Negara-negara yang melarang LGBT


79 Negara Ini Melarang Homoseksual [1]

75+ (tepatnya 79 hingga 81) negara dengan hukum anti homoseksual. Di Iraq, hukuman pelaku homoseksual bisa sampai eksekusi

Hidayatullah.com–Asosiasi Internasional Lesbian, Homoseksual, Biseksual, Transgender dan Interseks, atau ILGA, mencatat terdapat 75 negara yang memiliki hukum pidana terhadap aktivitas seksual seperti pelaku lesbian, homo, biseksual, transgender atau interseksual (LGBTI), tetapi hal tersebut lebih sedikit dari daftar yang sama.

Sebuah blog mencantumkan daftar yang sama berisi 79 negara, termasuk link yang merujuk pada ulasan tiap negara. Sedangkan sebuah artikel terpisah mencatat terdapat 10 pemerintahan dengan undang-undang yang memberikan hukuman mati bagi pelaku hubungan seksual sesama jenis.

Perbedaan antara daftar 75 negara ILGA dengan daftar 79 negara blog ini adalah bahwa yang ILGA tidak menyebutkan empat kesatuan politik (political entities) yang ada di daftar blog ini:

Indonesia, dimana terdapat dua provinsi besar yang menyatakan pelarang atas tindakan homoseksual; Tiga kesatuan politik yang memiliki hukum anti LGBTI tetapi tidak dianggap sebagai negara oleh masyarakaf internasional – Cook Island, sebuah negara dengan pemerintahan sendiri yang semua penduduknya memiliki kewarganegaraan di New Zealand; Gaza/Palestina; dan wilayah di Suriah dan Iraq yang dikontrol oleh Daesh/ISIS/ISIL.

Di blog ini totalnya akan menjadi 81 negara jika termasuk di dalamnya Rusia dan Lithuania, dua negara yang tidak memiliki hukum terhadap tindakan homoseksual tetapi memiliki hukum yang oleh kaum LGBT dianggap menekan terhadap “propaganda homoseksual.” Libya dan Nigeria memiliki hukum anti propaganda yang sama, tetapi juga melarang hubungan antar sesama jenis, jadi mereka sudah masuk dalam daftar ini.

Kembali pada tahun 2012, berdasarkan laporan terpisah yang jumlahnya hampir lengkap, Yayasan St. Paul untuk Rekonsiliasi Internasional mengutip terdapat 76 negara. Daftar itu pada tahun 2012 dipakai dalam program Semangat 76 Dunia (Spirit of 76 Worldwide) bertujuan untuk mencabut hukum tersebut. Hal itu juga menginspirasi nama dari blog ini – “Menghapus 76 Kejahatan.”

Terdapat beberapa perubahan baru dalam daftar itu:

Negara kecil Palau di sebelah barat Laut Pasifik dan São Tomé dan Príncipe, di Laut Atlantik lepas pantai Afrika tengah, baru-baru ini mencabut hukum kriminal homoseksual dan keluar dark daftar ini pada tahun 2014.

Mozambik, pesisir tenggara Afrika, dengan populasi 24 juta penduduk, menerapkan Kode Hukum (Penal Code) baru pada akhir 2014 dan keluar dari daftar ini pada awal 2015.

Lesotho juga dikeluarkan dari daftar ini setelah menerapkan Kode Hukum baru, yang rupanya menghapus hukum negara atas kejahatan sodomi.

Iraq dimasukkan ke dalam daftar, meskipun negara itu tidak mempunyai hukum sipil terhadap hubungan sesama jenis. Tetapi karena Iraq dianggap mengikuti hukum Syariah, dimana ILGA mencatat: “terus memerintahkan eksekusi pria dan wanita karena perilaku seks sesama jenis.”

Chad dimasukkan dalam daftar – karena kesalahan – karena proposal sebuah Kode Hukum baru yang akan memberikan hukuman penjara 15 hingga 20 tahun dan denda 50.000 hingga 500.000 CFA francs ($86 hingga $860) “bagi siapapun yang melakukan seks dengan sesama jenis.” Chad dihapus dari daftar setelah ILGA menyadari bahwa perubahan proposal hukum diloloskan pada 2014 oleh kabinet Chad, tetapi tidak oleh presiden.

Daesh (atau ISIS/ISIL) ditambahkan pada daftar karena mereka mengumumkan eksekusi para pelaku LGBTI di wilayah utara Iraq dan utara Suriah yang dilakukan pasukannya.

ILGA menyatakan bahwa website “the Nurs” [dalam bahasa Arab berarti Kemenangan], yang diklaim sebagai website kekhalifahan Islam itu, memiliki sebuah bagian untuk Ilmu Hukum Resmi (berdasarkan bukti hukum dan kode hukum). Satu halaman di bagian ini diperuntukkan bagi “hukuman untuk sodomi”, yang menyatakan: “sanksi hukum agama terhadap sodomi adalah kematian, apakah itu berdasarkan persetujuan atau tidak. Mereka yang terbukti melakukan sodomi, apakah itu pelaku sodomi atau yang disodomi, harus dibunuh…”.

