Corona Renggut Lebih dari 30 Ribu Nyawa di Eropa


Kantor berita yang berbasis di Prancis, AFP, melaporkan lebih dari 30 ribu orang di Eropa meninggal akibat pandemi virus Corona baru, COVID-19. Italia menyumbang lebih dari sepertiga dari jumlah kematian tersebut.

Menurut AFP, hanya empat hari yang lalu jumlah korban meninggal akibat COVID-19 mencapai 30 ribu di seluruh dunia. Angka ini menunjukkan seberapa cepat meningkatnya kematian akibat pandemi Corona dan seberapa dahsyatnya negara-negara Eropa begitu menderita akibat penyakit ini.

Selain Italia, jumlah kematian tertinggi di Eropa telah dilaporkan oleh Spanyol, Prancis, Inggris, dan Belanda seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (1/4/2020).

Secara global, hingga hari Selasa kemarin, korban meninggal akibat virus Corona baru mencapai 40 ribu dengan AS, China, dan Iran menjadi negara non Eropa yang terkena dampak terburuk pandemi ini.

Virus ini menjadi ancaman yang lebih besar bagi orang-orang dengan kondisi kesehatan yang buruk dan mereka yang berusia lanjut. Ini merupakan faktor mengapa populasi lanjut usia di Eropa lebih banyak menderita daripada mereka yang lebih muda.

Meski begitu, banyak juga mereka yang paruh baya dan jaug lebih muda mengalami gejala serius.(mr/snd)

konfrontasi.com, Rabu, 1 Apr 2020 – 18:12

 

***

 

Wabah Corona Mendunia, Sadarkah Manusia atas Keingkarannya terhadap Tuhannya?

Posted on 28 Maret 2020

by Nahimunkar.org

 

Ramai-Ramai Liburan Nairuz (Hari Raya Kemusyikan), Iran Sangat Khawatir Pandemi Corona Kedua

Hari Nairuz adalah hari raya tahun baru orang Majusi menurut perhitungan kalender masehi (pergiliran matahari). Masyarakat kota madinah saat itu ikut-ikutan merayakan hari raya Majusi tersebut. Beberapa kamus Arab menjelaskan demikian definisi Nairuz, semisal kamus AL-Lughah Al-Arabiyyah AL-Mu’aashir dijelaskan,

ﺃﻭّﻝ ﻳﻮﻡ ﻓﻲ ﺍﻟﺴَّﻨﺔ ﺍﻟﺸَّﻤﺴﻴَّﺔ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻔُﺮﺱ

“Nairuz adalah hari pertama pada tahun syamsiyyah versi Persia (bangsa Majusi saat itu).”/ muslim.or.id

***

Wabah penyakit itu azab bagi orang kafir dan yang berdosa besar, tapi rahmat bagi orang mukmin

  • Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa wabah penyakit yang menyebar di suatu daerah itu pada dasarnya merupakan azab bagi orang-orang yang tak beriman. Selain itu, pelaku dosa besar juga termasuk azab baginya bila terjadi suatu wabah penyakit yang menimpanya. Namun, ini merupakan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Pasalnya, orang beriman akan diberikan pahala setara orang yang mati syahid.


   
 

Wabah penyakit yang menyebar di suatu wilayah tertentu membuat khawatir para penduduknya. Wabah penyakit ini terkadang mematikan. Oleh karena itu, orang yang bersabar menghadapi wabah penyakit, dan sampai meninggal itu digolongkan sebagai orang yang mati syahid.


Diriwayatkan dari Aisyah bahwa beliau pernah bertanya pada Rasulullah mengenai wabah penyakit atau tho’un. Rasulullah saw. memberi isyarat demikian:


أَنَّهُ كَانَ عَذَابًا يَبْعَثُهُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ، فَجَعَلَهُ اللَّهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ، فَلَيْسَ مِنْ عَبْدٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ، فَيَمْكُثُ فِي بَلَدِهِ صَابِرًا، يَعْلَمُ أَنَّهُ لَنْ يُصِيبَهُ إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ، إِلَّا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الشَّهِيدِ» تَابَعَهُ النَّضْرُ، عَنْ دَاوُدَ


Artinya:


(tho’un) itu azab yang Allah timpakan pada siapa saja yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya rahmat bagi mukminin. Tidaklah seorang hamba yang di situ terdapat wabah penyakit, tetap berada di daerah tersebut dalam keadaan bersabar, meyakini bahwa tidak ada musibah kecuali atas takdir yang Allah tetapkan, kecuali ia mendapatkan pahala seperti orang yang mati syahid. Hadis ini diperkuat riwayat al-Nadhr dari Daud (HR Bukhari). (Tafsir Surah Yasin Ayat 18-19: Mengaitkan Musibah dengan Kesialan Bukan Ajaran Islam)


Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa wabah penyakit yang menyebar di suatu daerah itu pada dasarnya merupakan azab bagi orang-orang yang tak beriman. Selain itu, pelaku dosa besar juga termasuk azab baginya bila terjadi suatu wabah penyakit yang menimpanya. Namun, ini merupakan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Pasalnya, orang beriman akan diberikan pahala setara orang yang mati syahid.


