Ledakan Polrestabes Surabaya 

Sebuah penyerangan ledakan bom kembali terjadi di Polrestabes Surabaya.

Kabar tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera dalam konferensi pers yang ditayangkan KompasTV.

“Baru saja kejadian 8.50 WIB di Polrestabes Surabaya, terjadi penyerangan bom di dalam kendaraan,” kata Frans Barung Mangera.

Saat ini masih, polisi masih berusaha menyelidiki kasus penyerangan tersebut.

Dari hasil pantauan TribunWow.com menurut pernyataan kepolisian dan TribunJatim, berikut 6 fakta yang berhasil dirangkum.

  1. Meledak di pintu masuk Polrestabes Surabaya

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan bahwa ledakan terjadi di palang pintu masuk Polrestabes.

Pelaku sempat ditahan polisi yang menjaga pintu masuk sebelum bom bunuh dirinya meledak.

  1. Pelaku diduga mengendarai sepeda motor

Dilansir dari rekaman CCTV, terlihat sebuah mobil yang akan memasuki gerbang Polrestabes.

Lalu, muncul dua sepeda motor di belakang mobil berusaha memasuki pintu masuk gerbang.

Namun, polisi sempat mencegah mereka masuk dan akhirnya bom meledak.

  1. Pelaku berasal dari satu keluarga

Polisi menyebutkan bahwa ada empat pelaku penyerangan di Mako Polrestabes.

Seperti yang dikutip dari TribunJatim.com, empat pelaku tersebut melancarkan serangannya pukul 08.50 WIB menggunakan dua kendaraan roda dua, yaitu Honda Beat nopol L 6629 NN dan Honda Supra L 3559 D.

Keempat pelaku itu merupakan satu keluarga yang tercatat dalam satu KK.

  1. Memakan sepuluh korban

Hingga berita ini ditayangkan, kepolisian menyebut bahwa ada empat anggota kepolisian dan enam warga menjadi korban.

Saat ini, sepuluh korban itu telah dilarikan ke RS Bhayangkara, Surabaya.

  1. Anak pelaku masih hidup

Pelaku juga membawa seorang anak kecil dalam aksinya ini.

Anak kecil tersebut diduga anak bungsu pelaku.

Bocah itu duduk di boncengan depan motor dan berhasil selamat dari ledakan.

Sedangkan keempat keluarganya dinyatakan tewas di tempat.

  1. Ruko dan kantor di sekitar kejadian ditutup

Diketahui, kawasan Polrestabes dikelilingi oleh bangunan ruko dan kantor.

Usai terjadi serangan tersebut, ruko dan kantor di sekitar Polrestabes terpaksa ditutup dan diliburkan. (*)

Penulis: Hestin Nurindah Lestari

Editor: Hestin Nurindah Lestari / tribunnews.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.500 kali, 1 untuk hari ini)