Dalam hadits shahih ditegaskan :

 عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « ثَلاَثَةٌ لاَ يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ – قَالَ أَبُو مُعَاوِيَةَ وَلاَ يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ – وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ شَيْخٌ زَانٍ وَمَلِكٌ كَذَّابٌ وَعَائِلٌ مُسْتَكْبِرٌ ».

Artinya: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ” Ada 3 golongan (manusia) yang Allah tak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat & tak mensucikan mereka  -Abu Muawiyah berkata, dan tak melihat kepada mereka-, & bagi mereka siksa yang sangat pedih, yaitu ; Orang tua yang berzina, raja yang pendusta (pembohong) & orang miskin yang sombong” [Hadits shahih riwayat Muslim 1/72 dari jalan Abu Hurairah, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti diatas]

***

Cinta dan Benci karena Allah

 Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

أَوْثَقُ عُرَى اْلإِيْمَانِ اَلْمُوَالاَةُ فِي اللهِ وَالْمُعَادَاةُ فِي اللهِ وَالْحُبُّ فِي اللهِ وَالْبُغْضُ فِي اللهِ

Tali iman yang paling kuat adalah saling berkasih-sayang karena Allah, memusuhi karena Allah, mencintai karena Allah dan membenci karena Allah. (1)

Dalam riwayat lain, Rasulullah juga bersabda:

مَنْ أَحَبَّ لِلَّهِ وَأَبْغَضَ لِلَّهِ وَأَعْطَى لِلَّهِ وَمَنَعَ لِلَّهِ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ اْلإِيْمَانَ. (رواه أبو داود والترمذي وقال حديث حسن).

“Barangsiapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah, maka sungguh telah sempurna Imannya.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi, ia mengatakan hadits hasan)

Dari dua hadits di atas kita bisa mengetahui bahwa kita harus memberikan kecintaan dan kesetiaan kita hanya kepada Allah semata. Kita harus mencintai terhadap sesuatu yang dicintai Allah, membenci terhadap segala yang dibenci Allah

Dalam pengertian menurut syariat, dimaksud dengan al-hubbu fillah (mencintai karena Allah) adalah mencurahkan kasih sayang dan kecintaan kepada orang –orang yang beriman dan taat kepada Allah ta’ala karena keimanan dan ketaatan yang mereka lakukan.

Sedangkan yang dimaksud dengan al-bughdu fillah (benci karena Allah) adalah mencurahkan ketidaksukaan dan kebencian kepada orang-orang yang mempersekutukanNya dan kepada orang-orang yang keluar dari ketaatan kepadaNya dikarenakan mereka telah melakukan perbuatan yang mendatangkan kemarahan dan kebencian Allah, meskipun mereka itu adalah orang-orang yang dekat hubungan (kekerabatan/ famili, red NM) dengan kita.

Maka cintailah seseorang karena ketaatan nya kepada Alloh bukan karena hartanya, bukan karena jabatanya, bukan karena ketampananya.

(arrahmah.com, Cinta Dan Benci Karena Allah, A. Z. Muttaqin, dikutip sperlunya)

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,


ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلَاوَةَ الْإِيْمَانِ، مَنْ كَانَ اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُـحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ  أَنْ يَعُوْدَ فِـي الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِـي النَّارِ.

“Ada tiga perkara yang apabila perkara tersebut ada pada seseorang, maka ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu (1) barangsiapa yang Allâh dan Rasûl-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya, (2) apabila ia mencintai seseorang, ia hanya mencintainya karena Allâh. (3) Ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allâh menyelamatkannya sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam Neraka.” Hadits ini shahih. Diriwayatkan oleh: Al-Bukhari (no. 16), Muslim (no. 43), At-Tirmidzi (no. 2624), An-Nasa`i (VIII/95-96), dan Ibnu Majah (no. 4033).

Dalam mencari kawan karib dan teman dekat, haruslah juga didasarkan di atas prinsip ini. Karena siapa yang dijadikan kawan karib dan teman dekat pasti mendapat kecintaan sesuai kadarnya. Terlebih seorang kawab karib –biasanya- akan memberikan pengaruh kepada teman dekatnya. Karenanya, Islam memberikan arahan agar tidak sembarangan memilih kawan karib dan teman dekat.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “seseorang bersama siapa yang dicintainya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

اَلْمَرْءُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ

Seseorang berada di atas agama kekasihnya.(HR. Ahmad dengan sanad yang shahih)

Imam Thabrani meriwayatkan satu hadits dari Ali Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

وَلَا يُحِبُّ رَجُلٌ قَوْمًا إِلَّا حُشِرَ مَعَهُمْ

“Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum kecuali ia akan dibangkitkan bersama mereka.” (Al-Mundziri berkata: isnadnya bagus. Dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih al-Targhib wa al-Tarhib: 3/96)

(Hati-hati Mencintai, Sesorang Bersama dengan Orang yang Dicintainya, Oleh: Badrul Tamam/ voa-islam.com).

Umat Islam sangat perlu memperhatikan tuntunan Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam, agar selamat di dunia dan di akherat kelak. Bagaimana akan selamat, bila justru di dunia ini menunjukkan kecintaannya justru kepada orang-orang yang telah diancam oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, seperti yang tercantum dalam hadits tentang tiga golongan manusia yang Allah Tak Akan Berbicara kepada Mereka pada Hari Kiamat? Mari kita ulangi lagi haditsnya, agar jadi peringatan benar-benar bagi setiap diri kita, agar mau dan mampu menghindari berteman (apalagi berteman dekat) dengan orang-orang yang telah diancam keras oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini:

« ثَلاَثَةٌ لاَ يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ – قَالَ أَبُو مُعَاوِيَةَ وَلاَ يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ – وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ شَيْخٌ زَانٍ وَمَلِكٌ كَذَّابٌ وَعَائِلٌ مُسْتَكْبِرٌ ».

Artinya ” Ada 3 golongan (manusia) yang Allah tak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat & tak mensucikan mereka  -Abu Muawiyah berkata, dan tak melihat kepada mereka-, & bagi mereka siksa yang sangat pedih, yaitu ; Orang tua yang berzina, raja yang pendusta (pembohong) & orang miskin yang sombong” [Hadits shahih riwayat Muslim 1/72).

==========

(1)(HR Imam Ath Thabrani dalam Mu’jamul Kabir, juz 11, hlm. 215 dan Al Baghawi dalam Syarah Sunnah, juz 3, hlm. 429; Majmauzawaid, juz 1, hlm. 90, serta Silsilah Hadits Shahihah, juz 2, hadits no. 998)./ almanhaj.or.id, Ustadz Abu Ahmad Zainal Abidin Syamsuddin, Menggalang Solidaritas Dan Ukhuwah Sejati.

Ilustrasi/ twitter: Deep Learninglab @deeplearninglab/ http://jabar.tribunnews.com Senin, 25 Mei 2015 10:17 dengan judul Jokowi Dianggap Ingkar Janji, Tagar #JokowiBohong Jadi Trending Topic

(nahimunkar.org)

(Dibaca 15.759 kali, 3 untuk hari ini)