.

 

Aa Gym mendukung Jokowi, tapi bukan untuk jadi presiden, hanya mendukung untuk melanjutkan amanahnya sebagai gubernur Jakarta.

 “Kalau saya mah mendukung Pak Jokowi, untuk melanjutkan amanahnya sebagai DKI1, bukan presiden”, terang Aa serius, dalam seminar kepemudaan,  (Senin, 26/05/2014).

Kenapa Aa Gym tidak mendukung Jokowi untuk jadi Presiden, karena kini Indonesia perlu pemimpin yang tegas dan tidak tunduk kepada asing. Sebagaimana dikemukakan oleh  Agastya  (Young Ambassador of Indonesia 2014) bahwa Negara kita sedang dalam bahaya. NKRI telah dikepung sebanyak 16 pangkalan militer AS dengan proyeksi kekuatan 2012 – 2020, 60% militer akan dikerahkan di kawasan Asia Tenggara.

“Melihat situasi ini, kita harus memilih pemimpin yang berani, tegas terhadap asing dan patriot sejati. Ia mengutamakan Negara, bukan malah melunak kepada asing. Kita harus pertahankan kedaulatan bangsa ini”, terangnya berkobar.

Inilah beritanya.

***

Indonesia Butuh Pemimpin Tegas, Aa Gym : Saya Mendukung Jokowi

JAKARTA (voa-islam.com) – Serangkaian upaya untuk menggalang semangat sinergi membangun negeri telah dilakukan oleh Aliansi Pemuda Islam Indonesia (APII). (Senin, 26/05/2014), APII menggelar dialog dan seminar kepemudaan.

Menghadirkan beberapa pembicara dengan tema “Peran Strategis Pemuda dalam Membangun Bangsa”. Di antaranya adalah Dr. Saiful Bahri, Ketua ASPAC, Agastya Harjunadhi, Young Ambassador of Indonesia 2014 sekaligus presiden APII, dan KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).

Menurut Dr. Saiful Bahri, pemuda saat ini harus faham betul peringatan Allah tentang waktu. “Allah bersumpah atas nama waktu agar tidak disiasiakan. Pemuda memiliki tidak hanya waktu luang yang banyak, tapi juga usia jasmani yang produktif, kekuatan, imajinasi yang semua harus diberdayakan utk membangun bangsa ini”, ujarnya.

Pada sesi yang lain, Agastya menerangkan bahwa Negara kita sedang dalam bahaya. NKRI telah dikepung sebanyak 16 pangkalan militer AS dengan proyeksi kekuatan 2012 – 2020, 60% militer akan dikerahkan di kawasan asia tenggara.

“Melihat situasi ini, kita harus memilih pemimpin yang berani, tegas terhadap asing dan patriot sejati. Ia mengutamakan Negara, bukan malah melunak kepada asing. Kita harus pertahankan kedaulatan bangsa ini”, terangnya berkobar.

Menutup serangkaian seminar kepemudaan bada subuh, Aagym menegaskan bahwa pemuda harus berlomba-lomba dalam kebaikan, termasuk dalam menghadapi pilpres 2014 ini. Pilih yang amanah. Urusan bangsa ini akan dipertanggungjawabkan di akhirat.

 “Kalau saya mah mendukung Pak Jokowi, untuk melanjutkan amanahnya sebagai DKI1, bukan presiden”, terang Aa serius.

Dalam seminar sekaligus mabit ini dihadiri oleh berbagai kalangan pemuda, komunitas, seperti Pejuang Subuh, YI-Lead, GEMA MRPI, MJWJ Jakarta, Qgeners, dan lain-lain. [AgastyaHarjunadhi/adivammar/voa-islam.com]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.964 kali, 1 untuk hari ini)