GbrakNews – Kemungkinan lepasnya propinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) untuk menjadi sebuah negara merdeka dan berdaulat kian marak menyusul keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memenangkan pasangan Jokowi – JK di tengah-tengah saratnya kecurangan yang mewarnai pelaksanaan pemilu presiden (pilpres) pada tanggal 22 Juli lalu.

“Kelihatannya niat Aceh untuk lepas tak dapat dibendung lagi. Sejak KPU umumkan Jokowi-JK menang, Gubernur Aceh Zaini Abdullah langsung meningkatkan manuvernya untuk persiapan kemerdekaan Aceh,” ujar Milwan, salah seorang Ketua  LSM di Aceh, Rabu (23/7/14) kemarin.

Sebelumnya,  Wakil Gubernur Muzakir Manaf mengatakan akan terjadi bencana besar terkait dengan kemungkinan pasangan Jokowi-JK memenangkan Pilpres 2014.

Muzakir Manaf memprediksi Aceh akan mengalami bencana bila pasangan yang didukung konspirasi asing tersebut menjadi presiden-wapres mendatang.

“Jika Jokowi-JK menang, Aceh bakal jahanam. Begitulah lebih kurang terjadi bila mereka menang,” ujar pria mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM), yang lebih akrab disapa Mualem kepada wartawan usai mencoblos di TPS 1 berlokasi di SDN 56 Lamglumpang, Ulee Kareng Banda Aceh, Rabu (9/7/14).

Saat dipertanyakan tentang konstribusi Jusuf Kalla dalam proses ditekennya MoU Helsinki, Mualem mengakui ikut andilnya pasangan Jokowi itu dalam  penciptaan perdamaian Aceh.

“Tapi mari kita lihat lagi setelah MoU Helsinki disepakati, apakah Pak JK ada melakukan pengawalan. Selama tiga tahun dia menjabat Wakil Presiden, hanya ada sedikit butir kesekapatan MoU yang rampung,” ujar putra asli Seunudon, Aceh Utara tersebut.

Menurut Muzakir, macetnya realisiasi MoU Helsinki adalah salah satu alasan bagi dirinya dan Partai Aceh menyatakan mendukung penuh Prabowo – Hatta Rajasa pada Pilpres 2014 kali ini.

“Dengan Prabowo saya yakin semua harapan rakyat Aceh terwujud sehingga tidak perlu memisahkan diri dari NKRI” tegasnya.

Muzakir Manaf yakin Prabowo-Hatta akan memenangkan sengketa Pilpres di MK karena kenyataan di lapangan sebenarnya, pasangan Prabowo – Hatta menang telak di mana-mana termasuk di Aceh. Jika KPU memutuskan pasangan Jokowi-JK menang, semata-mata karena KPU tidak menjalankan tugas dan kewajibannya secara benar.

“NKRI akan hancur jika Jokowi jadi Presiden. Pernyataan itu bukan hanya dilontarkan JK, tetapi juga merupakan keyakinan kita semua,” tegas Wakil Gubernur NAD itu.

Written By Gbrak News on Kamis, 24 Juli 2014 | 09.37

(nahimunkar.com)

(Dibaca 6.577 kali, 1 untuk hari ini)