Ada Penceramah Suka Blusukan Ceramah di Daerah Hitam dan Suka Berkata Jorok, Padahal Mulut Macam Itu Salah Satu Ciri Calon Ahli Neraka

  • Menag Singgung Dai Ngomong Jorok, Publik Ungkit Ceramah Gus Miftah soal Lonte


Ilustrasi foto/ytb/dok/net

Kata-kata jorok sering keluar dari mulut Gus Miftah? Padahal, mulut yang suka ngomong kotor itu salah satu dari sifat calon ahli neraka.

Lima ciri calon ahli neraka

Lima ciri calon ahli neraka disebutkan dalam Hadits Shahih Muslim:

وَأَهْلُ النَّارِ خَمْسَةٌ: اَلضَّعِيْفُ الَّذِي لاَ زَبْرَ لَهُ، اَلَّذِيْنَ هُمْ فِيْكُمْ تَبَعًا لاَ يَتْبَعُوْنَ أَهْلاً وَلاَ مَالاً. وَالْخَائِنُ الَّذِي لاَ يَخْفَى لَهُ طَمَعٌ، وَإِنْ دَقَّ إِلاَّ خَانَهُ. وَرَجُلٌ لاَ يُصْبِحُ وَلاَ يُمْسِي إِلاَّ وَهُوَ يُخَادِعُكَ عَنْ أَهْلِكَ وَمَالِكَ. “وَذَكَرَ الْبُخْلَ أَوِ الْكَذِبَ ” وَالشِّنْظِيْرُ الْفَحَّاشُ

Dan penghuni neraka ada lima golongan: ORANG LEMAH YANG TIADA MENGGUNAKAN AKALNYA, mereka hanya menjadi pengikut dan tiada berusaha mencari harta dan mengurus keluarga. PENGKHIANAT YANG TAMAK, biarpun perkara kecil dikhianatinya juga. Orang yang diwaktu pagi dan petang SENANTIASA MENIPUMU terhadap keluarga dan hartamu. Dan disebutkan lagi: orang yang BAKHIL (PELIT) ATAU PEMBOHONG, DAN ORANG YANG SUKA BERKATA KOTOR.

(HR Muslim HADIST NO – 5109)

Kini lagi santer beritanya, silakan simak ini.

***

Menag Singgung Dai Ngomong Jorok, Publik Ungkit Ceramah Gus Miftah soal Lonte

 

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas beberapa waktu lalu berbicara yang menyinggung soal penceramah yang suka mengomong jorok saat bertausiyah.

Menag Yaqut menyampaikan hal itu saat membahas soal Program Penguatan Kompetensi Penceramah Agama dalam Rapat Kerja komisi VIII DPR, Senin (3/5/2021).

Menag Yaqut kemudian mengungkapkan bahwa pemerintah akan memberi bekal kepada para dai dengan moderasi beragama dan wawasan kebangsaan.

Namun, jika masyarakat masih tetap mengakomodir dai yang suka berbicara jorok, maka itu akan kembali pada pilihan masing-masing.

Yaqut menjelaskan bahwa program Kemenag tersebut bertujuan untuk memberi pemahaman kepada para dai tentang moderasi beragama dan wawasan kebangsaan.

Gus Yaqut lalu menegaskan bahwa program ini bukan sertifikasi ulama seperti yang pernah ramai dibicarakan.

“Jadi bukan sertifikasi seperti yang dibayangkan. Jadi dai kemudian dikumpulkan sama Kemenag dikasih wawasan kebangsaan, dikasih moderasi, kemudian diserahkan sertifikat,” ungkap Yaqut dikutip dari Terkini.id–jaringan Suara.com, Selasa (1/6/2021).

“Kemudian sertifikat ini menjadi modal atau syarat gitu ya untuk berceramah, tidak seperti itu,” lanjut dia.

Kendati demikian, program ini bukan berarti bahwa masyarakat tidak dapat memilih dai yang akan diundang.

“Jadi kalau masyarakat masih saja mengakomodir seperti yang tadi disampaikan Bu Lisda (anggota DPR), baik penceramah yang ngomong jorok, ngomong tidak jelas di tempat-tempat ibadah, ya itu maunya masyarakat,” jelas Menag Yaqut.

Pernyataan Gus Yaqut yang menyinggung soal penceramah mengomong jorok itu lantas dibalas netizen dengan video ceramah Gus Miftah.

Netizen dengan nama akun Twitter @Cobeh09 mengunggah video Gus Miftah tersebut dan mengundang banyak reaksi dari netizen lain.

Dalam video tersebut, Gus Miftah mengatakan bahwa ia berceramah dalam pengajian di semua lini, baik pejabat, artis, hingga ‘lonte‘.

“Dan pengajian sing paling nyeneng adalah pengajian dengan lonte,” kata Gus Miftah.

“Kenapa? Karena ngajinya berpahala, matanya ber-vitamin,” lanjutnya lalu tertawa.

Sumber: makassar.terkini.id

SuaraRiau.id – Eko Faizin Selasa, 01 Juni 2021 | 14:31 WIB

(nahimunkar.org)

(Dibaca 506 kali, 1 untuk hari ini)