Dalam riwayat lain dari Ibnu Umar yang berpesan, “Wabah penyakit itu di antaranya disebabkan kemaksiatan yang merajalela” (HR Ibnu Majah)*. Dalam riwayat lain disebutkan dengan redaksi demikian,


شعب الإيمان (5/ 22)


لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بها إِلَّا فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ


“Kemaksiatan tidak akan tampak di suatu masyarakat sama sekali, sampai mereka sudah terang-terangan melakukan kemaksiatan itu, maka menimpa mereka wabah penyakit dan kelaparan yang tidak pernah terjadi sebelumnya” (HR Baihaqi).


*[tambahan dari redaksi NM: Sahabat Abdullah bin Umar radhiyallah anhuma menyampaikan sabda Rasulullah,


لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلَّا فَشَا فِيهِمْ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا


“Tidaklah fahisyah (perbuatan keji) tersebar pada suatu kaum kemudian mereka melakukannya dengan terang-terangan, kecuali akan tersebar di tengah-tengah mereka wabah penyakit tha’un dan kelaparan yang belum pernah terjadi pada kaum sebelum mereka.” (HR. Ibnu Majah no. 4019. Hadits ini dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Ibn Majah no. 3262), red NM].


Apakah orang yang mukmin atau muslim yang terdampak dari kemaksiatan yang menyebar di suatu daerah itu termasuk yang mendapatkan pahala mati syahid? Jawabannya iya. Ini adalah bentuk rahmat Allah untuk umat Nabi Muhammad yang beriman.


Namun, sebagaimana hadis di atas, orang yang mendapatkan pahala setara orang yang mati syahid itu harus bersabar, tidak mengeluh, dan pasrah pada ketentuan Allah saat wabah penyakit tersebut menimpanya.


Menurut Imam Ibnu Hajar terdapat tiga gambaran mengenai orang yang terkena wabah penyakit ini berkaitan dengan pahala mati syahid. Pertama, orang yang terkena wabah penyakit, kemudian dia meninggal itu otomatis tergolong mati syahid. Kedua, orang yang terkena wabah penyakit, namun tidak sampai meninggal, ia mendapatkan pahala setara orang mati syahid. Ketiga, orang yang di daerahnya tidak terdapat wabah penyakit, namun ia tertular wabah penyakit dari orang lain, ini pun bila meninggal akan mendapatkan pahala mati syahid. Wallahu a’lam bis shawab.


Penulis  Ibnu Kharish dalam judul ‘Pahala Orang Mukmin yang Sabar Menghadapi Wabah Penyakit’ (Kajian Hadis Shahih Bukhari Nomor 5734)

 BincangSyariah.Com – 28 Januari 2020

https://www.nahimunkar.org/astaghfirullah-acara-pernikahan-berakhir-petaka-37-tamu-undangan-positif-corona-bagaimana-kondisi-pengantin-baru/

 
 

***

Corona Menjalar, Azab bagi China?

 

Posted on 6 Februari 2020

by Nahimunkar.org

 
 

Corona Menjalar, Azab bagi China?


  • Bahwa bencana dan musibah adalah azab dan balasan yang disegerakan di dunia bagi orang-orang munafik dan kaum kafir yang memusuhi agama Allah.


  • {فَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَأُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ} [آل عمران: 56]


  • Maka adapun orang-orang yang kafir, maka akan aku azab mereka dengan azab yang sangat keras di dunia dan di akhirat, sedang mereka tidak memperoleh penolong.” (QS. Ali Imron: 56)


Dunia gempar. Tak terkecuali Indonesia. Ini akibat ditemukannya virus Corona di Wuhan, China. Bahkan, virus tersebut kini telah menjalar ke berbagai negara dan diperkirakan dapat menjadi ancaman global.


Dilansir dari pikiran-rakyat.com bahwa hingga Jumat, 24 Januari 2020, China telah mengisolasi sebanyak 13 kota dan 41 juta penduduk. Mereka dijaga ketat oleh orang- orang berkostum lengkap, baik tim militer maupun medis. Siapapun dicegah keluar dari area karantina.


Berbagai perayaan Tahun Baru Imlek 25 Januari 2020 ini, bahkan telah dibatalkan. Beijing menjadi kota terlarang. Disneyland Shanghai, dan bagian dari Tembok Besar diumumkan serentak ditutup. Virus Corona tengah menjadi momok menakutkan di berbagai kota.


Tentu saja, hal ini karena virus Corona sangat mudah menyebar melalui udara yang dihirup oleh hidung dan mulut. Kemudian masuk ke dalam saluran pernapasan atas, lalu ke tenggorokan hingga ke paru-paru.


