Ust Said Sungkar (kiri), Ust Mudzakir (kanan).


Silakan simak berikut ini.

***

 Mau tanya  apa yang kamu ketahui tentang pondok gumuk solo pimpinan ustad mudzakir. Apakah mereka emang syiah.. Karena mengatakan ahlussunah saja mereka kaku

Lek Sakur

***

Memang bermuka dua dan memang lidah tak bertulang..teruslah bertaqiyah wahai sang kyai abal2…

[14:35 31/07/2016] Ust Bony Azwar: Ijin melaporkan GIAT TABAYYUN dengan Sdr Mudzakir

Dialog Pertama dilakukan di Pospol Giwangan
Dihadiri Pihak Mudzakir ( Abdurrohman dan Ghodik )

Pihak FJI ( Darohman,Abu Hamdan,Abu Lukay,Yadi )

Menanggapi pertanyaan FJI,Abdurrohman ( Pengurus Ponpes Mudzakir,Murid Mudzakir ) tidak berani menyatakan status Mudzakir Syi’ah/ Sunni

Sdr Ghodik menambahi agar FJI untuk mengumpulkan bukti-bukti fakta Mudzakir seorang Syiah, jika terbukti Syiah maka Sdr Ghodik bersumpah akan mengeksekusi sendiri di depan teman-teman.

Dialog  ke-2 dilakukan di Masjid Brimob Gondowulung

Dihadiri ( Mudzakir,Abdurohman,Ghodik dll )
Pihak FJI ( ( Darohman,Abu Hamdan,Abu Lukay,Kang Yadi,Kang Slamet )

Dalam dialog  ke-2 Mudzakir tidak bisa menjawab dengan tegas pertanyaan-pertanyaan FJI. Mudzakir tidak mau mengatakan dirinya Sunni / Syiah dan tidak mau mengatakan Syiah sesat. Justru Mudzakir mengatakan kalo saya Syiah, kalian mau apa?

Sontak dialog  memanas, banyak teriakan-teriakan diluar forum dialog .

Melihat situasi mulai tidak Kondusif, terpaksa forum ditutup.

Kesimpulan:

Mudzakir menolak Mubahalah
– Tidak mau menyatakan Syiah sesat
– Menyatakan Syiah itu lembaga
– Tidak mau melaknat Imam Khomeni
– Mengaku sebagai muslim bukan sunni bukan syiah.
– Tidak menanggapi tuduhan2 dan dia mau memberikan solusi hanya akan menunggu di padang Mahsyar.
[14:35 31/07/2016] Ust Bony Azwar: Dari abdurohman/durohman ketua FJI

Kataaibut Tauhid II

***

Sebelumnya, beberapa waktu yang lalu telah beredar berita mengenai Ust Mudzakir Gumuk Solo.

Silakan simak berikut ini.

***

Pernyataan Resmi Ustadz Said Sungkar Terkait Kesyiahan Ustadz Mudzakir

PERNYATAAN RESMI USTADZ SAID SUNGKAR TERKAIT KESYIAHAN USTADZ MUDZAKIR

ust said sungkar

(dakwahwaljihad.wordpress.com) Hingga detik ini, sebagian kaum muslimin masih dibuat bingung dengan status Ustadz Mudzakir -pimpinan Pondok Pesantren Al-Islam Gumuk-, Ahlus Sunnah atau Syiah? Pasalnya, ketika ditanya tentang status beliau pada waktu mengisi kajian bertema:Keunggulan Ahlus Sunnah atas Syiah di masjid Istiqlal Banyuanyar-Solo, beliau hanya menjawab, “Saya Muslim.”

Jawaban global beliau ini ternyata semakin membuat penasaran jama’ah yang hadir dalam majelis tersebut, termasuk jama’ah Gumuknya.

