Antaranews, Jum’at malam (6/7).

Mantan Direktur Eksekutif Wahid Institute Ahmad Suaedy juga membenarkan kepergian cendekiawan muslim ini.

“Selama dirawat sempat sms-an dengan saya. Katanya nggak apa-apa,” kata Ahmad Suaedy.

Menurut dia, Moeslim Abdurrahman sebelum masuk rumah sakit masih sempat mengisi salah satu seminar.Saat ini jenazah sedang dalam perjalanan menuju rumah duka di kawasan Pondok Gede, Bekasi.

Garin mengatakan, pemakaman jenazah masih menunggu hasil runding pihak keluarga.

Sebagaimana diketahui, Moeslim Abdurahman dikenal sebagai pemikir liberal yang sering menyampaikan gagasan-gagasan nyeleneh seperti menilai Ibadah haji sebagai dongeng yang di wariskan oleh Nabi Ibrahim Alaihis Salam. Dia juga dikenal sebagai penentang keras diterapkannya syari’ah Islam dengan alasan kalau syari’at Islam diterapkan maka yang jadi korban pertama adalah perempuan. (bilal/arrahmah.comSabtu, 7 Juli 2012 18:28:20

***

وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ

صحيح الإمام مسلم عَنْ جَرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda: ” Dan barangsiapa yang memulai kebiasaan buruk, maka dia akan mendapatkan dosanya, dan dosa orang yang mengikutinya dengan tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” (HR Muslim dari Jarir bin Abdillah).

***

Harun Nasution (no 5) itulah perusak Islam lewat perguruan tinggi Islam se-Indonesia (IAIN UIN STAIN STAIS dll). karena dia lah yang mengubah kurikulum perguruan tinggi Islam se-Indonesia atas dukungan Mukti Ali. Dari kurikulum Ahlussunnah diubah jadi Mu’tazilah (aliran sesat yang mengunggulkan akal daripada wahyu/ syari’at). alasannya, kalau tetap ahlus sunnah maka tidak akan maju, karena masih prcaya taqdir. (Itu jelas perusakan Islam, karena percaya taqdir itu justru mengikuti rukun iman -yg ke enam). menjamurnya orang2 berfaham kemusyrikan baru (dg nama liberalisme, pluralisme agama, multikulturalisme dsb) yang merelatfkan kebenaran Islam sama dg agama2 lain, itu akibat dari ulah harun nasution yang mengubah kurikulum utk perguran tinggi Islam se-Indonesia tsb 1985 lalu. Jadi pendidikan Islam se-Indonesia ini diterapkan dengan kurikulum berbasis mengembalikan ke kemusyrikan. maka saya (Hartono Ahmad Jaiz) mengingatkan Umat Islam dengan buku berjudul “Ada pemurtadan di IAIN” terbit 2005, pustaka alkautsar jkt. https://www.nahimunkar.org/masalah-ada-pemurtadan-di-iain-dan-karakteristik-para-tokohnya/

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.331 kali, 9 untuk hari ini)