Foto PenaOne

.

 

 

wah…cina semua tu”’/ Yondra Oktomi Aldi komentar di satu situs

Jakarta, PenaOne –  Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri dibantu Direktorat Jenderal Imigrasi dan Bank BCA berhasil membekuk 6 tersangka warga negara Malaysia pembobolan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

“Tersangka yang ditangkap yaitu Ong Lung Win (24), Lee Chee Kheng (31), Khor Chee Sean ( 26), Saw Hong Woo (27), Ooi Choo Aun (42) dan Teoh Chen Peng (24),” kata Direktur Eksus Brigjen Arief Sulistyanto dalam jumpa pers di aula Bareskrim di Mabes Polri, Senin (3/3/2014).

Ditambahkannya, penangkapan 6 orang tersebut terdeteksi Ditjen Imigrasi di Batam Center pada 28 Februari lalu sekitar pukul 14.00.

“Para tersangka di bekuk ketika akan melintas melalui pelabuhan Batam Center menuju Johor Baru, Malaysia,” tambahnya.

Ia menjelaskan, dari para tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai berjumlah Rp726 juta yang terdiri dari USD 6.000, SGD 63.000, Rp26.127.000 dan Bath Thailand 600.

“Selain uang dari beberapa mata uang asing, polisi juga meyinta sita 11 buah handphone, 14 buah simcard, 1 Ipad, 1 Laptop, 24 kartu Atm/Visa, 6 paspor dan 6 KTP,” pungkasnya./ Penulis: Asima Lidya Manurung/ Editor  : Witanto/ PenaOne

Kini, keenam orang yang berhasil diamankan tersebut akan dijerat dengan tiga pasal pidana, yakni Pasal 363 KUHP tentang Pencurian Uang, Pasal 42 junto pasal 32 UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang ITE, serta Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. “Kami mohon kerja sama dan informasi dari bank lain,” pungkas Arief. Sindonews.com  Senin,  3 Maret 2014  −  15:56 WIB

Adapun modus penggandaan ATM dan pencurian uang, ini dengan cara menggandakan data lewat skimmer dan memanfaatkan kamera tersembunyi.

“Setidaknya ada 112 nasabah dengan kerugian mencapai Rp 1.243.943.279,81. Seluruhnya sudah diganti BCA. Setelah mengambil uang tunai, uang itu ditukar dalam bentuk mata uang rupiah, dolar, bath, dolar singapura,” ujarnya.

Oleh karena itu, pelaku dijerat dalam tiga pasal berlapis pencurian data, pencurian uang dan tindak pidana pencucian uang. Sedangkan barang bukti yang diamankan polisi yaitu uang tunai berbagai mata uang yang dikurs mencapai Rp 729.590.885,16, handphone, simcard, Ipad, laptop, ATM, paspor, dan kartu identitas palsu./mdkcom

(nahimunkar.com)

(Dibaca 528 kali, 1 untuk hari ini)