Tak kurang 600 ton bahan baku sabu berkualitas tinggi senilai Rp 1.200 triliun dari RCC bakal masuk ke Indonesia. Informasi itu didapat Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) dari Budi Waseso, saat menjabat Kepala BNN.

Pengamat politik Ahmad Baidhowi menegaskan, berdasarkan data dan fakta yang ada, pihak China memang sedang berusaha menghancurkan Indonesia melalui narkoba.

“Narkoba yang jumlahnya sampai ratusan ton dari China menandakan negeri Tirai Bambu itu ingin menghancurkan Indonesia. Ini bagian Perang Candu yang dilancarkan China,” kata Ahmad Baidhowi (06/03).

Kata Baidhowi, Pemerintahan Presiden Joko Widodo tidak boleh menganggap kecil masalah narkoba dari China. “Kelihatannya ada hubungan besar pihak di Indonesia dengan pihak China untuk menjalankan bisnis haram ini,” papar Baidhowi.

Baidhowi mengingatkan, saat ini China ingin menguasai segala bidang di Indonesia. Upaya itu dilakukan dengan segala cara. “Bidang ekonomi dan termasuk melalui narkoba. Bila orang Indonesia mengkonsumsi narkoba dan lemah, maka dengan mudah China menguasai Indonesia,” pungkas Baidhowi.

Sebelumnya, Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat, Anton Tabah Digdoyo, sependapat dengan sikap Bamsoet.

“Saya sependapat dengan Ketua MPR dari fakta ini sudah sangat beralasan bagi NKRI putuskan hubungan diplomatik dengan RRC,” tegas Anton seperti dikutip merdeka (04/03).

Menurut Anton, masuknya narkoba itu jelas sebagai bentuk penetrasi musuh dalam strategi perang modern maupun konvensional karena sejak dulu RRC terkenal dengan strategi perang candu pembuka perang fisik untuk merusak moral musuh.

modus operandi itu, kata Anton bisa dicermati dari awal penyelundupan lewat ratusan ribu tiang pancang yang direncanakan untuk bangun gedung-gedung di pulau reklamasi. Ada pula lewat kapal-kapal besar.(kl/ito)

Sumber: m.eramuslim.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.382 kali, 1 untuk hari ini)