tolak miss world di indonesia_thumb[1]Massa yang mewakili 58 ormas itu mengutuk keras pengusaha Hary Tanusoedibjo yang nekat akan menyelenggarakan even tersebut di Bali pada 28 September 2013 mendatang. “Hary itu pengusaha non muslim, dia harus menghormati agama dan budaya di negara kita,” ujar salah satu pengunjukrasa.

Seperti diketahui, Miss World 2013 di Indonesia diselenggarakan oleh Liliana Tanoesoedibjo yang juga istri Hary Tanoe. Even ini didukung kelompok jaringan MNC Group yang dipimpin Hari Tanoe.

Massa juga menuding Hary yang pengusaha yang tengah sibuk mencalonkan diri sebagai cawapres itu, tidak memiliki etika dan moral karena ikut terlibat mengeksploitasi perempuan. “Kami akan berjihad untuk membubarkan kontes itu bila tetap digelar,” tegasnya.

Massa juga menyayangkan sikap presiden yang tidak responsif terhadap gejolak yang terjadi di masyarakat. Karena menurut pengunjukrasa, seruan penolakan kontes Miss world itu sudah jauh-jauh hari bermunculan di berbagai daerah.

Inilah beritanya.

***

MISS WORLD
Pendemo Kecam Hary Tanoe

Kamis, 5 September 2013

SURABAYA (Suara Karya): Ratusan massa yang mewakili puluhan ormas Islam Jawa Timur berunjukrasa menolak kontes kecantikan Miss World 2013 yang akan digelar di Bali. Massa yang tergabung dalam Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jatim juga mendesak pengusaha Hary Tanusoedibjo agar lebih menghargai ajaran Islam yang merupakan agama mayoritas di negeri ini.

Menurut koordinator aksi, Muhammad Yunus, kontes ratu kecantikan itu bertentangan ajaran agama, dasar negara Ketuhanan Yang Maha Esa yang termaktub dalam UUD 1945 dan pasal kesusilaan dalam KUHP Pasal 281 dan 282. “Tidak sepatutnya kaum perempuan mengumbar aurat,” ujar Yunus yang juga menjabat Sekretaris MUI Jatim tersebut di sela aksinya di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jatim, Rabu (4/9).

Massa yang mewakili 58 ormas itu mengutuk keras pengusaha Hary Tanusoedibjo yang nekat akan menyelenggarakan even tersebut di Bali pada 28 September 2013 mendatang. “Hary itu pengusaha non muslim, dia harus menghormati agama dan budaya di negara kita,” ujar salah satu pengunjukrasa.

Seperti diketahui, Miss World 2013 di Indonesia diselenggarakan oleh Liliana Tanoesoedibjo yang juga istri Hary Tanoe. Even ini didukung kelompok jaringan MNC Group yang dipimpin Hari Tanoe.

Massa juga menuding Hary yang pengusaha yang tengah sibuk mencalonkan diri sebagai cawapres itu, tidak memiliki etika dan moral karena ikut terlibat mengeksploitasi perempuan. “Kami akan berjihad untuk membubarkan kontes itu bila tetap digelar,” tegasnya.

Dalam aksinya, massa menilai even itu sebagai proyek imperialisme dan kapitalisme berbalut kontestasi. Kaum kapitalis itu mengeksploitasi perempuan sebagai alat industri yang hanya menguntungkan orang per orang.

Reaksi keras kaum muslim bermunculan, karena menurut korlap aksi yang lain, Zulkarnaen, ajaran itu tidak dibenarkan oleh Islam. “Kami akan terus berjuang, karena siapapun yang mendukung kekufuran, berarti dia juga berada pada kekufuran kepada Allah,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, massa juga menyayangkan sikap presiden yang tidak responsif terhadap gejolak yang terjadi di masyarakat. Karena menurut pengunjukrasa, seruan penolakan kontes Miss world itu sudah jauh-jauh hari bermunculan di berbagai daerah.

Selain menggelar orasi, massa yang didominasi kaum perempuan itu memamerkan sejumlah poster penolakan. Sejumlah poster itu antara lain bertuliskan Auratmu Bukan Pajangan Apalagi Dagangan, Miss World Bukan Budaya Bangsa, Miss World Perburuk Akhlak Wanita, dan Say No To Miss World. (Andira)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.664 kali, 1 untuk hari ini)