Namun, Alhamdulillah… beberapa Ustadz terkemuka, baik di Solo ataupun di luar Solo memberikan perhatian yang besar dalam masalah ini. Termasuk diantaranya adalah Ustadz Said Ahmad Sungkar, salah satu orang terpenting di FPI Pekalongan dan saat ini beliau termasuk anggota dewan syuro FPI Pekalongan, sekaligus sebagai penasehat FPI Pekalongan. Beliau memberikan pernyataan resmi dan kesaksian terkait dengan status Ustadz Mudzakir.

Berikut pernyataan resmi beliau:

DEWAN PIMPINAN WILAYAH PEKALONGAN

FRONT PEMBELA ISLAM

الجبهة الدفاعية الإسلامية

PERNYATAAN/KETERANGAN

Dengan mengharap rahmat dan ridho Allah Azza wa Jalla, saya membuat pernyataan  ini agar tidak menjadikan bias atas perkara yang qiila wa qoola.

Tatkala saya ditanya salah seorang ikhwan, apakah Ustadz Mudzakir itu Syiah?

Saya menjawab dengan tegas tanpa ragu-ragu bahwa Ustadz Mudzakir Syiah dengan alasan sebagai berikut:

  1. Saya pernah se-mobil dengan Mudzakir (termasuk di dalamnya ada beberapa orang yang ikut bersama kami). Saat itu ada SMS yang masuk ke HP saya yang menyindir dengan kalimat, “Afwan Ustadz, apa Ustadz mau nikah mut’ah ko’ sampai se-mobil bareng dengan Mudzakir?”

Maka saya berkata kepada Mudzakir, “Saya keliling 45 negara dan menjumpai banyak ulama dan tokoh jihad, tapi sayang sekali saya belum pernah melihat atau bertatap muka dengan Ayatullah Khomaeni.” Beliau (Mudzakir) yang duduk di kursi depan menoleh menghadap saya dan langsung terucap dari mulutnya, “Demi Allah, kalau saya bukan lagi melihat wajahnya, tapi saya berjabat tangan dan baiat dengan Ayatullah Khomeini.”

  1. Sebuah Pondok Pesantren milik Syiah yang terletak di Wonotunggal Kabupaten Batang yang diserang oleh kaum muslimin Sunni yang pada akhirnya pondok tersebut ditutup. Saya mendengar, bahwa 17 santri ponpes tersebut dipindah ke Pondok Pesantren milik Mudzakir.

Demikian pernyataan yang saya buat, Saya bertanggung jawab di hadapan Allah ‘Azza wa Jalla dan umat Islam dan bila ana berbohong tentang pernyataan di atas, maka semoga laknat Allah atas saya.

 Pekalongan, 1 Muharram 1435 H

 DPW FPI PEKALONGAN

 Al Faqiir ILALLAAH

Said Ahmad Sungkar

Dewan Syuro

Sungguh, pernyataan ini telah keluar dari lisan seorang yang alim dan jujur. Kesaksian beliau cukuplah menjawab segala keraguan selama ini tentang status Ustadz Mudzakir. Jika sampai saat ini belum ada pernyataan dari Ust. Mudzakir bahwasannya dia bukan syi’ah, bukan berarti dia Ahlus Sunah. Karena di dalam aqidah Syiah, seorang Syiah diwajib menyembunyikan kesyiahannya jikalau hal itu bisa membahayakan dirinya. Aqidah ini disebut aqidah taqiyyah.

dewan pimpinan wilayak pekalongan

Sepandai apapun seseorang menyembunyikan bangkai, niscaya lambat laun bau busuk itu akan terasa juga. Maka, seharusnya jama’ah yang aktif di pengajian Ust. Mudzakir mulai saat ini mulai sadar bahwasannnya selama ini mereka digiring untuk menjadi seorang Syiah atau minimal pembela Syiah. Wallaahu a’lam.

Sumber: dakwahwaljihad/Desember 9, 2013

(nahimunkar.com)

(Dibaca 10.202 kali, 1 untuk hari ini)