Ada Apa dengan Nadiem Makarim, Foto Pernikahannya di Gereja Beredar Luas

 

Oleh : Tarmidzi Yusuf

Ramai perbincangan tentang agama Mendikbud Nadiem Makarim. Viral foto pernikahan Nadiem Makarim di sebuah gereja. Istri dan anak-anaknya beragama Katolik. Wajar kalau banyak pihak meragukan keislaman Nadiem Makarim.

Ummat Islam curiga ada proyek besar dengan diplotnya Nadiem Makarim sebagai Mendikbud. Usia yang sangat muda bergelar MBA. Biasanya Mendikbud bergelar professor atau minimal doktor. Disamping punya keahlian pendidikan dan punya jam terbang tinggi di dunia pendidikan.



Tulisan ini tidak bermaksud mendikotomikan tua dan muda. Kiprah Nadiem Makarim dibidang pendidikan belum terbukti. Yang kita ketahui dia pebisnis dibidang transportasi online, Gojek. Wajar banyak pihak curiga. Bukan soal usia tapi kepantasan dan keahlian Nadiem Makarim dibidang pendidikan. Seandainya menjadi Kepala BKPM atau Menteri BUMN rakyat tidak terlalu curiga dan bertanya-tanya ada apa dibalik penunjukkan Nadiem Makarim.

Kecurigaan itu adalah:

1. Mempercepat komersialisasi pendidikan.
Kita tahu bahwa sekarang untuk masuk perguruan tinggi negeri biayanya sama mahalnya dengan masuk perguruan tinggi swasta. Jargon di masyarakat pendidikan hanya untuk orang kaya akan mempersulit kesempatan bagi golongan menengah ke bawah untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.

2. Sekulerisasi dan liberalisasi pendidikan dasar dan menengah. Pelajaran yang berbau agama terutama dari jenjang pendidikan dasar dan menengah akan disesuaikan dengan Islam versi aliran Islam Nusantara. Sebuah aliran dari perkawinan Islam liberal dan syiah.

 


3. Deradikalisasi pendidikan Islam dengan menghapus materi pelajaran tentang aqidah dan tauhid. Akan diganti dengan materi tentang pluralisme, semua agama benar. Toleransi salah kaprah seperti perayaan natal bersama yang melibatkan peserta didik yang beragama Islam. Deradikalisasi dalam pengertian menimbulkan keragu-raguan pada peserta didik bahwa hanya Islam agama yang benar. Selain Islam sesat, dianggap sebagai bentuk intoleransi dan faham radikal.

4. Jangan-jangan nanti akan dibuat aplikasi belajar online. Dengan alasan untuk kemudahan dan praktis dalam belajar. Belajar online tanpa harus tatap muka antara guru dan murid. Peluang bisnis baru. Setidaknya Nadiem Makarim telah terbukti bisnis ini melalui Gojek.

Yuuk kita kawal bersama, ada kemungkinan pelajaran agama Islam tidak dihapus tapi contentnya sangat jauh dari tuntunan Islam. Diterapkan secara diam-diam agar tidak menimbulkan gejolak. Atau saatnya kita beralih ke sekolah Islam terpadu yang kini menjamur diberbagai tempat untuk menyelamatkan dan mempersiapkan generasi muda Islam yang cemerlang dan bertaqwa.

Jakarta, 25 Shafar 1441/24 Oktober 2019

Sumber : medsos. Judul aslinya : Ada Apa Dengan Nadiem Makarim

Posted by: Zona Satu NewsOctober 25, 2019

***

 


Mendikbud Nadiem Makarim Rupanya Nikah Beda Agama

 


Mantan bos Gojek yang kini menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim rupanya menikah beda agama.

 

Ia menikah dengan perempuan bernama Franka Franklin. Nadiem sendiri beragama Islam, sedangkan istrinya adalah pemeluk Katolik.

 

Advertisement

Informasi tersebut menyeruak di media sosial lewat sejumlah foto yang diunggah oleh akun Twitter Katolik Garis Lucu (@KatolikG) pada Rabu (23/10/2019).

 

Ada tiga foto yang diunggah akun garis lucu itu. Dua di antaranya adalah foto kolase yang menggambarkan momen pernikahan Nadiem dan Franka.

 

Foto kolase pertama menggambarkan ketika keduanya melangsungkan pemberkatan di sebuah gereja. Nadiem dan Franka tampak duduk menghadap altar. Terlihat pula deretan bangku yang berada di depannya terisi penuh.

 

Di kolase foto lain tampak keduanya berhadap-hadapan sembari mengeluarkan senyum. Sementara itu, di belakang ada pastur yang menengadahkan tangan untuk memberkati mereka yang mengikat janji suci. Pastur itu rupanya Romo Yohanes Sudrijanta. Nikah di Gereja Santa Maria Perawan Ratu Blok Q.

 

“Indonesia tdk mengakui nikah beda agama. Utk dapat dicatatkan oleh negara, haruslah satu agama. Jd biar bs dicatatkan, mereka harus memilih tercatat menikah secara agama Kristen ataukah Islam sehingga salah satu dari mereka ada kemungkinan seolah2 pindah agama biar bisa tercatat,” respons warganet bernama AK Nugraha.

 

Pernyataan itu dibantah oleh warganet beragama Kristen.

 

“Baca2 lagi bro. Banyak perkawinan beda agama di selenggarakan di gereja katolik dengan tidak perlu pindah agama. Asalkan salah satu pasangan bersedia melangsungkan di gereja (yg mana tidak komuni kudus), dan anak2 harus dididik katolik sampai umur 18 baru boleh pilih agama lain,” kata warganet bernama Ignatius Galih.

 

By Januar Fikri – Oktober 24, 2019

alumni212.id/

(nahimunkar.org)