Ini adalah daftar dari 79 negara dan kesatuan politik independen dengan undang-undang anti homoseksual:

Afrika

1 Aljazair

2 Angola

3 Boswana

4 Burundi

5 Kamerun

6 Comoros

7 Mesir

8 Eritrea

9 Ethiopia

10 Gambia

11 Ghana

12 Guinea

13 Kenya

14 Liberia

15 Libya

16 Malawi (pelaksanaan hukum ditangguhkan)

17 Mauritania

18 Mauritius

19 Moroko

20 Namibia

21 Nigeria

22 Senegal

23 Seychelles.

***

79 Negara Ini Melarang Homoseksual [2]

Selasa, 16 Februari 2016 – 10:30 WIB

Rusia, yang memberlakukan propaganda anti-homo pada tahun 2013 melarang penyebutan positif homoseksual di depan anak dibawah umur, termasuk di media online

Sambungan artikel PERTAMA

Seychelles tidak menuntut siapapun di bawah hukum anti sodomi mereka, telah berjanji untuk menghapusnya, tetapi belum melakukan itu. Sebuah perkawinan sesama jenis pernah diselenggarakan di Seychelles pada 13 Juni 2015, di wilayah Inggris. Hukum Seychelles saat ini tidak memiliki ketentuan persamaan pernikahan.

24 Sierra Leone

25 Somalia

26 Sudan Selatan

27 Sudan

28 Swaziland

29 Tanzania

30 Togo

31 Tunisia

32 Uganda

33 Zambia

34 Zimbabwe

Asia, termasuk Timur Tengah

35 Afghanistan

36 Bangladesh

37 Bhutan

38 Brunei

39 Daesh (atau ISIS / ISIL)

40 India

41 Iran

42 Iraq

43 Kuwait

44 Libanon

45 Malaysia

46 Maldives

47 Myanmar

48 Oman

49 Pakistan

50 Palestina/Gaza

51 Qatar

52 Arab Saudi

53 Singapore

54 Sri Lanka

55 Suriah

56 Turkmenistan

57 Uni Emirat Arab

58 Uzbekistan

59 Yaman

Amerika

60 Antigua & Barbuda

61 Barbados

62 Belize

63 Dominika

64 Grenada

65 Guyana

66 Jamaika

67 St Kitts & Nevis

68 St Lucia

69 St Vincent & the Grenadines

70 Trinidad & Tobago

Di Amerika Serikat, hukum anti sodomi diputuskan tidak konstitusional oleh Mahkamah Agung AS pada 2003, tetapi hukum itu masih ada dalam buku 13 negara bagian: Alabama, Florida, Idaho, Kansas, Lousiana, Michigan, Mississippi, Carolina Utara, Oklahoma, Carolina Selatan, Texas, Utah dan Virginia.

Legislator negara dari partai konservatif menolak untuk menghapus hukum itu dan, dalam beberapa kasus, kepolisian masih menjalankan hukum tersebut. Dalam beberapa tahun lalu lebih dari selusin pelaku LGBTI ditangkap karena melanggar hukum tersebut, tetapi mereka yang tertangkap dibebaskan karena penuntut tidak akan mencari pengakuan berdasarkan hukum yang tidak berlaku.

Oceania

71 Cook Islands

72 Indonesia (Provinsi Aceh dan Sumatra Selatan)

73 Kirbati

74 Nauru

75 Papua Nugini

76 Samoa

77 Solomon Islands

78 Tonga

79 Tuvalu

Eropa

Tidak ada negara di Eropa yang mempunyai hukum terhadap homoseksual. Tempat di Eropa yang terakhir memiliki hukum seperti itu adalah Cyprus Utara (diakui sebagai negara hanya oleh Turki), yang menghapus hukum itu pada Januari 2014.

Di Eropa juga dan bermanfaat jika disebutkan tetapi tidak terdapat dalam daftar negara dengan hukum terhadap homoseksual adalah:

Rusia, yang memberlakukan propaganda anti-homo  pada tahun 2013 melarang penyebutan positif homoseksual di depan anak dibawah umur, termasuk di media online;

Lithuania, yang memiliki hukum yang serupa.

Ukraina, yang masih mempertimbangkan, tetapi sejauh ini belum, menerapkan hukum yang sama terhadap “propaganda homo.”

Moldova, yang menerapkan dan kemudian menghapus hukum seperti itu pada 2013.

Sebagai tambahan, di Asia tengah, Kirgizstan pada Oktober 2014 berada pada ambang menerapkan hukum anti “propaganda” homo yang lebih keras daripada di Rusia.

Jika rancangan itu menjadi hukum resmi, semua bentuk distribusi informasi positif terkait hubungan sesama jenis, tidak hanya diskusi, akan menjadi kejahatan yang dapat dihukum dengan denda dan penjara.*/Nashirul Haq AR,  Artikel diambil dari 76crimes.com, 3 Desember 2015 (hidayatullah.com, 16 Februari 2016)

Rep: Admin Hidcom

Editor: Cholis Akbar

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.224 kali, 1 untuk hari ini)