foto ytb


Beredar video seorang budayawan bicara menyangkut surga dengan menjunjung-junjung rokok.

Entah ilmu apa yang dia pakai, angka 234 dalam bungkus rokok tertentu ia maknai 2 (raka’at subuh), 3 (raka’at maghrib), 4 (raka’at Isya’,  dhuhur, ashar). Lalu di bawah angka bungkus rokok itu dia katakan ada tulisan fatsal 5 (yaitu rukun Islam, Pancasila, dan jari-jari kaki dan tangan).

Dia sebutkan mazhab-mazhab, termasuk Syiah (tokoh ini sudah sering ditengarai membela aliran sesat syiah bahkan pernah berdoa dengan doa khumail-nya syiah dalam acara syiah di Gedung Darul Aitam Tanah Abang Jakarta). Lalu (dalam video itu) dia sebut pula mazhab tentang rokok, di Muhammadiyah ada dua mazhab rokok. Yang Muhammadiyah mazhab Syafi’iyah tidak merokok karena pak Syafi’i  Maarif tidak merokok. Muhammadiyah yang merokok itu mazhab Malikiyah karena Pak Malik Fajar ora leren-leren le ngrokok (tidak henti-hentinya merokok).

Pidato menjawab pertanyaan yang direkam video itu ada yang lebih jauh lagi dari tuntunan Islam. Di antaranya dia sebutkan, orang masuk surga itu karena ini dan itu. Di antaranya dia sebut, orang dimasukkan surga karena nguri-uri (memelihara, melestarikan) karawitan (jenis musik gamelan Jawa dengan sinden sebagai penyanyinya).

Video itu ada tulisannya Sinau Agama (Belajar Agama) di sudut kanan atas. Entah agama apa yang dimaksud, hingga orang melestarikan karawitan mengakibatkan dia sebut masuk surga itu. Padahal agama Islam, justru ada kecaman dalam hadits, terutama terhadap orang yang berani bicara seperti itu.

***

Fatwa tentang Haramnya Musik

وقد دلت السنة الصريحة الصحيحة عن النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ على تحريم سماع آلات الموسيقى .

روى البخاري تعليقاً أن النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قال : (لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَالْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ . . .) . والحديث وصله الطبراني والبيهقي .

والمراد بـ (الحر) الزنى .

والمعازف هي آلات الموسيقى .

والحديث يدل على تحريم آلات الموسيقى من وجهين :

الأول : قوله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (يستحلون) فإنه صريح في أن الأشياء المذكورة محرمة، فيستحلها أولئك القوم .

الثاني : قرن المعازف مع المقطوع حرمته وهو الزنا والخمر ، ولو لم تكن محرمة لما قرنها معها .

انظر : السلسلة الصحيحة للألباني حديث رقم (91) . فتاوى الإسلام سؤال وجواببإشراف : الشيخ محمد صالح المنجدالمصدر :www.islam-qa.com سؤال رقم 12647(

Sunnah yang jelas lagi shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sungguh telah menunjukkan atas haramnya mendengarkan alat-alat musik. Al-Bukhari telah meriwayatkan secara mu’allaq (tergantung, tidak disebutkan sanadnya) bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ. (رواه البخاري).

Layakunanna min ummatii aqwaamun yastahilluunal hiro wal hariiro wal khomro wal ma’aazifa.

Sesungguhnya akan ada dari golongan ummatku beberapa kaum yang menghalalkan zina, sutera, khamar, dan ma’azif (musik).” (Hadits Riwayat Al-Bukhari).Hadits ini telah disambungkan sanadnya oleh At-Thabrani dan Al-Baihaqi (jadi sifat mu’allaqnya sudah terkuak menjadi maushul atau muttasholus sanad, yaitu yang sanadnya tersambung atau yang tidak putus sanadnya alias pertalian riwayatnya tidak terputus). Lihat kitab as-Silsilah as-shahihah oleh Al-Albani hadis nomor 91.

Yang dimaksud dengan الْحِرَ al-hira adalah zina; sedang الْمَعَازِفَ al-ma’azif adalah alat-alat musik.

Hadits itu menunjukkan atas haramnya alat-alat musik dari dua arah:

Pertama: Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam يَسْتَحِلُّونَ menghalalkan, maka itu jelas mengenai sesuatu yang disebut itu adalah haram, lalu dihalalkan oleh mereka suatu kaum.

Kedua: Alat-alat musik itu disandingkan dengan yang sudah pasti haramnya yaitu zina dan khamar (minuman keras), seandainya alat musik itu tidak diharamkan maka pasti tidak disandingkan dengan zina dan khamr itu.

(Fatawa Islam, Soal dan Jawabjuz 1 halaman 916, dengan bimbingan Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid. Sumber: www.islam-qa.com, soal nomor12647).

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.370 kali, 1 untuk hari ini)