Ada 5.700 Gerombolan Gay di Kota Depok, DPRD Usulkan Perda Larangan LGBT

  • 100 orang lebih yang sudah terjangkit HIV karena hubungan sesama jenis

JAKARTA -Ketua Komisi A DPRD Kota Depok, Hamzah mengatakan, sudah mendesak dibuat Peraturan Daerah (Perda) larangan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Hal itu karena keberadaan komunitas LGBT sudah cukup memprihatinkan merusak tatanan kehidupan sosial kemasyarakatan di Kota Depok yang relijius.

“Berdasarkan data, ada 5.700 lebih komunitas LGBT di Kota Depok. Saat ini terus bertambah dan keberadaanya sudah cukup menganggu tatanan kehidupan sosial dan keagamaan,” ujar Hamzah di Kota Depok, Ahad (2/2).

Menurut Hamzah, saat ini sudah mencapai 100 orang lebih yang terjangkit HIV karena hubungan sesama jenis. “Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok dari 222 orang terkena HIV di Kota Depok, 140 lebihnya itu adalah orang yang melakukan hubungan sejenis. Jadi, kami rasa sangat penting dan perlu segera membentuk perda larangan LGBT,” tegasnya.

Dia mengutarakan, wacana penyusunan raperda larangan LGBT ini sebetulnya sudah disampaikan kepada Pemkot Depok sejak Juli 2019. “Kami akan mengupayakan kembali agar perda ini bisa masuk program pembentukan rancangan peraturan daerah (Propemperda) Kota Depok 2020. Nanti Februari ini akan ada pengusulan rapat dengan para pengusul raperda-raperda, komisi A, B, C, D,” jelas Hamzah.*

Sumber: Republika.co.id

(voa-islam.com)–Senin, 8 Jumadil Akhir 1441 H / 3 Februari 2020 19:05 wib

***

Tokoh GAY Mati Kena Kanker Anus

Posted on 2 November 2017

by Nahimunkar.com


MMC News

 

***

 

Ngeri, Kanker Anal Meningkat di Kalangan Pelaku Homoseksual

 
 


Foto: Ilustrasi

KIBLAT.NET, Jakarta – Perilaku homoseksual ternyata tak hanya terkait dengan penyakit mental. Neurosaintis menemukan fakta meningkatnya angka kanker anal atau kanker dubur yang menjangkiti pelaku homoseksual.

“Saya menemukan kanker anal ini dulu sangat jarang ditemukan. Tapi dalam penelitian tahun 2015, terjadi peningkatan kanker anal dari satu hingga tiga persen,” kata neurosaintis Ihsan Gumilar kepada Kiblat.net, Kamis (28/04).

Ihsan yang juga aktivis gerakan Indonesia Beradab menjelaskan bahwa kanker anal ditemukan 70-80 persen dari kasus-kasus yang berhubungan dengan dubur. Penyakit ini paling banyak ditemukan di negara-negara berkembang. Dari kasus-kasus yang ditemukan, penyakit ini paling banyak terjadi pada pasangan homoseksual.

“Karena mereka melakukan (hubungan seksual) bukan pada tempat yang seharusnya, maka ini menyebabkan kanker anal,” ujar dosen Psikologi Universitas Bina Nusantara (Binus) itu.

Fakta tetang kanker anal yang menjangkiti kaum penyuka sejenis ini membantah kampanye mereka yang selalu mengusung hak asasi manusia (HAM). Menurut Ihsan, HAM yang didengung-dengungkan kelompok lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) dibatasi hak orang lain yang berpotensi akan tertular.

“Ingat ada banyak orang ingin hidup sehat secara mental dan mereka memiliki hak untuk hidup sehat itu,” ujarnya.

Ihsan menggambarkan jika saat ini LGBT menjangkiti maksimal 5 juta orang, maka 250 juta orang Indonesia berpotensi terinfeksi. Maka dia berpandangan lebih baik menghentikan 5 juta pelaku LGBT agar yang lain tetap hidup sehat. Manurutnya harus dipertimbangkan madharatnya yang lebih besar.

“Ataupun sebaliknya kita biarkan 5 juta ini atas nama HAM, sehingga menularnya penyakit-penyakit ganas seperti HIV dan kanker dubur,” imbuhnya.

Karenanya GIB mendorong dibentuknya undang-undang anti LGBT. Hal itu dinilai dapat menjadi jalan untuk menghentikan merebaknya penyakit-penyakit menular dampak homoseksual.

“HAM untuk sehat itu penting, oleh karena itu HAM seseorang ditinjau dan dibatasi dari HAM orang lain. Maka secara statistik orang akan mendahulukan HAM 250 juta jiwa yang ingin sehat , ketimbang HAM seseorang yang dihasung aktivis LGBT,” tandas Ihsan.

Reporter : Hafidz Salman
Editor : Imam S.

https://www.kiblat.net
Kamis, 28 April 2016 21:00  

 

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 734 kali, 1 untuk hari ini)