Ada Upaya Keras Menggusur Nilai-nilai Syariat di Negara Ini. Caranya, memainkan 3 sektor: BIROKRASI, DANA, dan MEDIA.

Mereka mau pakai MILITER, tapi alhamdulillah gagal karena TNI masih waras.

Kasus “Warung Nasi” di Serang, jadi momen untuk menggusur KULTUR RELIGIUS masyarakat kita.

Kasusnya kecil, tapi menjadi isyarat ada GERAKAN BESAR di baliknya.

COBA renungkan beberapa fakta berikut:

  • Satpol PP menggusur rumah dan pasar di DKI; tapi didiamkan.
  • Warga Bali memaksa aktivitas berhenti terkait NYEPI, mereka enjoy saja.
  • Di Papua ada Perda larangan jualan hari Minggu, karena ada kebaktian gereja; boleh-boleh saja.
  • Ahok berusaha melarang kewajiban jilbab bagi siswi Muslim, mereka okay
  • Jokowi bikin pesta rakyat sepanjang Thamrin, full maksiat, sampai larut malam; monggo aja.
  • Ada kontes Waria dan kampanye LGBT, mereka fine-fine aja.
  • Ada Miss Universe, mereka terdepan mendukung.
  • Ada SIYONO terbunuh secara zhalim, mereka tak peduli.
  • Giliran masjid jamaah Ahmadiyah, pengikut Nabi palsu, digeruduk masyarakat; Luhut ngoceh gak karuan.
  • Ada simposium bela korban PKI, mereka dukung penuh; ada simposium kecam kebiadaban PKI, mereka kritik keras.
  • Dan lain-lain.

JADI judulnya, kaum kufar lokal dan asing, sedang berusaha keras untuk MENGGUSUR KEKUATAN MORAL SYARIAT di bumi Nusantara ini.

MEREKA sekian lama mengepung Ummat dengan serangan pemikiran, opini media, politik, birokrasi, bisnis, budaya, dll. Mungkin mereka ingin mencoba masuk jalur KEKUATAN FISIK. Wallahul Musta’an.

KITA ini cinta damai. Tapi kalau mereka membuka FRONT, ya orang-orang Mukmin tidak bisa menolak.

JIKA bertemu dua kekuatan, HIZBULLAH kontra HIZBUSSYAITHON, maka Allah yang Maha Perkasa akan berdiri bersama golongan pertama.

Wallahu Maulana wa Nikmal Maula.

By: Sam Waskito/pos-metro.com/Selasa, 14 Juni 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 661 kali, 1 untuk hari ini)