Mengetahui virus ini pertama kali ditemukan di China, membuat naluri kemanusiaan tersingkap. Mengingat akan apa yang dilakukan oleh pemerintah China terhadap etnis Muslim Uighur. Mereka juga sedang dan masih dikarantina. Lebih dari satu juta manusia tak berdosa disiksa secara keji di kamp konsentrasi Xinjiang. Dilarang memeluk Islam. Dipaksa murtad. Dianiaya hanya karena mereka Muslim. Situasi tersebut juga tak kalah mencekam.


Apakah kemudian kaum muslimin kehilangan rasa simpati dan sikap empatinya pada China, khususnya bagi para korban Virus Corona? Tidak. Sungguh tidak. Karena virus ini juga bisa saja menjalar ke tubuh kaum Muslimin di berbagai negara.


Kaum Muslimin meyakini bahwa segala musibah dan bencana yang terjadi adalah berasal dari Allah. Bagi seorang Muslim, musibah itu bisa bermakna sebagai ujian bagi orang beriman untuk meningkatkan keimanan terhadap Allah SWT.


{أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ …} [البقرة: 214]


“Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti yang dialami orang-orang terdahulu sebelum kamu….” (QS. Al-Baqarah: 214)


Kaum Muslimin juga yakin, bahwa musibah adalah teguran bagi orang-orang beriman yang sedang lalai dan jauh dari agamanya, agar kaum muslimin dapat segera bertaubat dan kembali pada menerapkan aturan Allah SWT.


{أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ} [الأعراف: 99]


“Atau apakah mereka merasa aman dari siksaan Allah (yang tidak terduga duga)? Tidak ada yang merasa aman dari siksaan Allah selain orang-orang yang rugi.” (QS. al-A’raf: 99)


Diyakini pula, bahwa bencana dan musibah adalah azab dan balasan yang disegerakan di dunia bagi orang-orang munafik dan kaum kafir yang memusuhi agama-Nya.


{فَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَأُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ} [آل عمران: 56]


Maka adapun orang-orang yang kafir, maka akan aku azab mereka dengan azab yang sangat keras di dunia dan di akhirat, sedang mereka tidak memperoleh penolong.” (QS. Ali Imron: 56)


Kaum Muslim percaya, tidaklah musibah atau azab dapat terjadi jika bukan atas kehendak-Nya. Corona yang menimpa China adalah sebagian kecil tanda kekuasaan Allah. Kuasa yang bahkan tak bisa dibaca oleh akal manusia yang terbatas. Terlepas Virus ini bagian dari propaganda (Diduga senjata biologis rahasia China yang bocor dari labnya) atau bukan sama sekali.


Tak ada yang mampu menghalangi kehendak Allah, jika Allah sudah berkehendak. Bahkan meski manusia mengerahkan seluruh kekuatan, daya upaya, teknologi yang super canggih dan segala peralatan muthakir untuk menghadang. Takkan bisa menghadang ketetapan-Nya.


Buktinya, dengan virus Corona yang Allah turunkan, dunia menjadi pesakitan. Dengan merebaknya Virus Corona, dunia bergejolak. Dengan menjalarnya Virus Corona, duniapun ambyar. Masihkah manusia akan angkuh, congkak dan sombong dengan tetap menolak diterapkannya aturan Allah yakni aturan Islam?


{إِنَّمَا قَوْلُنَا لِشَيْءٍ إِذَا أَرَدْنَاهُ أَنْ نَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ} [النحل: 40]


“Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: “kun (jadilah)”, maka jadilah ia.” (QS. An- Nahl: 40).


Dengan itu manusia ditunjukkan bahwa jika Allah telah berkehendak, tak akan ada sesuatu pun yang bisa menghadang. Begitu juga kelak, jika tiba waktunya Allah memenangkan agamaNya. Tak akan ada yang sanggup menentang. Wallahu a’lam!


Nusaibah Al Khanza
(Pemerhati Masalah Global)


suaraislam.id 27 Januari 2020


 https://www.nahimunkar.org/corona-menjalar-azab-bagi-china/

(nahimunkar.org)

 ***

  
 

Allah Ta’ala telah memperingatkan

Allah Ta’ala telah memperingatkan, lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu yang dihancurkan akibat perilaku buruk mereka. Itu semua karena kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan Allah dan menuhankan hawa nafsu.

 
 

Ayat Allah dan Tafsirnya.

Kebanyakan dari mereka itu adalah musyrikin

{قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلُ كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُشْرِكِينَ} [الروم: 42]

42. Katakanlah: “Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)”. [Ar Rum:42]

 
 

Tafsir Quran Surat Ar-Rum Ayat 42

42. Katakan -wahai Rasul- kepada orang-orang musyrik, “Berjalanlah kalian di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan umat-umat yang mendustakan sebelum kalian?” Kesudahan mereka adalah kesudahan yang buruk. Kebanyakan dari mereka menyekutukan Allah dengan menyembah selain Allah bergandeng dengan menyembah Allah. Maka mereka dibinasakan karena kesyirikan mereka tehadap Allah./ Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

https://www.nahimunkar.org/wabah-corona-mendunia-sadarkah-manusia-atas-keingkarannya-terhadap-tuhannya/

 

 

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 151 kali, 1 untuk hari ini)