PRESIDEN Palestina Mahmoud Abbas pada hari Selasa kemarin (11/11/2014) menuduh Israel telah menyulut perang agama, dengan seringnya jamaah Yahudi dengan perlindungan pasukan keamanan Israel menyerbu ke situs suci bagi Islam masjid Al-Aqsha sehingga menimbulkan bentrokan.

Tuduhan itu sendiri mendapat tanggapan tajam dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang mengatakan Abbas telah membuat keadaan menjadi lebih buruk.

Dalam pidato yang berapi-api di depan ribuan pendukungnya di Tepi Barat, Abbas mengatakan Israel sedang berusaha membagi situs suci di Yerusalem yang meliputi Masjid Al-Aqsha, seperti mereka membagi situs suci di kota Hebron, Tepi Barat setelah pemukim Yahudi menembak mati 29 jamaah Muslim 29 tahun yang lalu.

“Para pemimpin Israel keliru jika mereka berpikir bahwa mereka dapat membagi Masjid Al-Aqsha seperti yang mereka lakukan di Masjid Ibrahimi, dan mereka akan mundur dari yang satu ini,” tegas Abbas.

“Dengan membagi masjid, mereka membawa kita ke perang agama,” kata Abbas sembari mendesak rakyat Palestina untuk membela Al-Aqsha.

“Yerusalem adalah ibu kota kita dan tidak akan ada konsesi untuk masalah ini.”

Pidato Abbas Selasa kemarin menandai peringatan 10 tahun kematian Yasser Arafat, pemimpin Palestina dan pendiri faksi Fatah.[fq/islampos/ap]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 388 kali, 1 untuk hari ini)