Wacana Presiden Joko Widodo untuk menjual atau menggabungkan sekitar 800 anak dan cucu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dianggap sebagai langkah yang tak tepat. Disisi lain, rencana penjualan BUMN menunjukkan Negara sedang mengalami krisis keuangan serius dan bisa mengarah kepada kebangkrutan perekonomian. BUMN dan asetnya adalah milik negara danrakyat. Menjual aset negara mengurangi aset negara dan memiskinkan negara. Disisi lain, menjual BUMN, seperti menswastakan pelabuhan dan bandarudara bisa mengancam kedaulatan negara.

Aktivis dari Rumah Amanat Rakyat Ferdinand Hutahaean mengemukakan, penjualan anak dan cucu BUMN tersebut, menunjukkan Negara sedang mengalami krisis keuangan yang serius dan bisa mengarah kepada kebangkrutan perekonomian karena aset negara akan dijual.

“Produk BUMN dan aset BUMN adalah milik negara, aset negara, aset rakyat. Menjual aset negara artinya akan membuat berkurang aset negara dan memiskinkan negara,” kata Ferdinand kepada Harian Terbit, Kamis (19/10/2017).

Ferdinand meminta pemerintah menjelaskan kepada rakyat secara terbuka tentang aset mana saja yang dijual dan berapa nilainya serta peruntukan dana tersebut untuk apa.

“Gencarnya pemerintah ingin menjual aset negara menunjukkan bahwa saat ini Pemerintah sudah terjerembab, terpuruk pada jalan buntu. Daya pikir tak lagi mampu mencari dan menemukan jalan alternatif mencapai tujuan,” kata Ferdinand.

http://nasional.harianterbit/[dot]com/nasional/2017/10/20/88460/0/25/800-BUMN-Dijual-NKRI-Negara-Menuju-Kebangkrutan

Via FB tuntas.net

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.086 kali, 1 untuk hari ini)