Riyadh (SI Online) – Sebanyak 72 ulama dan da’i di Arab Saudi, pada Kamis (5/12/2013), menyatakan mendukung penuh inisiatif penyatuan tujuh faksi terkemuka di Suriah di bawah nama ‘Front Islam’. Melalui pernyataan bersama, puluhan ulama dan da’i Saudi tersebut menyeru faksi-faski pejuang lainnya untuk bersatu dan bergabung dengan Front yang dibentuk beberapa minggu lalu itu.

Pernyataan tersebut juga menasehatkan seluruh faksi pejuang Suriah untuk saling tolong menolong dengan tujuan besar, yaitu membebaskan Bumi Syam dan merealisasikan hukum Allah di negara tersebut.

Pernyataan yang dilansir almoslim.net tersebut mengungkapkan bahwa pembentukan Front Islam sangat menggemberikan hati-hati orang-orang beriman dan memberikan kabar gembira atas pertolongan dan janji dari Allah Swt.

Mereka juga menyeru seluruh umat Islam di seluruh Dunia untuk terus memberikan dukungan sekuat tenaga, terutama dengan dukungan harta, pada mujahidin di Bumi Syam secara umum, dan pada Front Islam secara khusus.

Di antara ulama dan da’i yang ikut bertanda tangan dalam pernyataan tersebut adalah Syaikh Abdullah bin Mohammed Ghunaymaan, Mohammed bin Nasser Alsuhaibani, Saad bin Abdullah Al-Hamid, Nasser bin Suleiman Al Umar, Ahmed Bin Abdullah Al-Zahrani, Ahmed Bin Abdullah Al-Shiban, Ali bin Saeed al-Ghamdi, Suleiman bin Hamad Al Audah,Abdullah bin Hamad Al-Alam dan Syaikh Khalid bin Abdullah Al Shamrani.

Seperti diketahui, beberapa faksi terkemuka pejuang Muslim Suriah, mengumumkan bersatu di bawah bendera yang diberi nama ”Front Islam” dalam pertempuran melawan pasukan rezim Bashar Al Asad, khususnya di wilayah utara Suriah.

Dalam pernyataannya melalui rekaman video, faksi-faski pejuang Suriah tersebut menegaskan bahwa ‘Front Islam’ merupakan perkumpulan faksi terbesar pejuang Suriah yang bertujuan melengserkan rezim Bashar Al Asad.

Tercatat, 7 faksi terkemuka pejuang Suriah ikut bergabung dalam perkumpulan tersebut. Faksi-faksi itu adalah Liwa Tauhid, Ahrar Sham, Jaisy Islam, Uluwiyah Shuqur Sham, Liwa Haq, Brigade Anshar Al Sham dan Jabhah Islamiyah Kurdiyah.

Kelompok aliansi Front Islam menyatakan dengan keras penolakan sistem negara sipil dan sekular dan memilih Syariah Islam sebagai dasar negara berdasarkan Syura.

”Tujuan pembentukan Front ini adalah membentuk politik militer independen untuk menggulingkan seluruh sendi-sendi rezim Bashar Al Asad di Suriah dan mendirikan sebuah Negara Islam” kata Front tersebut dalam salah satu pernyataannya seperti dimuat worldbulletin.

Agusdin
Sumber : almoslim/worldbulettin/kbl

(nahimunkar.com)

(Dibaca 873 kali, 1 untuk hari ini)