konflik

        Ilustrasi : Pemimpin MTA (atas), Kyai MM (bawah). Foto srkb

Tampaknya MTA (Majelis Tafsir Al-Qur’an) yang berpusat di Solo Jawa Tengah ada konflik dengan seorang Kyai di Jawa Timur. Hingga terdapat tulisan di suatu blog:

Inilah Bukti nyata Seorang Kyai dengan Dalil-dalilnya hanya bertujuan untuk memecah belah Ukhuwah Islamiyah.Baca selengkapnya di http://havermut.blogspot.com/2012/02/kyai-marzuki-mustamar-provokator.html

 

Kyai Marzuki Mustamar Provokator Pemecah Ukhuwah Islamiyah

http://www.youtube.com/watch?v=nbaMBCSThng&feature=player_embedded

 Demikian judul di blog havermut.

 Dalam rekaman ceramah Kyai di Malang – yang disebut provokator—itu sang Kyai ini melontarkan kecaman terhadap Kerajaan Arab Saudi dengan sebutan yang sangat buruk. Juga terdapat pengulangan dari pidato kyai/ gus yang ada di situ dengan mengatakan bahwa sekarang memang yang diserang itu Ahmadiyah dan Syiah tapi nanti adalah giliran kita  yang diserang karena kita ini dianggap sesat.

Ungkapan itu menjadikan pidato Kyai Marzuki Mustamar ini bukan hanya menyoroti MTA namun melebar ke apa yang dia sebut Wahabi. Sehingga MTA, HTI dan lainnya, dalam pidato  itu tampaknya digebyah uyah (dipukul rata, bagai garam, semuanya asin) sebagai Wahabi. Bahkan ada ucapan bahwa itu semua didanai besar-besaran dari satu kerajaan yang dia sebut dengan sebutan sangat buruk.

Sebenarnya kalau mau berhati-hati dan tidak berkata secara serampangan, tentu akan malu bila memukul rata sebagai Wahabi aneka kelompok yang satu sama lain jelas tidak sejalan dan tidak sepemahaman seperti MTA, HTI, pengajiannya Ustadz Agus Hasan Bashori dan Abdullah Hadhrami di Malang dan lainnya. Namun Kyai Marzuki Mustamar menempuh jalan itu.

Hanya saja, walau pidato itu menyabet pihak sana sini secara serampangan, namun tampaknya yang bereaksi baru MTA.

 Sebagaimana diberitakan dalam situs sarkub.com –kelompok sarjana kuburan (?)–  yang menyatakan siap mendampingi Kyai Marzuki Mustamar dalam berhadapan dengan MTA. Situs sarkub.com  menulis :

Terkait dengan masalah tuntutan yang diajukan oleh MTA Solo Pimpinan Sukino ke Kejaksan Agung Jakarta, KH Marzuki Mustamar dituntut dan dijerat dengan pasal berlapis antara lain :
1. Penyebar fitnah
2. Pencemaran nama baik, institusi dan pribadi
3. Menyebabkan perasaan tidak nyaman
4. Pelanggaran undang undang IT ( penjara 6 tahun )

Berkas tuntutan tersebut sudah masuk di Kapolri dan Jaksa Agung.

(tim-sarkub-siap-mendampingi-kh-marzuki-mustamar-untuk-dialog-dengan-sukino).
Siapa tim sarkub atau sarjana kuburan itu, di antaranya dapat dibaca dalam judul 4 Fakta Olok-Olok Sarkub terhadap Syari’at Islam

https://www.nahimunkar.org/4-fakta-olok-olok-sarkub-terhadap-syariat-islam/?fb_source=pubv1

Bagaimanapun, perkataan bahwa sekarang memang yang diserang itu Ahmadiyah dan Syiah tapi nanti adalah giliran kita  yang diserang karena kita ini dianggap sesat; perkataan itu mengandung beberapa kemungkinan. Dan itu menunjukkan, sebenarnya penceramah dan yang dia sebut « kita” itu cenderung ke mana, sudah dapat diperkirakan. Hanya saja tentang serampangannya (mujmal, kata Imam Ahmad ; gebyah uyah kata orang Jawa), itu menunjukkan ciri dari kelompok yang perlu dibenahi alias ngawur. Memang dalam pertemuan itu penceramah menyebut ada seorang Gus yang dikutip perkataannya tentang Ahmadiyah itu tadi. Nama Gus itu mirip dengan nama yang pernah disoroti di nahimunkar.com dengan judul Ngawurnya A. Mustofa Bisri dalam Membela Ahmadiyah. https://www.nahimunkar.org/ngawurnya-a-mustofa-bisri/

 (nahimunkar.com)